• Magelang Kota Sejuta Bunga
    Berangkat dari sebutan "Sebagai Tuin Van Java" (Kota Kebun atau Tamannya Pulau Jawa), Magelang dijuluki sebagai Kota Sejuta Bunga. Ibarat bunga, Kota Magelang ...
    Read more
  • Ayo Ke Magelang
    Ayo Ke Magelang

    Never Ending Eating-eating & Walking-walking ...

  • Taman Wisata Candi Borobudur
    Taman Wisata Candi Borobudur

    Mari berkunjung ke Taman Wisata Candi Borobudur, objek wisata favorit di Indonesia...

  • Magelang (1)
    Magelang (1)
  • Magelang (2)
    Magelang (2)
  • Magelang (3)
    Magelang (3)
  • Magelang (4)
    Magelang (4)
  • Magelang (5)
    Magelang (5)
  • Magelang (6)
    Magelang (6)
  • Magelang (7)
    Magelang (7)
  • Magelang (8)
    Magelang (8)
  • Magelang (9)
    Magelang (9)
  • Magelang (10)
    Magelang (10)
  • Magelang (11)
    Magelang (11)
  • Magelang (12)
    Magelang (12)
  • Magelang (13)
    Magelang (13)

Masuki Musim Kemarau, Disperpa Kota Magelang Kembali Ujicoba Padi Raksasa PIM

on .

        MAGELANG - Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang kembali akan melakukan ujicoba demplot padi PIM di lahan persawahan Cacaban, kecamatan Magelang Tengah. Padi asal Blitar, Jawa Timur ini diyakini memiliki keunggulan produktivitas dibandingkan padi varietas lainnya. Kepala Disperpa, Eri Widyo Saptoko kemarin (22/04) di ruang kerjanya menyatakan memasuki musim kemarau tahun 2019, Disperpa Kota Magelang difasilitasi kegiatan demonstrasi plot (plot) dari Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah.

          Eri menyatakan demplot padi PIM musim ini akan dilaksanakan seluas 1 hektar (ha) pada akhir bulan april hingga awal bulan mei 2019. Adapun rakitan teknologi yang digunakan berbeda dari musim sebelumnya dan lebih lengkap sesuai rekomendasi. Demplot ini didampingi penanaman padi varietas lainnya (ciherang dan IR-64) seluas sekitar 3,5 ha. Sehingga total luas pertanaman di hamparan kurang lebih 4,5 ha.

Koordinator Penyuluh Pertanian, Sam Wahyono menjelaskan sebelum pelaksanaan demplot yang dimaksud Kepala Disperpa, KJF Penyuluh Pertanian menggelar Bimbingan Teknis (Bintek) Penguatan Kapasitas Penyuluh dan Penyuluh Swadaya di Balai Penyuluh Pertanian. Kegiatan yang dilaksanakan kemarin (22/04) di rumah Syukur, salah satu petani poktan Marsudikismo Cacaban, dihadiri oleh pejabat Distanbun Provinsi jateng, penyuluh pertanian Kota Magelang dan sekitar 30 orang petani sekaligus penyuluh swadaya di Kota Magelang. Tujuan kegiatan ini tidak lain untuk memberikan gambaran dasar pelaksanaan demplot dan bimbingan teknis pelaksanaan kegiatan sehingga petani dapat berhasil dalam usahatani padinya.

Ketika dikonfirmasi alasan melakukan ujicoba kembali padi PIM, Sam menjelaskan dasarnya adalah potensi hasil yang diperoleh jika tanaman dapat berproduksi optimal dan tidak ada ganggung cuaca seperti musim sebelumnya. Seperti diketahui, musim kemarin Disperpa sudah pernah melaksanakan demplot padi PIM di lahan bengkok seluas 1.500 meter persegi, akhir tahun 2018 lalu. Padi PIM memiliki karakteristik yang khas, antara lain tinggi tanaman yang bisa mencapai 2 meter, bulir padi lebih berisi dan banyak per tanaman, serta perawatan lebih mudah. "Musim lalu kita tanam secara organik, namun karena curah hujan yang sangat tinggi, tanaman setinggi 2 meter itu mudah roboh dan memicu serangan jamur," katanya.

Ditempat terpisah, Among Wibowo, Penyuluh Pertanian Madya pada Disperpa menyatakan padi PIM sangat berpotensi untuk mencapai produksi tinggi bila ditanam pada musim kemarau seperti saat ini. Resiko serangan jamur seperti musim lalu dapat diminimalisir karena cuaca yang lebih mendukung. “Musim ini insyaAllah berbagai antisipasi dilakukan termasuk dengan mengintensifkan aplikasi fungisida untuk mencegah dan melindungi bibit padi PIM sejak dini di lokasi persemaian. Kami belajar banyak dari musim lalu, semoga dapat memenuhi ekspektasi para petani Kota Magelang,”ujarnya

Among menambahkan umur panen padi PIM sekitar 115 hari setelah tanam (HST) dengan potensi tinggi tanaman mencapai 160-200 cm. Ditegaskannya, bukan tinggi tanaman yang menjadi ukuran, tetapi produktivitas/malai yang dihasilkan yang menjadi ukuran keberhasilan demplot ini. “Kita ini harapannya kepada petani, anakan banyak dan panen gabahnya juga banyak. Kalau jerami melimpah jangan dibakar, kembalikan ke tanah untuk menambah unsur silikat yang berfungsi menegakkan tanaman padi agar tidak mudah roboh,”jelasnya.

Terkait rakitan teknologi yang akan digunakan, Among yang juga Penyuluh Pertanian di Kecamatan Magelang Tengah itu memaparkan menggunakan prinsip Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) antara lain tanam bibit muda, pengairan berselang, penyiangan (matun) secara rutin, pemupukan berimbang dan pengendalian hama dan penyakit secara terpadu. “Khusus untuk hasil panen nantinya direncanakan sebagian sebagai sumber benih untuk disebarluaskan di kelompok tani di Kota Magelang, dan sebagian lagi untuk uji organoleptik (uji rasa, red),”tandasnya. (amw_red)

Trend Kunjungan Semakin Meningkat, Disperpa Optimalkan Fungsi Kebun Bibit Senopati

on .

*Edisi HUT Kota Magelang ke-1113

“Ayo Ke Magelang 2020 Menuju Kota Magelang Moncer Serius”

(Bagian III)

 

MAGELANG-Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang makin gigih mewujudkan branding sebagai Kota Sejuta Bunga. Melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) lahan seluas 4.000 meter persegi disulap menjadi etalase bunga yang dinamakan Pusat Perbenihan/Perbibitan Hortikultura atau lebih dikenal dengan nama Kebun Bibit Senopati. Sejak diresmikan 30 Maret 2015, kebun ini telah menjadi pusat pembibitan beragam tanaman hias. Setiap hari masyarakat dari dalam dan luar Kota Magelang dapat mengunjunginya secara gratis.

Kepala Disperpa, Eri Widyo Saptoko kemarin (18/4) di ruang kerjanya menyatakan terus melakukan upaya optimalisasi fungsi Kebun Bibit Senopati dan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat, komunitas pecinta tanaman hias pun diajak mengisi kios yang ada di kompleks kebun bibit. Seiring bertambahnya jumlah wisatawan, sejumlah pelatihan budidaya tanaman hias juga kerap digelar di Kebun Bibit Senopati. “Ke depan selain diharapkan tampil lebih segar, atraktif dan dekoratif, metamorfosa Kebun Bibit Senopati juga diarahkan untuk tidak hanya menyuguhkan perbanyakan tanaman bunga saja, namun juga tanaman buah-buahan,”jelasnya.

 

Kepala Bidang Pertanian, Agus Dwi Windarto didampingi pengelola kebun, Muatip mengatakan, bahwa setiap harinya ratusan pengunjung datang ke kebun ini. Saat mereka datang secara rombongan, pengunjung bisa mencapai 700 orang per hari. Sementara pada hari libur, pengunjung bisa mencapai 1.200 orang. “Kebun bibit ini tidak hanya untuk tempat pembibitan, tapi juga difungsikan sebagai sarana edukasi, dan rekreasi,” ujarnya.

 Seperti diketahui kegiatan edukasi yang sudah dilaksanakan meliputi sejumlah pelatihan budidaya tanaman hias bagi masyarakat umum. Beragam metode perbanyakan tanaman juga dipraktekkan, seperti teknik okulasi, cangkok dan setek. “Anak usia dini juga kami ajak untuk belajar menanam tanaman dan cara merawatnya, agar mereka gemar bercocok tanam,”tukasnya.

Muatip menambahkan sampai saat ini Kebun Bibit Senopati sudah memiliki koleksi 250 jenis tanaman. Tanaman-tanaman koleksi dikembangkan dan dipelihara di green house Kebun Bibit Senopati. Beberapa tanaman langka yang menjadi koleksi antara lain cakar macan, ketapang kencana dan begonia. “Setiap empat bulan sekali, ada penggantian tanaman dan pola tanamnya. Supaya pengunjung tidak bosan, dan setiap datang ke sini ada yang baru,” imbuhnya. (among_wibowo, red)

Disperpa Kota Magelang-Republik Terwelu Gelar Sarasehan Edukasi Kelinci Rex

on .

MAGELANG- Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan Urban Farming di Kota Magelang. Hal ini tampak dalam sinerginya dengan komunitas Republik Terwelu untuk menggelar kegiatan Sarasehan Untuk Edukasi Kelinci Rex. Kegiatan sarasehan yang dilaksanakan kemarin (14/4) di aula Disperpa itu sukses menghadirkan sejumlah pelaku usaha kelinci Kota Magelang (Republik Terwelu). Tampil sebagai narasumber kegiatan, Septian Puguh Widyarko, pakar kelinci Rex, yang juga menjabat Presiden Indonesia Rex Rabbit Comunity.

Kepala Disperpa, Eri Widyo Saptoko dalam pointer yang disampaikan Kepala Bidang Peternakan dan Perikanan, Hadiono menyatakan tujuan kegiatan sarasehan adalah untuk melakukan edukasi dalam mainframe Urban Farming. Selain itu pertemuan juga sebagai upaya persiapan Lomba Battle Of Giant 2 yang akan digelar pada tanggal 9 Nopember 2019 di Bakorwil Magelang. Disperpa, lanjutnya, akan terus memberikan pendampingan dan dukungan kepada komunitas-komunitas ternak, termasuk komunitas kelinci. Hal ini tak lepas dari kondisi lahan pertanian di Kota Magelang yang semakin menyempit. “Kami mengharapkan pengembangan urban farming dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik sebagai penghasilan utama maupun penghasilan sampingan,"tegasnya.

 

Ketua Panitia Sarasehan, Aryono Septa didampingi Basuki dari komunitas Republik Terwelu berpendapat bahwa edukasi yang tepat sasaran dengan narasumber yang berkompeten akan memberikan hasil yang maksimal. Menurutnya hal-hal yang bersifat edukasi ini sangat mendasar dan penting bagi peternak kelinci. “Semakin banyak peternak kelinci insyaAllah semakin banyak rejeki bagi kita semua,”katanya.

Sementara itu narasumber sarasehan, Septian Puguh Widyarko menyatakan dirinya sengaja mengulas tuntas cara pemilihan bibit hingga cara memaksimalkan potensi kelinci, baik untuk breeding for fun maupun untuk lomba dalam sarasehan ini. Menurutnya banyak ilmu yang perlu dipelajari mulai dari aspek pakan sampai dengan aspek pemilihan warna kelinci untuk breeding. "Harapan saya semoga peternak kelinci kota Magelang semakin paham dan mau beternak kelinci Rex, karena beternak jenis ini tidaklah susah, dan hasilnya pun sangat bagus terutama bulu karpetnya,”jelasnya.

Sejumlah peserta sarasehan menyatakan puas dengan edukasi kali ini. Salah satu peserta, Fuad Pengot Mochanafi warga Trunan Tidar Selatan mengatakan bahwa ilmu terkait budidaya kelinci Rex ternyata banyak dan variatif. “Ilmu yang didapat sangat banyak mulai dari pemilihan bibit hingga pemilihan warna dalam mengawinkan induk kelinci sehingga sangat membantu saya dalam breeding," ungkapnya.

Rio, peserta lainnya dari Pinggir Wates menambahkan dirinya mendapatkan banyak pencerahan terkait ilmu tentang keseimbangan pakan. Dikatakannya keseimbangan pakan dapat memberikan hasil yang maksimal untuk kualitas kelinci. “Jadi pakan yang baik itu ternyuata bukan hanya pelet namun juga rumput kering yang punya peran sentral dalam breeding kelinci Rex,"tukasnya. (among_wibowo, red)