• Magelang Kota Sejuta Bunga
    Berangkat dari sebutan "Sebagai Tuin Van Java" (Kota Kebun atau Tamannya Pulau Jawa), Magelang dijuluki sebagai Kota Sejuta Bunga. Ibarat bunga, Kota Magelang ...
    Read more
  • Ayo Ke Magelang
    Ayo Ke Magelang

    Never Ending Eating-eating & Walking-walking ...

  • Taman Wisata Candi Borobudur
    Taman Wisata Candi Borobudur

    Mari berkunjung ke Taman Wisata Candi Borobudur, objek wisata favorit di Indonesia...

  • Magelang (1)
    Magelang (1)
  • Magelang (2)
    Magelang (2)
  • Magelang (3)
    Magelang (3)
  • Magelang (4)
    Magelang (4)
  • Magelang (5)
    Magelang (5)
  • Magelang (6)
    Magelang (6)
  • Magelang (7)
    Magelang (7)
  • Magelang (8)
    Magelang (8)
  • Magelang (9)
    Magelang (9)
  • Magelang (10)
    Magelang (10)
  • Magelang (11)
    Magelang (11)
  • Magelang (12)
    Magelang (12)
  • Magelang (13)
    Magelang (13)

Sambut Era Magelang Cantik, Disperpa Fokus Kembangkan KWT Untuk Ketahanan Pangan Kota Magelang

on .

MAGELANG – Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang semakin serius untuk memastikan semakin mantapnya ketahanan pangan di Kota Magelang. Melalui penumbuhan dan pengembangan Kelompok Wanita Tani (KWT) di setiap kelurahan untuk memanfaatkan potensi pekarangan masyarakat, Disperpa fokus meningkatkan produksi sayuran organik di lahan-lahan sempit masyarakat. Upaya ini sejalan dengan program Walikota Magelang dr. Muchammad Nur Azis, Sp.PD untuk mewujudkan Magelang Cantik (Magelang Cinta Organik).

Kadisperpa, Ir. Eri Widyo Saptoko, MSi, hari selasa (13/04/2021) di ruang kerjanya menjelaskan berbagai jurus dilakukan Disperpa untuk menjaga eksistensi sektor pertanian di Kota Magelang. Salah satunya dengan fokus menggenjot pemanfaatan pekarangan di perkotaan dengan sejumlah tanaman sayuran. Hal ini didasari kenyataan semakin sempitnya lahan pertanian yang berbentuk sawah dan tegalan. Saat ini, lanjutnya, luas lahan pertanian produktif di Kota Magelang tinggal menyisakan 142,83 ha sawah dan 18,51 ha tegalan saja, sedangkan luas lahan pekarangan (menurut data BPS tahun 2019) malah mencapai 1.234 ha. “Artinya ada potensi yang lebih besar untuk mengoptimalkan lahan pekarangan, mengingat luasannya yang mencapai hampir 8 kali lebih luas dibandingkan sawah dan tegalan yang kita miliki,”tandasnya.

Terkait realitas itu Eri mengungkapkan sudah saatnya Kota Magelang berbenah dan berubah arah kebijakan pembangunan daerahnya. Dari yang semula berbasis pembangunan infrastruktur menjadi berbasis pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. “Sesuai tupoksi, kami sangat mendukung upaya Walikota Magelang dalam mewujudkan Magelang Cantik yang sasaran akhirnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan. Harapannya masyarakat Kota Magelang lebih maju, sejahtera dan bahagia sebagaimana harapan Bapak Walikota,”jelasnya.


Eri menambahkan, untuk mendukung program 100 hari kerja Walikota Magelang di sektor pertanian dan pangan, OPD yang dipimpinnya saat ini juga sudah membuat KWT percontohan di 2 lokasi, yaitu KWT Sari Makmur (Kedungsari) dan KWT Kartini (Wates). Harapannya tata kelola di kedua KWT dapat menjadi contoh best practices bagi KWT-KWT lain yang sedang dan akan tumbuh di Kota Magelang. “Kedua KWT (Sari Makmur dan Kartini, red) sudah kami dampingi dan kawal secara intensif sejak pertengahan bulan Maret lalu dan endingnya berkenan pada saatnya Bapak Walikota Magelang melakukan panen di kedua KWT tersebut untuk menandai era Magelang Cantik,”paparnya.

Selain fokus pada penumbuhan dan pengembangan KWT, lanjut Eri, Disperpa direncanakan juga akan melakukan pembenahan dan perombakan jenis tanaman di Kebun Bibit Senopati (KBS). Hal ini untuk menindaklanjuti arahan Walikota Magelang dr. Muchammad Nur Azis, Sp.PD saat kunjungan ke KBS beberapa waktu lalu untuk mengubah komposisi jenis tanaman yang ada di KBS. “ Bapak Walikota meminta perubahan komposisi jenis tanaman yang lebih eksotik dan yang tidak ditanam masyarakat. Kami siap menindaklanjuti, tinggal menunggu dukungan anggaran saja,”pungkasnya.

Terinformasi Kadisperpa beserta jajarannya hari jumat (26/03/2021) lalu menggelar tanam perdana berbagai jenis tanaman sayuran di 2 lokasi Kelompok Wanita Tani (KWT), masing-masing KWT Kartini kelurahan Wates dan KWT Sari Makmur kelurahan Kedungsari. Kegiatan ini selain dipersiapkan untuk mendukung program 100 hari kerja Walikota Magelang juga untuk menandai era baru pengembangan pertanian perkotaan secara terpadu (integrated urban farming) di Kota Magelang. Hadir dalam tanam perdana sayuran tersebut para anggota dari kedua KWT. Sementara Kadisperpa didampingi antara lain Sekretaris Dinas, perwakilan Bidang Pertanian, perwakilan Bidang Ketahanan Pangan dan KJF Penyuluh Pertanian.

Model penanaman di lahan demplot KWT Kartini kelurahan Wates seluas 150 meter dilakukan secara tumpangsari terdiri dari cabai, kol bunga dan sawi putih. Demikian pula di KWT Sari Makmur kelurahan Kedungsari, penanaman dilakukan secara tumpangsari dan monokultur dengan lebih banyak jenis tanaman di lahan seluas 150 meter persegi. Antara lain dengan cabai, tomat, sawi pakchoy, selada merah, kangkung, bayam dan sawi hijau/caisim. Selama masa produksi sayuran, Disperpa menerjunkan Penyuluh Pertanian dan para THL untuk melakukan pendampingan dan pembinaan secara rutin kepada KWT sehingga diharapkan produksi dan hasil panen sayuran lebih meningkat.

Adapun dasar pemilihan kedua lokasi tersebut (KWT Sari Makmur dan KWT Kartini) dilandasi pertimbangan kedua KWT sejauh ini konsisten berkegiatan dan menunjukkan kesungguhan untuk terus berkembang dan menjadi pioneer dalam budidaya sayuran di lahan-lahan sempit pekarangan milik masyarakat.   Di kedua KWT tersebut Disperpa Kota Magelang juga akan intens dan fokus mengembangkan model pertanian perkotaan terpadu (integrated urban farming) di lahan sempit. Sejumlah komoditas didorong untuk dikembangkan kedua KWT, antara lain tanaman sayuran, tanaman biofarmaka, tanaman hias, ternak dan ikan.

Terpisah, Koordinator Penyuluh Pertanian, Among Wibowo mendukung upaya-upaya yang dilakukan instansinya (Disperpa, red) untuk terus fokus pada pengembangan urban farming. Pihaknya akan mengoptimalkan pendampingan dan pembinaan kepada KWT binaan Disperpa. Hal ini, katanya, karena saat ini urban farming di Kota Magelang menjadi solusi paling tepat menjawab tantangan jaman, sekaligus dapat menunjukkan eksistensi sektor pertanian dan pangan Kota Magelang di tengah realita semakin derasnya konversi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian.

 Menurutnya pola integrated urban farming (pertanian perkotaan terpadu) yang akan diterapkan di Kota Magelang berbeda dengan daerah lain. Implementasinya merupakan keterpaduan suatu kolaborasi antara pertanian, pangan, peternakan dan perikanan. Semua sub sektor dapat dipadukan, tapi sentralnya, tetap pada pertanian dan pangan. “Dalam hal ini masyarakat dapat memanfaatkan lahan sempit seperti pekarangan rumah menjadi lahan produktif untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian sekaligus menemukan aktivitas yang bersifat rekreatif,”tandasnya.


         Merespon aktivitas di kedua KWT, Among berharap dapat menjadi contoh yang baik bagi model penumbuhan KWT di setiap RT se-Kota Magelang. Ia berharap KWT di Kota Magelang (saat ini ada 17 KWT binaan Disperpa) dapat mencoba dan mengadopsi sebanyak mungkin teknologi mulai dari Lorong Sayur, Vertikultur, Hidroponik, Hidroganik, Aquaponik dan Budikdamber. “Bisa dibayangkan kalau setiap RT di Kota Magelang memiliki KWT, akan ada ribuan KWT sumber pangan baru dengan berbagai variasi teknologi pertanian. Bila kondisi ini terwujud maka ketahanan pangan Kota Magelang akan semakin meningkat, disamping adanya peluang munculnya sarana rekreatif di tengah masyarakat dan ketersediaan ruang terbuka hijau di Kota Magelang yang lebih baik,”pungkasnya. (amw, red)

Tandai Era Integrated Urban Farming, Kadisperpa Tanam Perdana Sayuran di 2 KWT

on .

MAGELANG – Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Kadisperpa) Kota Magelang, Eri Widyo Saptoko beserta jajarannya hari jumat (26/03/2021) menggelar tanam perdana berbagai jenis tanaman sayuran di 2 lokasi Kelompok Wanita Tani (KWT), masing-masing KWT Kartini kelurahan Wates dan KWT Sari Makmur kelurahan Kedungsari. Kegiatan ini selain dipersiapkan untuk mendukung program 100 hari program kerja Walikota Magelang juga untuk menandai era baru pengembangan pertanian perkotaan secara terpadu (integrated urban farming) di Kota Magelang. Hadir dalam tanam perdana sayuran tersebut para anggota dari kedua KWT. Sementara Kadisperpa didampingi antara lain Sekretaris Dinas, perwakilan Bidang Pertanian, perwakilan Bidang Ketahanan Pangan dan KJF Penyuluh Pertanian.

 

Dalam kesempatan itu Kadisperpa memaparkan terpilihnya 2 lokasi di KWT Kartini kelurahan Wates dan Sari Makmur kelurahan Kedungsari dilandasi pertimbangan kedua KWT sejauh ini konsisten berkegiatan dan menunjukkan kesungguhan untuk terus berkembang dan menjadi pioneer dalam budidaya sayuran di lahan-lahan sempit pekarangan yang dimilikinya. “Kami harapkan kedua KWT dapat menjadi contoh best practices pengelolaan tanaman sayuran bagi KWT-KWT lainnya yang juga sedang tumbuh di sejumlah lokasi Kota Magelang sekaligus mengawal 100 hari program kerja Walikota Magelang di sektor pertanian dan pangan,”bebernya.

 

 

Eri menjelaskan berbagai jurus dilakukan Disperpa untuk menjaga eksistensi sektor pertanian di Kota Magelang. Salah satunya dengan fokus menggenjot pemanfaatan pekarangan di perkotaan dengan sejumlah tanaman sayuran. Hal ini didasari kenyataan semakin sempitnya lahan pertanian yang berbentuk sawah dan tegalan. Saat ini, lanjutnya, luas lahan pertanian produktif di Kota Magelang tinggal menyisakan 142,83 ha sawah dan 18,51 ha tegalan saja, sedangkan luas lahan pekarangan (menurut data BPS tahun 2019) malah mencapai 1.234 ha. “Artinya ada potensi yang lebih besar untuk mengoptimalkan lahan pekarangan, mengingat luasannya yang mencapai hampir 8 kali lebih luas dibandingkan sawah dan tegalan yang kita miliki,”tandasnya.

 

Lebih lanjut terkait dengan situasi dan kondisi itulah Disperpa Kota Magelang saat ini lebih intens dan fokus dalam mengembangkan model pertanian perkotaan secara terpadu (integrated urban farming) di lahan sempit. Sejumlah komoditas didorong untuk dikembangkan masyarakat khususnya KWT, antara lain tanaman sayuran, tanaman biofarmaka, tanaman hias, ternak dan ikan.

 

 

Terinformasi hari jumat (26/03/2021), Kadisperpa, Eri Widyo Saptoko beserta jajarannya dan sejumlah anggota KWT Kartini kelurahan Wates melakukan penanaman secara tumpangsari sayuran cabai, kol bunga dan sawi putih di lahan demplot seluas kurang lebih 200 meter persegi yang dikelola KWT. Sementara di KWT Sari Makmur kelurahan Kedungsari, penanaman dilakukan di lahan seluas 150 meter persegi dengan jenis tanaman sayuran yang lebih beragam antara lain cabai, tomat, sawi pakchoy, selada merah, kangkung, bayam dan sawi hijau/caisim dengan 2 pola secara tumpangsari dan monokultur. Selama masa produksi sayuran, Disperpa menerjunkan Penyuluh Pertanian dan para THL untuk melakukan pendampingan dan pembinaan secara rutin dan intensif kepada KWT sehingga diharapkan produksi dan hasil panen sayuran lebih meningkat. Sejumlah pengurus dari kedua KWT berharap nantinya (akhir Mei 2021, red) dapat dilakukan panen bersama Walikota Magelang.

 

         Terpisah, Koordinator Penyuluh Pertanian, Among Wibowo mendukung upaya-upaya yang dilakukan instansinya (Disperpa, red) untuk terus fokus pada pengembangan urban farming. Pihaknya akan mengoptimalkan pendampingan dan pembinaan kepada KWT binaan Disperpa. Hal ini, katanya, karena saat ini urban farming di Kota Magelang menjadi solusi paling tepat menjawab tantangan jaman, sekaligus menunjukkan eksistensi sektor pertanian dan pangan Kota Magelang di tengah realita semakin derasnya konversi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian. Merespon aktivitas di kedua KWT, Among berharap dapat menjadi contoh yang baik bagi model penumbuhan KWT di setiap RT se-Kota Magelang. “Bisa dibayangkan kalau setiap RT memiliki KWT, insyaAllah ketahanan pangan masyarakat semakin meningkat, peluang munculnya sarana rekreatif di tengah masyarakat dan pastinya ketersediaan ruang terbuka hijau di Kota Magelang lebih baik,”pungkasnya. (amw, red)

Kapuslatluh KKP Kunker Ke KWT Nusa Indah 3, Kadisperpa : Budidaya Ikan Perkotaan Solusi Jitu Penyediaan Pangan Sehat Dan Bergizi

on .

MAGELANG-Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Kadisperpa) Kota Magelang, Eri Widyo Saptoko hari jumat (19/03/2021) di ruang kerjanya menegaskan masih pentingnya budidaya ikan perkotaan saat ini sebagai solusi jitu dalam upaya mendukung penyediaan pangan dari sub sektor perikanan yang lebih sehat dan bergizi bagi masyarakat. Terbatasnya lahan produksi, perlu disikapi dengan optimalisasi pemanfaatan lahan yang ada dan peningkatan kualitas dan kapasitas SDM perikanan. Hal ini diungkapkannya merespon kunjungan kerja (kunker) Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan (Kapuslatluh) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Lilly Aprilya Pregiwati ke Kelompok Wanita Tani (KWT) Nusa Indah 3, Jagoan Kelurahan Jurangombo Utara Kecamatan Magelang Selatan pada hari kamis lalu (18/03/2021).

Eri mengungkapkan dengan luas wilayah yang hanya 18,12 km2 dan tren penurunan luas lahan pertanian dan perikanan produktif setiap tahunnya, sektor pangan Kota Magelang khususnya sub sektor perikanan memerlukan upaya-upaya khusus untuk mendongkrak produksi dan diversifikasi produk. Kota Magelang, lanjutnya, dengan 3 kecamatan dan 17 kelurahan memiliki potensi lahan budidaya perikanan yang relatif kecil yaitu 6,3 ha. “Pemanfaatan ruang saat ini masih didominasi untuk pemukiman dan industri sehingga ketersediaan lahan perikanan terus menurun setiap tahunnya,”jelasnya.

Sejauh ini menurut Eri, pemanfaatan lahan untuk kegiatan perikanan lebih banyak memanfaatkan sebagian lahan persawahan, kebun hingga pekarangan rumah. Untuk itu, lanjut Eri, pengembangan perikanan di Kota Magelang dapat lebih dititikberatkan pada optimalisasi penggunaan aplikasi teknologi dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) perikanan. “Terlebih pada era kompetisi global saat ini, pelaku utama dan pelaku usaha perikanan dituntut memiliki kapabilitas dan kompetensi agar dapat eksis di tengah persaingan yang sangat dinamis,”tandasnya.

Senada dengan Kadisperpa, Kapuslatluh KKP Lily Aprilya Pregiwati menerangkan kegiatan budidaya perikanan di perkotaan memang lebih baik diarahkan untuk menjadi alternatif solusi penyediaan kebutuhan pangan yang sehat dan bergizi bagi masyarakat. Untuk itu, Lily menilai peran penyuluh perikanan sebagai agen perubahan (agent of change) perlu terus di upgrade agar memiliki kepekaan dalam menangkap peluang dan potensi usaha perikanan yang dapat dikembangkan oleh para pelaku perikanan di perkotaan. “Dalam hal ini, keberadaan penyuluh perikanan harus dapat dirasakan manfaatnya oleh para pelaku utama dan pelaku usaha perikanan,”tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapuslatluh juga berpesan agar kegiatan penyuluhan perikanan lebih dioptimalkan untuk mendorong peningkatan produksi dan produktivitas pelaku perikanan yang ada. Kegiatan penyuluhan perikanan di Kota Magelang diharapkan dilaksanakan pada sasaran perseorangan dan kelompok. Kelompok perikanan umumnya terdiri dari kelompok pembudidaya ikan (pokdakan), kelompok pengolah dan pemasar ikan (poklahsar) serta komunitas ikan hias.

Terinformasi Kapuslatluh KKP, Lily Aprilya Pregiwati didampingi Kepala Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Tegal melakukan kunker ke KWT Nusa Indah 3 Kota Magelang serta sejumlah pelaku utama dan pelaku usaha di Kota Magelang. Kegiatan inti kunker dihelat di area kolam budidaya ikan KWT Nusa Indah 3. Kapuslatluh beserta rombongan disambut langsung oleh Kadisperpa beserta jajarannya, Camat Magelang Selatan, Lurah Jurangombo Utara, pemuka/tokoh masyarakat serta sejumlah tamu undangan.

KWT Nusa Indah 3 yang berdiri tahun 2016 dengan keanggotaan 37 orang itu memiliki kegiatan utama budidaya ikan sistem resirkulasi yang dikombinasikan dengan budidaya tanaman sayuran (hortikultura). Menurut Ketua KWT Nusa Indah 3, Nur Kholifah Budiase, luas lahan budidaya ikan kelompok sebesar 250 m2 dengan komoditas utama adalah lele. Pemasaran hasil budidaya kelompok diprioritaskan untuk mencukupi kebutuhan ikan konsumsi masyarakat sekitar dan sebagian lagi dijual dalam bentuk olahan ikan. “Alhamdulilah tahun 2020 KWT Nusa Indah 3 sudah berhasil meraih Sertifikasi Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB) dari Dirjen Perikanan Budidaya Kementrian Kelautan dan Perikanan. Sertifikat CBIB tadi sudah diserahkan oleh Kapuslatluh kepada kami di sela-sela acara,”jelasnya.

Setelah mengunjungi kolam KWT Nusa Indah 3, Kapuslatluh beserta rombongan mengunjungi unit pengolahan ikan (UPI) kelompok “Bonmino” dengan produk utama abon lele. Kapuslatluh menyapa siswa-siswa LPK yang praktik magang di UPI. Selanjutnya para siswa LPK akan diberangkatkan ke Jepang bulan depan. Kapuslatluh juga singgah dan meninjau usaha aquascape di kelompok “Mina Tidar” di kompleks Sasana Mina Kota Magelang. Kelompok Mina Tidar beranggotakan 13 orang, dengan kegiatan utama berupa pemasaran ikan hias yang area pemasarannya menjangkau hingga wilayah karesidenan kedu dan sekitarnya.

     Terpisah Koordinator penyuluh perikanan Kota Magelang, Kurnia Hardjanto menambahkan pelaksanaan penyuluhan perikanan di Kota Magelang didukung dengan keberadaan penyuluh perikanan di setiap kecamatan dan penyuluh swadaya. Penyuluh swadaya berasal dari unsur pelaku utama, dengan beberapa bidang keahlian antara lain budidaya ikan, pengolahan ikan, aquascape dan ikan hias. “Ke depan, penyuluh swadaya didorong dapat bertambah seiring kebutuhan pembinaan bagi pelaku perikanan,”pungkasnya. (among_wibowo, red)