PERIKANAN ORGANIK

Ditulis oleh Kurnia Hardjanto, S.Pi, M.Eng on . Posted in Artikel Pertanian

 

Perikanan organik merupakan perikanan ramah lingkungan, yaitu dari proses produksi yang tidak menggunakan zat-zat yang berbahaya dan merusak lingkungan hingga menghasilkan produk yang aman dan berkualitas.Perikanan organik mencoba mengurangi beberapa masalah yang muncul dari maraknya industri perikanan saat ini, yang berpotensi mempengaruhi keseimbangan ekosistem di perairan. Perikanan organik melihat kegiatan perikanan sebagai proses yang berkelanjutan dan tidak menyebabkan masalah terhadap lingkungan sekitarnya.

Standar perikanan organik di Indonesia mengacu pada standar yang dikeluarkan oleh International Federation of Organic Agriculture Movement (IFOAM). Standar ini mencakup mulai dari proses awal budidaya hingga penanganan pasca panen. Beberapa kriteria yang harus dipenuhi dari perikanan organik antara lain :

1.      Kondisi Dasar

Ikan yang dipelihara harus diberi kesempatan untuk berperilaku alami, pertumbuhan ikan dikontrol langsung untuk menjamin kesehatan dan kesejahteraannya.  

DIVERSIFIKASI TANAMAN

Ditulis oleh pertanian on . Posted in Artikel Pertanian

 

Kebutuhan pangan di Indonesia untuk saat ini masih dalam kondisi yang cukup aman.  Namun lambat laun, pangan akan menjadi masalah yang besar akibat penurunan produksi  pertanian dan kurangnya lahan pertanian yang produktif dikarenakan perluasan lahan  pemukiman penduduk serta lahan industri.

PENANGANAN DAERAH RAWAN PANGAN

Ditulis oleh pertanian on . Posted in Artikel Pertanian

 

Pangan merupakan kebutuhan esensial bagi kehidupan manusia, karena pangan selain dibutuhkan bagi pemenuhan kebutuhan psikologis, pangan juga dapat membentuk SDM sebagai aset pembangunan bangsa dan negara. Masalah pangan akan dapat menjadi pemicu terjadinya masalah rawan pangan dan masalah gizi.

PENGELOLAAAN CADANGAN PANGAN

Ditulis oleh pertanian on . Posted in Artikel Pertanian

 

 

Ketersediaan pangan berfungsi menjamin pasokan pangan untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduk, dari segi kualitas, kuantitas, keragaman dan keamanannya. Ketersediaan pangan dapat dipenuhi dari tiga sumber yaitu : (1) produksi dalam negeri/daerah (2) pemasokan pangan (3) cadangan pangan.

Pengelolaan cadangan pangan harus dilakukan oleh pemerintah, pemerintah provinsi, pemerintah kab/kota, pemerintah desa/kelurahan dan masyarakat, sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2002. Cadangan pangan merupakan salah satu komponen penting dalam ketersediaan pangan, karena cadangan pangan merupakan sumber pasokan untuk mengisi kesenjangan antara produksi dan kebutuhan dalam negeri atau daerah dari waktu ke waktu.