Menggagas 6 Jurus Pengembangan Komoditas Anggrek Untuk Memperkuat Slogan Magelang Kota Sejuta Bunga Jilid II

Ditulis oleh pertanian on . Posted in Artikel Pertanian

Oleh :

Among Wibowo, SP, MMA

Penyuluh Pertanian Madya

Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang

 

Kota Magelang sejak tahun 2013 sangat getol membumikan slogan Magelang Kota Sejuta Bunga (MKSB). Namun demikian sejauh ini implementasi slogan MKSB yang diperkuat dengan Perda Kota Magelang Nomor 11 tahun 2014 tentang Branding Kota Magelang itu terbilang masih belum optimal. Setali tiga uang, dukungan dan partisipasi masyarakat di Kota Magelang pun terasa masih belum tampak nyata untuk menggenjot slogan MKSB. Slogan MKSB sebagai wujud penataan kota secara komprehensif juga masih belum terlihat geliatnya di tingkat Kota maupun lingkungan masyarakat di Kota Magelang. Padahal ini penting demi mewujudkan pembangunan Kota Magelang sebagai kota yang bersih, indah dan berwawasan lingkungan dengan ikon utama bunga. Kota yang indah dan asri dengan keberadaan beragam bunga yang ditanam di tempat-tempat strategis dan taman-taman kota.

Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah belum adanya maskot (ikon) tanaman bunga yang menjadi ciri khas sekaligus mencirikan eksotisme tanaman bunga Kota Magelang. Padahal menurut sejarah, dulunya Magelang dikenal sebagai sentra penghasil tanaman hias, utamanya anggrek. Tanaman anggrek khas Magelang sudah sejak lama digemari dan diburu masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini sebenarnya menjadi potensi yang tidak boleh diabaikan untuk mengangkat kembali pengembangan tanaman anggrek sebagai komoditas unggulan guna memperkuat slogan MKSB.

Sebagai salah satu komoditas hortikultura yang penting, anggrek memiliki nilai ekonomi dan estetika tinggi. Selain itu anggrek punya daya tarik tersendiri dibandingkan tanaman hias lainnya sehingga banyak diminati konsumen di dalam dan luar negeri. Bunga anggrek merupakan bunga tropis yang paling banyak dimanfaatkan dalam peradaban masyarakat modern dan terus berkembang karena keragaman dan ciri khasnya. Kebutuhan terhadap bunga anggrek dewasa pun juga kian meningkat seiring dengan banyaknya event-event penting, seperti perhelatan pernikahan, lebaran, natal, tahun baru, dan ulang tahun. Belum lagi kebutuhan untuk karangan bunga, untuk ucapan selamat dan rangkaian bunga meja untuk hotel, restoran, perkantoran dan bank.

Melihat peluang agribisnis anggrek yang relatif menjanjikan dan potensinya untuk memperkuat slogan MKSB Jilid II di Kota Magelang, Pemerintah Kota Magelang perlu menyusun roadmap langkah strategis pengembangan anggrek sebagai maskot (ikon) bunga Kota Magelang. Langkah strategis Pemerintah Kota Magelang dalam usaha pengembangan agribisnis anggrek untuk memperkuat slogan MKSB perlu diarahkan untuk menciptakan iklim yang mendorong berkembangnya agribisnis dan meningkatnya peluang pasar bagi komoditas anggrek.

Pengembangan agribisnis anggrek merupakan alternatif kebijakan yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengangkat kembali slogan MKSB. Sistem agribisnis perlu menampilkan kegiatan on farm dan off farm secara terpadu, memberi peluang bagi pengembangan agribisnis anggrekdi Kota Magelang sebagai ikon yang akan memperkuat slogan MKSB. Beberapa strategi yang dapat ditempuh antara lain dengan :

1. Menyusun rancang bangun tahapan pembungaan anggrek

Alur kegiatan atau tahapan pembungaan anggrek secara komprehensif perlu disusun mengingat sampai sejauh ini belum ada rancangan detail tahapan pembungaan komoditas anggrek. Berikut adalah tahapan pembungaan anggrek menurut umur bibit (seperti pada Bagan Alur Strategi Pengembangan Agribisnis Anggrek Untuk Memperkuat Slogan MKSB) yang dapat dilakukan untuk pengembangan agribisnis komoditas anggrek : 

a.Pembesaran bibit anggrek botolan ( 0 HST) menjadi anggrek umur 6 bulan

Pada tahapan ini anggrek botolan hasil kultur jaringan dipindah tanam (transplanting) ke media single pot dan selanjutnya sebaiknya dilakukan pemeliharaan di Green House milik Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang selama kurang lebih 6 bulan

b. Pembesaran bibit anggrek umur 6 bulan menjadi bibit anggrek umur 12 bulan

Setelah bibit anggrek berumur 6 bulan, pembesaran bibit anggrek hingga berumur 12 bulan dapat memberdayakan mitra pelaku utama dan pelaku usaha binaan Disperpa Kota Magelang. Pelaku utama dan pelaku usaha dapat memperoleh nilai tambah secara ekonomi dari usaha pembesaran bibit anggrek pada tahap kedua ini.

c. Pembesaran bibit anggrek umur 12 bulan menjadi bibit anggrek umur 18 bulan

Tahapan selanjutnya dengan pola yang sama dapat dilakukan seperti tahapan kedua, selama 6 bulan berikutnya hingga bibit anggrek berumur 18 bulan. Pelaku utama dan pelaku usaha juga dapat memperoleh nilai tambah secara ekonomi dari usaha pembesaran bibit anggrek pada tahap ketiga ini.

d. Inisiasi pembungaan anggrek di dataran tinggi (lebih dari 1000 m dpl)

Pada tahapan akhir ini, keterlibatan Disperpa Kota Magelang sangat vital dengan menyiapkan lahan untuk inisiasi pembungaan anggrek di lahan dataran tinggi (lebih dari 1000 m dpl). Bibit anggrek remaja yang sudah berumur 18-20 bulan, baik produksi Disperpa maupun binaan Disperpa yang siap berbunga dibawa ke lokasi lahan tersebut selama sekitar 2-3 bulan hingga serempak berbunga (keluar knop/tangkai bunga secara serempak). Selanjutnya bibit dapat dibawa kembali ke Kota Magelang untuk dipasarkan ke konsumen. Pemasaran dapat melalui swalayan anggrek yang direncanakan di area kantor Disperpa Kota Magelang, Kampung Anggrek maupun pemasaran online dan offline untuk sejumlah kegiatan, antara lain festival anggrek, kontes anggrek dan usaha rental anggrek.

Catatan : BAGAN ALUR SESUAI PADA NASKAH KAJIAN ISU STRATEGIS 2019

 

2.Menumbuhkembangkan kampung anggrek

Inisiasi Kampung Anggrek di Kota Magelang akan sangat menarik untuk dikembangkan mengingat banyak sekali koleksi bunga anggrek khas Magelang seperti jenis Phalaenopsis, Dendrobium, Cattleya dan Vanda tricolor. Kampung Anggrek masih sangat jarang terutama untuk lokasi budidaya dan koleksi jenis yang lengkap. Saat ini baru rintisan di Kelurahan Tidar Selatan dan Kedungsari. Kampung Anggrek di Tidar Selatan dan Kedungsari diharapkan tidak hanya sebagai destinasi wisata tani tetapi dapat menjadi media pembelajaran masyarakat dan wisata belanja bunga anggrek.

Kampung Anggrek ini dapat dipadukan dengan Swalayan Anggrek. Wisatawan dapat leluasa membeli anggrek dari berbagai jenis dan ukuran lengkap dengan peralatannya seperti pot dan media tanam yang lain. Inisisasi Kampung Anggrek di Kota Magelang diharapkan dapat memberdayakan masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat di wilayah tersebut. Bila dikelola dengan baik potensi Kampung Anggrek sangat besar untuk dikembangkan supaya memberikan manfaat ekonomi yang besar bagi masyarakat, sekaligus memiliki daya ungkit untuk memperkuat slogan MKSB.

 

3. Menumbuhkembangkan swalayan anggrek

Keberadaan swalayan anggrek akan semakin memperkuat slogan MKSB. Inisiasi swalayan anggrek dilakukan melalui peningkatan fungsi area green house kantor Disperpa Kota Magelang, Jl. Kartini.Nomor 3 Magelang. Komoditas anggrek yang dipamerkan adalah anggrek remaja yang sudah berbunga, hasil inisiasi pembungaan di daerah dataran tinggi. Anggrek berasal dari pengembangan Dinas maupun binaan Dinas.

Swalayan dapat dibuka sampai malam untuk mengakomodir wisatawan maupun hobiis yang ingin berbelanja bunga anggrek. Di swalayan tersebut, pelaku usaha anggrek Kota Magelang dapat memasarkan hasil produksinya kepada konsumen. Konsumen atau hobiis anggrek dapat bertransaksi anggrek secara langsung, sekaligus berkonsultasi terkait budidaya dan pemasaran tanaman anggrek. Anggrek yang dipasarkan sebaiknya diprioritaskan yang sudah berbunga sehingga pelaku usaha dapat memperoleh nilai tambah.

 

4. Inisiasi penyelenggaraan festival dan kontes anggrek

Festival dan kontes anggrek akan mendongkrak kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara untuk datang ke Kota Magelang. Mereka diharapkan tertarik berkunjung ke Kota Magelang melalui keindahan dan kecantikan bunga anggrek. Festival dan kontes anggrek dapat mempromosikan dan mengedukasi minat masyarakat terhadap komoditas anggrek. Sejumlah pelaku utama dan pelaku usaha akan memiliki momentum untuk berpartisipasi aktif mengenalkan dan memasarkan komoditas anggrek. Kegiatan ini juga dapat meningkatkan prestise komoditas anggrek sehingga akan meningkatkan nilai ekonomi bagi pelakunya.

Beberapa kegiatan ikutan yang dapat digelar antara lain pameran dan bursa anggrek, demo merangkai anggrek, pelatihan budidaya anggrek, pelatihan menanam anggrek dan klinik kesehatan tanaman anggrek serta lomba mewarnai dan melukis baik untuk dewasa maupun anak-anak. Masyarakat teredukasi komoditas anggrek yang endingnya dukungan masyarakat meningkat terhadap komoditas anggrek sebagai ikon slogan MKSB.

 

5. Pemilihan duta anggrek

Penyelenggaraan even pemilihan Duta Anggrek Kota Magelang diharapkan dapat memperkuat kampanye Ayo Ke Magelang Jilid II melalui slogan MKSB. Pelaksanaannya setiap tahun dapat dikaitkan dengan hari Jadi Kota Magelang. Kriteria utama penilaian peserta lomba diharapkan dapat mengkampanyekan anggrek sebagai ikon MKSB Jilid II. Untuk itu peserta (diprioritaskan usia pelajar) harus memiliki kemampuan pengetahuan tentang anggrek. Penilaian sebaiknya tidak hanya berdasarkan fisik saja tetapi juga pada aspek inner beauty dan kecerdasan pengetahuan para peserta lomba.

Proses Pemilihan Duta Anggrek ada baiknya dibuka pendaftaran secara online. Proses seleksi umumnya meliputi tahap seleksi administrasi, uji kompetensi dan wawancara terhadap peserta. Pada saat uji kompetensi peserta dapat diminta menyiapkan sebuah proposal program dan rencana implementasi kegiatan jika terpilih sebagai Duta Anggrek. Selanjutnya kandidat juara sebelum dikukuhkan sebagai Duta Anggrek diberikan pembekalan terkait 3 hal yaitu Kota Magelang, Anggrek dan MKSB.

 

6. Promosi souvenir anggrek

Tradisi souvenir dewasa ini sudah mulai bergeser dari barang yang tak hidup dikonversi menjadi souvenir hidup seperti bibit anggrek. Bibit anggrek dapat ditradisikan sebagai souvenir pada sejumlah even masyarakat seperti acara pernikahan, acara tasyakuran dan sejenisnya. Manfaat ekonomi bagi pelaku utama (petani) dan pelaku usaha (pedagang) di Kota Magelang semakin meningkat sekaligus memperkuat slogan MKSB (Penulis Kajian Among Wibowo, SP, MMA, dirangkum dari Kajian Isu Strategis Badan Litbang Kota Magelang 2019 ).

PERIKANAN PERKOTAAN

Ditulis oleh Kurnia Hardjanto, S.Pi, M.Eng on . Posted in Artikel Pertanian

 

Sektor Perikanan memiliki kontribusi dalam pembangunan daerah dengan adanya diversifikasi usaha mulai dari hulu hingga hilir di berbagai wilayah Indonesia. Usaha perikanan yang beraneka ragam menjadi pilihan bagi masyarakat yang akan bergelut di sektor perikanan. Selain itu, usaha perikanan memiliki peluang untuk dikembangkan tidak hanya pada daerah yang memiliki sumber daya perikanan yang melimpah, tetapi pada daerah yang minim akan sumber daya ikan. Karena sifat usaha perikanan yang cenderung mudah diciptakan dengan aneka ragam usaha di dalamnya untuk meningkatkan nilai tambah produk perikanan, seperti usaha pengolahan ikan. Sehingga berbicara pembangunan perikanan tidak melulu pada wilayah pesisir atau kepulauan lagi, tetapi juga pada wilayah pedesaan hingga perkotaan.

PERAN DAN FUNGSI KELOMPOK PERIKANAN

Ditulis oleh Kurnia Hardjanto, S.Pi, M.Eng on . Posted in Artikel Pertanian

 

Kelompok pelaku utama perikanan merupakan wadah kebersamaan para pelaku utama di bidang perikanan dalam upaya untuk mencapai pelaku utama yang tangguh, yaitu yang mampu mengambil keputusan dan tindakan secara mandiri dalam upaya memecahkan masalahnya sendiri, menghadapi tantangan dan mengatasi kendala yang ada. Dengan demikian kelompok memiliki peran antara lain sebagai media komunikasi dan dan pergaulan sosial yang wajar, lestari dan dinamis, basis untuk mencapai pembaharuan yang merata serta pemersatu aspirasi yang murni dan sehat. Selain itu, kelompok menjadi wadah yang efektif dan efisien untuk belajar serta bekerjasama dan dapat menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.

GERAKAN MEMASYARAKATKAN MAKAN IKAN (GEMARIKAN)

Ditulis oleh Kurnia Hardjanto, S.Pi, M.Eng on . Posted in Artikel Pertanian

 

Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) menjadi upaya meningkatkan angka konsumsi ikan serta menumbuhkan kesadaran individu dan kelompok masyarakat tentang arti penting mengkonsumsi ikan. Gemarikan sebagai gerakan nasional dilaksanakan mulai dari tingkat pusat hingga daerah sejak tahun 2004 dan menjadi bagian dari program Nawacita Kabinet Kerja 2014-2019 butir ke-5, yaitu komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.

Sebagai gerakan nasional, Gemarikan memiliki karakteristik khusus dibanding gerakan nasional yang lainnya antara lain :

1. Memiliki tujuan jelas, yaitu membangun kesadaran gizi individu maupun kolektif masyarakat agar gemar mengkonsumsi ikan.

2. Bersifat massal, yaitu melibatkan lintas Sektor, Instansi, Lembaga, Perguruan Tinggi, Swasta, Kelompok Masyarakat dan masyarakat luas.