Potensi Perikanan Kota Magelang: Mina Wisata di Kota Magelang

Ditulis oleh Super User on . Posted in Artikel Pertanian

PICT1606DSC00177

Kota Magelang yang secara geografis terletak pada posisi 7° Lintang Selatan dan 110° Bujur Timur dengan ketinggian 380 m di atas permukaan laut memiliki letak strategis karena terletak hampir di tengah Pulau Jawa dan berada di persimpangan poros utama, diantaranya : Yogyakarta - Semarang; Yogyakarta - Wonosobo; Semarang - Kebumen – Cilacap dan kota-kota lain di sekitarnya. Sebagai kota terkecil di Provinsi Jawa Tengah, Kota Magelang memiliki luas wilayah 18,12 km2 yang terbagi ke dalam 3 (tiga) kecamatan dan 17 (tujuh belas) kelurahan (Data BPS Kota Magelang 2010). Sebagai daerah yang memiliki luas relatif kecil, Kota Magelang praktis tidak banyak mengandalkan potensi sumber daya alam untuk pembangunan daerah. Sesuai dengan Visi Kota Magelang Tahun 2010-2015 yaitu "Terwujudnya Kota Magelang sebagai Kota Jasa yang Maju, Profesional, Sejahtera, Mandiri dan Berkeadilan", Kota Magelang lebih menitikberatkan pembangunan pada pelayanan jasa di semua bidang, yaitu ingin mewujudkan terciptanya pelayanan jasa dalam semua bidang (pendidikan, perdagangan, pariwisata, kesehatan, dsb) bagi masyarakat kota dan masyarakat daerah sekitar.

Mengenal Nilai Gizi Ikan

Ditulis oleh Super User on . Posted in Artikel Pertanian

IKAN terdiri dari ikan air tawar dan ikan laut. Keduanya adalah makanan sumber protein yangsangat penting untuk pertumbuhan tubuh. Ikan mengandung 18 % protein terdiri dariasam-asam amino esensial yang tidak rusak pada waktu pemasakan. Kandungan lemaknya 1-20 % lemak yang mudah dicerna serta langsung dapat digunakan oleh jaringan tubuh. Kandungan lemaknya sebagian besar adalah asam lemak tak jenuh yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan dapat menurunkan kolesterol darah.

Macam-macam ikan mengandung jumlah lemak yang bervariasi, ada yang lebih berlemak dan ada yang kurang berlemak. Lemak merupakan salah satu unsur besar dalam ikan, unsur lainnya adalah protein, vitamin, dan mineral. Orang telah menyadari makan ikan dari laut dan air tawar lebih baik nilai gizinya, namun hanya orang di pesisir yang gemar makan ikan laut. Orang di daerah pedalaman jarang mengkonsumsi ikan laut, mungkin karena kesegarannya kurang terjamin sehingga bisa mengubah rasa ikan tersebut. Di daerah pedalaman yang ada sungai, empang, dan danau tentu banyak ikan air tawar yang tidak kalah nilai proteinnya dan juga bermanfaat untuk pertumbuhan tubuh.

Menghasilkan Padi 25 Ton/Ha

Ditulis oleh Super User on . Posted in Artikel Pertanian

padiSiti Hediati Hariyadi atau akrab dikenal Titiek Soeharto hari ini melakukan panen perdana varietas padi baru yang diberi nama HMS. Padi HMS yang merupakan kepanjangan dari Haji Muhammad Soeharto atau Hidup Makmur Sejahtera ternyata jenis padi unggulan.

Padi HMS merupakan hasil pengembangan Institut Pertanian Bogor dan baru pada taraf ujicoba. Untuk ujicoba, padi HMS ini ditanam di sawah seluas 12 Ha di Dusun Pucanganom, Desa Murtigading, Kecamatan Sanden, Bantul, DIY.

Target awal, perhektare sawah mampu menghasilkan 12 hingga 14 ton padi HMS. Namun target panen hari ini ternyata jauh terlampaui, karena varietas baru ini mampu menghasilkan hingga 25 ton padi perhektar.