Magelang Kota Sejuta Bunga

Posted in Artikel Pertanian

Kota Sejuta Bunga

Berangkat dari sebutan "Sebagai Tuin Van Java" (Kota Kebun atau Tamannya Pulau Jawa), Magelang dijuluki sebagai Kota Sejuta Bunga. Ibarat bunga, Kota Magelang sebagai Kota Jasa memiliki daya tarik serta memberikan manfaat secara ekonomis, sebagai masyarakat yang dikemas dalam tampilan yang indah.

Filosofi bunga :

  • Memberikan keindahan
  • Memberikan manfaat ekonomis
  • Menggambarkan sinergitas kehidupan

Arti dari lambang :

  • Padi dan kapas berarti kemakmuran, cukup sandang dan pangan.
  • Paku di atas simpang tiga berarti:
    • Paku menggambarkan Gunung Tidar sebagai pakuning Pulau Jawa.
    • Simpang tiga menggambarkan letaknya dipertemukan dari tiga jurusan yaitu Semarang, Purworejo dan Yogyakarta.
  • Bintang besar di tengah-tengah berarti rakyat Magelang ber-Pancasila atau rakyat Magelang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa.
  • Topi baja di atas buku berarti adanya pendidikan ABRI, Kota Militer dan merupakan pusat pendidikan umum.
  • Warna dasar ada 5 yaitu Hijau, Merah Tua, Putih, Kuning Emas dan Hitam yang berarti:
    • Hijau: Lambang kesuburan dan kemakmuran.
    • Merah Tua: Lambang keberanian/revolusioner.
    • Putih: Lambang kesucian/kejujuran/kebersihan.
    • Kuning Emas: Lambang keagungan/kebahagiaan.
    • Hitam: Lambang keadilan, kuat/sentausa (langgeng).
  • Bambu runcing diatas dasar merah tua berarti keberanian dan kekuatan rakyat, berdasarkan sejarah perjuangan rakyat dalam mengusir Belanda, Inggris dan Gurkha dalam revolusi fisik yang diwarisinya dari perjuangan Pangeran Diponegoro.
  • Padi berjumlah 17 butir berarti tanggal 17.
  • Kapas berjumlah 8 pucuk berarti bulan 8 atau Agustus.
  • Dua buah bambu runcing, yang satu beruas empat dan yang lain beruas lima berarti tahun 1945.