• Magelang Kota Sejuta Bunga
    Berangkat dari sebutan "Sebagai Tuin Van Java" (Kota Kebun atau Tamannya Pulau Jawa), Magelang dijuluki sebagai Kota Sejuta Bunga. Ibarat bunga, Kota Magelang ...
    Read more
  • Ayo Ke Magelang
    Ayo Ke Magelang

    Never Ending Eating-eating & Walking-walking ...

  • Taman Wisata Candi Borobudur
    Taman Wisata Candi Borobudur

    Mari berkunjung ke Taman Wisata Candi Borobudur, objek wisata favorit di Indonesia...

  • Magelang (1)
    Magelang (1)
  • Magelang (2)
    Magelang (2)
  • Magelang (3)
    Magelang (3)
  • Magelang (4)
    Magelang (4)
  • Magelang (5)
    Magelang (5)
  • Magelang (6)
    Magelang (6)
  • Magelang (7)
    Magelang (7)
  • Magelang (8)
    Magelang (8)
  • Magelang (9)
    Magelang (9)
  • Magelang (10)
    Magelang (10)
  • Magelang (11)
    Magelang (11)
  • Magelang (12)
    Magelang (12)
  • Magelang (13)
    Magelang (13)

Jalankan Amanat Permentan 11/2020, Kadisperpa Apresiasi Kinerja Tim Auditor NKV Selesaikan Verifikasi Audit Giant Magelang

on .

MAGELANG–Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang, Eri Widyo Saptoko hari jumat (17/07/2020) mengapresiasi kinerja bersama tim auditor Dinas PKH Jateng dan tim Disperpa yang telah selesai melakukan verifikasi audit NKV di Giant Spm Magelang secara menyeluruh, hari Kamis (16/07/2020). Ditemui di ruang kerjanya, Eri berharap kegiatan serupa akan terus berlanjut untuk pasar modern fresh market lainnya di Kota Kupat Tahu itu. Hal ini sangat penting karena NKV merupakan bagian dari amanat Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner Unit Usaha Produk Hewan. “Nantinya saya harapkan semua pasar modern yang menjual produk asal hewan untuk menjalani verifikasi audit NKV,”katanya.

Eri memaparkan tujuan pemberian label NKV antara lain untuk mewujudkan jaminan produk hewan agar memenuhi persyaratan Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH), memberikan perlindungan kesehatan dan ketentraman batin konsumen produk hewan dan meningkatkan daya saing produk hewan domestik. Khusus bagi Pemerintah Kota Magelang, NKV merupakan sarana penelusuran sumber produk yang efektif dalam rantai keamanan pangan. “Manfaat bagi Pemerintah Kota Magelang dapat mempermudah proses penelusuran balik (traceability) terhadap temuan penyimpangan peredaran produk. Sedangkan bagi pelaku usaha pasar modern seperti Giant Spm Magelang akan memperoleh nilai tambah jaminan keamanan produk dengan mencantumkan label NKV pada produknya untuk bersaing di pasaran,”jelasnya.

 

 

Lebih lanjut, pria 58 tahun itu menjelaskan sesuai Permentan Nomor 11 Tahun 2020, yang merupakan pengganti dari Permentan No. 381 Tahun 2005 tentang Pedoman Sertifikasi Kontrol Veteriner Unit Usaha Pangan Asal Hewan, masa berlaku NKV dibatasi hanya 5 tahun saja dan setelah itu harus disertifikasi ulang. “Kalau pada aturan sebelumnya di Permentan 381 Tahun 2005, sertifikat NKV berlaku selama unit usaha masih beroperasi. Jadi sejak berlakunya Permentan yang baru, NKV berlaku untuk jangka waktu 5 tahun dan selanjutnya dapat disertifikasi kembali,”tandasnya.

 

Sementara itu terpisah Kepala Bidang Peternakan, Hadiono, didampingi Kasi Peternakan, Sugiyanto, menambahkan Nomor Kontrol Veteriner atau lebih dikenal dengan NKV merupakan sertifikat yang menjadi bukti tertulis yang sah telah dipenuhinya persyaratan higiene-sanitasi sebagai kelayakan dasar jaminan keamanan produk hewan pada unit usaha produk hewan. Setiap orang, lanjutnya, yang mempunyai Unit Usaha Produk Hewan, wajib mengajukan permohonan untuk memperoleh Nomor Kontrol Veteriner. Tujuan dilakukannya sertifikasi NKV yaitu terlaksananya tertib hukum dan tertib administrasi dalam pengelolaan usaha produk pangan asal hewan serta memastikan bahwa unit usaha telah memenuhi persyaratan higiene-sanitasi dan menerapkan cara produksi yang baik. “Sejumlah Unit Usaha Produk Hewan yang dimaksud antara lain Ritel, Kios Daging, RPH, budidaya unggas petelur dan ternak perah,serta usaha pengolahan daging, susu dan telur,”ujarnya.

 

Terkait hasil audit di Giant Spm Magelang, Kasi Peternakan, Sugiyanto menuturkan ada sejumlah temuan ketidaksesuaian antara lain coldstorage berisi produk selain produk hewan (kentang), penataan wadah terlalu dekat dengan wadah yang lain, kartu kontrol suhu tidak tertulis lengkap dan ketidaksesuaian lainnya yang perlu adanya perbaikan. “Ke depan hasil verifikasi audit NKV ini sebagai dasar pengelola ritel untuk melakukan perbaikan,”pungkasnya.

 

      Terinformasi kegiatan ini berawal dari permohonan surveilans/auditing NKV dari 3 pengelola usaha ritel di Kota Magelang, masing-masing Giant Spm Magelang (Jl. Tidar Nomor 23 Magelang), PT. Lion Superindo (Jl. Pahlawan Nomor 98 Magelang) dan PT. Lion Superindo (Jl. Gatot Subroto No. 45 Magelang) kepada Disperpa Kota Magelang. Kemudian ditindaklanjuti dengan surat permohonan Disperpa Kota Magelang kepada Dinas PKH Provinsi Jateng. Namun dalam pelaksanaan kegiatan, Tim Auditor Dinas PKH yang terdiri dari dua dokter hewan itu didampingi tim Disperpa baru dapat menyelesaikan verifikasi audit NKV terhadap ritel Kios Daging Giant Spm Magelang. Sementara verifikasi audit NKV pada ritel PT. Lion Superindo di Jl. Pahlawan No. 98 Magelang dan Jl. Gatot Subroto No. 45 Magelang akan dijadwalkan lebih lanjut, termasuk untuk usaha ritel kios daging Best Meat milik PT. Proteindotama Cipta Pangan (JAPFA) yang beroperasi di Kota Magelang dan sudah memiliki 3 cabang. (among_wibowo, red)

Ujung Tombak Poktan, Disperpa Bekali Penyuluh Swadaya Ketrampilan Public Speaking dan Budidaya Komoditas Unggulan

on .

MAGELANG- Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang selama 2 hari mulai hari rabu-kamis, 15-16 Juli 2020 menggelar Pelatihan Public Speaking serta Budidaya Komoditas Unggulan di aula Disperpa, Jl. Kartini Nomor 3 Magelang. Kegiatan yang diikuti 30 penyuluh pertanian swadaya se-Kota Magelang itu bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga penyuluh pertanian swadaya di Kota Magelang khususnya dalam urusan dasar-dasar komunikasi kepada publik (public speaking) dan budidaya komoditas unggulan seperti kelengkeng dan vanili. Pemilihan kedua komoditas itu selain karena memiliki nilai ekonomi yang relatif tinggi, juga didasari tren semakin meningkatnya kebutuhan terhadap kedua komoditas tersebut. Narasumber kegiatan sebagian besar berasal dari Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Soropadan Temanggung.

 


Kepala Disperpa, Eri Widyo Saptoko dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Bidang Pertanian, Uswatun Hasanah mengungkapkan melalui kegiatan ini para penyuluh swadaya sebagai ujung tombak kelompok tani (poktan) dibekali kompetensi dan kemampuan dasar-dasar komunikasi, kemampuan manajerial, kewirausahaan dan oganisasi yang baik. Uswatun Hasanah yang akrab dipanggil Ana itu menaruh harapan besar agar para penyuluh swadaya dapat berperan sebagai agen perubahan sekaligus agen informasi di kelompok taninya masing-masing. “Kami berharap ditengah keterbatasan jumlah penyuluh pertanian ASN, para penyuluh swadaya ini dapat menjadi kepanjangan tangan Diinas dalam menyampaikan sejumlah informasi pertanian kepada para petani di kelompoknya,”katanya.

 

 

Ana menuturkan pemilihan sumber peserta didasari keterwakilan pelaku utama semua komoditas pertanian seperti petani padi sawah, penggiat komoditas hortikultura seperti tanaman hias dan tanaman obat. Lebih lanjut, Ana meminta penyuluh swadaya setelah meningkat wawasan dan ketrampilannya, disamping menjalankan usaha tani juga menjadi garda terdepan dalam transfer of knowledge kemajuan dunia pertanian. “Selain bertani mandiri, saya harapkan penyuluh swadaya dapat gethok tular wawasan, ilmu dan ketrampilan yang sudah diperolehnya kepada rekan di kelompok tani sehingga nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan petani di Kota Magelang,”jelasnya.

 

 

 

Terinformasi kegiatan pelatihan yang didanai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) TA. 2020 menghadirkan 4 narasumber yaitu Sutardi (Pemberdayaan penyuluh swadaya menyongsong kemandirian petani), Ahmad Damar Arifin (Public Speaking), Arif Dwi Wibowo (Budidaya dan Prospek Pengembangan Kelengkeng) dan Fariz Asyhar (Budidaya dan Prospek Vanili).  Pola kegiatan dilaksanakan dengan 2 pola yaitu teori dan dilanjutkan dengan demonstrasi praktek peserta. Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini khususnya dalam bahasan komoditas unggulan kelengkeng dan vanili yang memang sejauh ini memiliki prospek pasar yang masih sangat terbuka secara nasional.

 

 

        Para narasumber dalam kesempatan pelatihan ini memberikan sejumlah motivasi dan materi terkait dasar-dasar komunikasi dan tips agar penyuluhan kepada petani dapat menarik dan mencapai sasaran. Tak kalah menariknya saat pemaparan materi A sampai Z budidaya komoditas kelengkeng dan vanili yang saat ini memang sedang trending dibudidayakan masyarakat. Komoditas kelengkeng saat ini sudah banyak dikebunkan di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Magelang. Khusus vanili, pemasarannya bahkan sudah mampu menembus pasar ekspor dunia karena secara kualitas kandungan vanili lebih baik kualitasnya daripada vanili dari negara sentra dunia seperti Brasil dan Meksiko. Mendengar penjelasan dari narasumber, para peserta pelatihan tergiur dan termotivasi untuk membudidayakan kelengkeng dan vanili di lahan masing-masing. Sejumlah peserta tampak antusias dan merencanakan untuk studi lebih lanjut secara mandiri ke Bapeltan Soropadan Temanggung (among_wibowo, red)

Dorong ASN-THL Merdeka Berpikir, Kadisperpa: Semua Pelayanan Penting Wujudkan Visi dan Misi Walikota Magelang

on .

MAGELANG-Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang hari selasa (14/07/2020) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) internal untuk meningkatkan koordinasi dan konsolidasi SDM Pertanian dalam rangka optimalisasi kinerja selama masa pemulihan dampak pandemi Covid 19. Kegiatan Rakor di aula Disperpa Jl. Kartini No. 3 Magelang. itu dipimpin langsung Kadisperpa dihadiri para pejabat struktural, pejabat fungsional dan puluhan THL lingkup Disperpa. Dalam kesempatan itu Kadisperpa mendorong ASN-THL untuk merdeka berpikir dan menggarisbawahi pentingnya semua pelayanan Disperpa kepada masyarakat untuk mewujudkan tercapainya Visi dan Misi Walikota Magelang dalam urusan pertanian. Selain itu disampaikan sejumlah agenda dan pengarahan Kadisperpa lainnya antara lain pelaksanaan kegiatan dan pembinaan personil ASN-THL.

Kadisperpa, Eri Widyo Saptoko menekankan pentingnya peran semua ASN dan THL dalam upaya membantu tugas Walikota Magelang di sektor pertanian. Pencapaian indikator kinerja Disperpa, lanjutnya, akan sangat membantu mewujudkan visi dan misi Walikota Magelang. Untuk itu Eri meminta para bawahannya untuk terus meningkatkan koordinasi dan konsolidasi antar lini, mewujudkan pelayanan prima tiada henti dan memperkuat pelaporan sebagai instrumen pengambilan keputusan. Semua lini pelayanan, lanjutnya, harus dapat berkontribusi terhadap kinerja Disperpa. “Semua pelayanan penting untuk mendukung Visi dan Misi Walikota dalam urusan pertanian, baik Puskeswan, Rumah Potong Hewan, Kebun Bibit Senopati maupun layanan lainnya.,”jelasnya.

Terkait pandemi Covid 19, Eri mengungkapkan Negara saat ini memang sedang prihatin dan terus fokus menangani Covid 19. Terinformasi belakangan terjadi tren peningkatan positif Covid 19 secara nasional, sehingga relatif belum safety untuk aktivitas publik. Menyikapi kondisi ini ia mendorong para ASN dan THL untuk menjaga kesehatan pribadi dan keluarga dengan tetap mengikuti protokol kesehatan sehingga tetap bisa fokus pada pekerjaan secara normal. “Sehingga tidak ada alasan secara fisik untuk tidak dapat melakukan aktivitas pekerjaan. Silakan waktunya diatur secara mandiri dan buat progress kegiatan selama era new normal ini,”tegasnya.

Eri yang juga mantan Kepala DKPT dan Kepala Kesbangpolinmas itu mengakui SDM Disperpa sangat potensial untuk terus maju dan berkembang. Di era medsos dewasa ini SDM Disperpa perlu senantiasa familiar dengan media sosial, namun tidak boleh melupakan interaksi sosial secara fisik. Ia mendorong para ASN dan THL Disperpa untuk terus menjaga integritas dan disiplin, meningkatkan profesionalisme, kreativitas dan inovasi dalam pekerjaan serta loyalitas pada pimpinan. “Saya membuka ruang untuk Bapak Ibu semuanya merdeka berpikir dan berpikir think outside the box agar kreativitas bisa tereksplorasi dengan baik,”paparnya.

         Ditambahkannya, estafet pekerjaan harus berkelanjutan agar tidak terjadi missing link (mata rantai yang putus, red). Untuk itu ia meminta SDM di Disperpa juga mulai berpikir kemudahan pekerjaan serta memperbanyak kajian dan diskusi terkait pekerjaan. Lebih lanjut Eri memotivasi puluhan stafnya agar tetap istiqomah pada pekerjaan meskipun pekerjaan itu tidak populer. “Lakukan inovasi pekerjaan yang bisa meningkatkan value diri dan organisasi,”tandasnya. (among_wibowo, red)