PENYAKIT PADA KUCING

Ditulis oleh pertanian on . Posted in Artikel Pertanian

PENYAKIT PADA KUCING

  1. RABIES

Sama seperti pada anjing, kucing juga dapat terinfeksi virus rabies. Rabies adalah infeksi b=virus yang ditularkan melalui gigitan hewan yang terinfeksi. Infeksi ini langsung mempengaruhi system syaraf pusat.

Kucing yang terinfeksi dapat mengalami demam, hipersalivasi (keluar air liur yang berlebihan), menggigit-gigit benda, pupil melebar, perubahan abnormal pada nafsu makan, agresif.

Pada tahan terakhir kucing dapat mengalami kelumpuhan dan kegagalan pada pernafasan, sehingga hal tersebut dapat menimbulkan kematian.

  1. INFEKSI SALURAN PERNAFASAN

Gejala yang ditimbulkan dari infeksi ini adalah hidung dan mata berair, demam, mata memerah, bersin, dan nafsu makan menurun.

  1. PANLEUKOPENIA VIRUS

Pada penyakit ini, jumlah sel darah purih pada kucing akan mengalami penurunan yang sangat drastic. Kondisi ini dapat mempengaruhi kekebalan tubuh. Sehingga kucing akan lebih rentan terhadap beberapa infeksi.

Gejala yang ditimbulkan adalah kehilangan nafsu makan, diare, dan muntah.

Virus ini tergolong sangat menular. Penularan dapat melalaui kontak secara langsung yaitu kontak dengan kucing yang terinfeksi, dan secara tidak langsung yaitu melalui kontak dengan manusia yang sebelumnya telah kontak dengan kucing yang terinfeksi, dari tempat makan, alas kandang, kotoran, maupun bulu.

  1. Ektoparasit

Ektoparasit atau Parasit Eksternal yang biasa ditemukan adalah pinjal, kutu, dan tungau. Pinjal dan kutu biasa berada menempel pada bulu kucing. Namun tungau biasanya berada pada telinga maupun telapak kaki kucing penderita yang dapat mengakibatkan timbulnya keropeng dan menimbulkan gatal-gatal parah.

  1. ENDOPARASIT

Endoparasit atau parasite internal merupakan parasite yang ada dalam usus. Parasite yang biasa ditemukan adalah cacing tambang dan cacing pita. Selain cacing, ditemukan juga protozoa berupa coccidian. Coccidia hidup dalam sel-sel lapisan usu kucing sehingga menyebabkan kucing menjadi diare, dehidrasi, dan lesu apabila jumlah parasite terlalu banyak.

  1. Feline Chlamydia

Feline Chlamydia merupakan jenis bakteri yang dapat menimbulkan terjadinya infeksi pada mata sehingga terjadi konjungtivitis.

Gejala yang ditimbulkan adalah batuk, bersin, anoreksia, radang paru-paru, sudah bernafas, demam, dan mata berair.

  1. Feline Urinary Sindrome

Feline Urinary Sindrome (FUS) merupakan penyakit yang berhubungan dengan system kemih kucing yang menyebabkan rasa nyeri, perdarahan, dan peningkatan frekuensi untuk buang air kecil.

Gejala umum yang ditimbulkan adalah ada darah dalam urin, sering buang air kecil sampai tidak mampu buang air kecil. Gejala lain yang timbul adalah turunnya nafsu makan, muntah, dehidrasi, depresi, dan bahkan kematian.

  1. Feline Calici Virus

Virus ini menyerang pernapasan, mulut, pencernaan, otot dan tulang.

Gejala yang ditimbulkan adalah hilangnya nafsu makan, mata berair, hidung berlendir, luka pada lidah dan bibir, sulit bernafas, dak sakit sendi. Pada kasus yang berat terjadi juga pneumonia, hepatitis, dan pendarahan.

Penularannya dapat melalui lender mata dan hidung, menghirup virus dari bersin, penggunaan mangku makan dan litterbox bersama, dan kontaminasi llingkungan.

PENYAKIT PADA ANJING

Ditulis oleh pertanian on . Posted in Artikel Pertanian

 

 

 

  1. Rabies

Penyakit akut yang disebabkan oleh virus ini memengaruhi sistem saraf dan bisa menyebar ke hampir semua hewan dan manusia. Anjing yang belum diberi vaksin rabies berisiko terkena penyakit ini jika sudah terekspos atau digigit oleh hewan liar.Tiga golongan mengenai penyakit ini:

  1. Stadium Melancholium yang mengakibatkan anjing terlihat gelisah, kehilangan selera minum dan makan.
  2. Stadium Exitatie yang dalam beberapa hari saja dapat membuat anjing menggigit apa saja , lalu kabur sampai beberapa jauh kilometer.
  3. Stadium Paraltycum yang dalam waktu seminggu dapat membuat anjing menjadi lumpuh dan mati.

Anjing biasanya harus mendapat vaksinasi Rabies pada umur 5 bulan.

OLAHAN LIDAH BUAYA SEGAR DAN MENYEHATKAN

Ditulis oleh pertanian on . Posted in Artikel Pertanian

 

Pada Maret 2017 yang lalu, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang mengadakan pelatihan Olahan Lidah Buaya selama 2 hari. Pelatihan ini merupakan tindak lanjut pelatihan budidaya lidah buaya yang telah dilaksanakan sebelumnya.

 

Kenapa lidah buaya?

Lidah buaya yang selama ini hanya digunakan untuk rambut, ternyata mempunyai segudang manfaat. Selain untuk bahan baku industri farmasi dan kosmetika, lidah buaya ternyata dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan minuman untuk kesehatan.

 

Berikut ini merupakan kandungan vitamin dan nutrisi yang ditemukan dalam 100 gram lidah buaya.
1.    Kandungan vitamin B1 sebanyak 0,01 miligram

2.    Kandungan zat besi sebanyak 0,8 miligram

3.    Kandungan fosfor sebanyak 186 miligram

4.    Kandungan kalsium sebanyak 85 miligram

5.    Kandungan karbohidrat sebanyak 0,4 gram

6.    Kandungan lemak sebanyak 0,2 gram

7.    Kandungan protein sebanyak 0,1 gram

8.    Kandungan energi 4 kilokalori

MENUMBUHKEMBANGKAN KELEMBAGAAN EKONOMI PETANI MELALUI KESWADAYAAN PETANI

Ditulis oleh pertanian on . Posted in Artikel Pertanian

 

Oleh :

Among Wibowo, SP, MMA

Penyuluh Pertanian Madya pada Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang

 

 

Sudahkah kita mengetahui tentang Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) yang sudah tidak asing lagi bagi pembaca. KEP umumnya tumbuh kebanyakan berasal dari bantuan program pemerintah seperti Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) atau lainnya. Tetapi bagaimana dengan KEP seperti Koperasi yang tumbuh dari swadaya petani.

Perlu diketahui pengertian dari Kelembagaan Ekonomi Petani adalah lembaga yang melaksanakan kegiatan usahatani yang dibentuk oleh, dari, dan untuk petani, guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi usahatani, baik yang berbadan hukum maupun yang belum berbadan hokum. Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) yang termasuk didalamnya Kelompok Usaha Bersama (KUB), Koperasi dan Perseroan Terbatas (PT), merupakan salah satu terobosan dalam rangka pemberdayaan petani dalam pengembangan usaha yang dikelola oleh petani sendiri secara profesional di sektor pertanian.