• Magelang Kota Sejuta Bunga
    Berangkat dari sebutan "Sebagai Tuin Van Java" (Kota Kebun atau Tamannya Pulau Jawa), Magelang dijuluki sebagai Kota Sejuta Bunga. Ibarat bunga, Kota Magelang ...
    Read more
  • Ayo Ke Magelang
    Ayo Ke Magelang

    Never Ending Eating-eating & Walking-walking ...

  • Taman Wisata Candi Borobudur
    Taman Wisata Candi Borobudur

    Mari berkunjung ke Taman Wisata Candi Borobudur, objek wisata favorit di Indonesia...

  • Magelang (1)
    Magelang (1)
  • Magelang (2)
    Magelang (2)
  • Magelang (3)
    Magelang (3)
  • Magelang (4)
    Magelang (4)
  • Magelang (5)
    Magelang (5)
  • Magelang (6)
    Magelang (6)
  • Magelang (7)
    Magelang (7)
  • Magelang (8)
    Magelang (8)
  • Magelang (9)
    Magelang (9)
  • Magelang (10)
    Magelang (10)
  • Magelang (11)
    Magelang (11)
  • Magelang (12)
    Magelang (12)
  • Magelang (13)
    Magelang (13)

Sukses Bangun 5 Unit Rubuha, Kadisperpa Apresiasi Poktan Manunggal Karso Tidar Utara

on .

MAGELANG- Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang, Eri Widyo Saptoko hari kamis (05/08/2021) mengapresiasi pembangunan 5 unit Rumah Burung Hantu (Rubuha) yang dilakukan para petani binaannya di poktan Manunggal Karso. Kegiatan pembangunan fisik Rubuha senilai total 10 juta rupiah itu berlangsung intensif Juni-Juli 2021 di hamparan sawah kampung Kiringan kelurahan Tidar Utara kecamatan Magelang Selatan Kota Magelang dan tuntas seluruhnya hari rabu (04/08/2021). Kegiatan didanai oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jawa Tengah melalui Laboratorium PPHP Kedu. Dalam pelaksanaannya melibatkan sejumlah pihak antara lain poktan Manunggal Karso, petugas Laboratorium PPHP Kedu, POPT Kota Magelang, KJF Penyuluh Kota Magelang dan Bidang Pertanian Disperpa Kota Magelang.

Dalam kesempatan itu, Eri menjelaskan pembuatan Rubuha merupakan salah satu upaya pelestarian burung hantu (Tyto alba) yang dimanfaatkan untuk menekan perkembangan hama tikus sawah agar produksi padi meningkat secara berkelanjutan. Menurutnya burung hantu merupakan musuh alami yang efektif mengendalikan populasi tikus. Pemanfaatan rubuha relatif murah dan tidak meninggalkan dampak negatif pada lingkungan sekitar. ”Keberadaan rubuha sangat diperlukan agar burung hantu secara alamiah dapat menempati dan berkembang di rubuha tersebut,”paparnya

Sementara itu Kepala Laboratorium PPHP Kedu, Andreas Tuswoyo didampingi Miftahuddin (petugas Laboratorium PPHP Kedu) dan I Made Redana (POPT Kota Magelang) menegaskan pentingnya kebersamaan petani dalam merawat dan mengelola rubuha sehingga memiliki dampak yang positif bagi lahan pertanian dan lingkungan sekitarnya. Andreas menerangkan upaya membangun Rubuha sangat penting untuk mengantisipasi munculnya serangan hama tikus pada pertanaman padi sawah tanpa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. “Dengan manajemen yang baik, rubuha dapat difungsikan sebagai tempat tinggal  burung hantu  yang nantinya berperan sebagai predator alami dari hama tikus sawah,”katanya.

Terpisah Koordinator Penyuluh Pertanian Kota Magelang, Among Wibowo, menambahkan akan melakukan pendampingan dan pengawalan operasionalisasi Rubuha di poktan Manunggal Karso. Among menegaskan untuk menjamin operasionalisasi Rubuha, perlu segera dibentuk Peraturan Kepala Kelurahan guna melindungi keberadaan burung hantu, bilamana benar-benar berkembang di kelima unit Rubuha tersebut, dari para pemburu baik yang menggunakan senapan maupun alat tangkap. “Nantinya Poktan akan kami dampingi saat menyusun konsep Peraturan Kepala Kelurahan untuk diusulkan kepada Kepala Kelurahan Tidar Utara,”tandasnya.

    Terinformasi pembangunan Rubuha dilaksanakan secara mandiri oleh poktan Manunggal Karso selama kurang lebih 2 bulan sejak juni hingga juli 2021. Bahan tiang yang digunakan adalah besi ukuran 3 dim dan panjang 5 meter (efektif 4 meter). Sedangkan bahan rubuha berukuran p x l x t 60 cm x 40 cm x 60 cm itu adalah cor semen, sehingga kuat dan awet menghadapai perubahan cuaca. Sejumlah petani mengungkapkan di wilayah Kiringan Tidar Utara masih terdapat 4 ekor burung hantu. Diharapkan burung hantu tersebut kerasan dan mau menempati Rubuha yang sudah dibangun oleh petani. (amw, red)

Gandrung Terwelu, Gelaran Kontes Kelinci Speciality New Zealand Kerjasama Disperpa-Republik Terwelu

on .

Magelang-Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang dan komunitas kelinci Republik Terwelu hari minggu (30/05/2021) sukses menggelar Kontes Kelinci bertajuk "Gandrung Terwelu" di halaman kantor Disperpa, Jl. Kartini No.3 Magelang. Kontes kelinci memperebutkan Piala Kepala Disperpa ini dihadiri istri Walikota Magelang, Hj. Niken Ichtiaty dan anggota Komisi B DPRD, Imam Indra. Adapun peserta yang mengikuti kontes kelinci sejumlah 44 peserta dari wilayah Magelang Raya dengan menghadirkan juri nasional Erdos Pinilih (Semarang) dan drh. Rinto (Yogyakarta). Tampil sebagai juara Best of Breed (BOB) Piala Kadisperpa, kelinci milik Enjang (juri Erdos Pinilih) dan kelinci milik Fery Agus (drh. Rinto). Kegiatan dihelat dengan mengedepankan penerapan protokol kesehatan covid-19.

Kepala Disperpa, Eri Widyo Saptoko dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Kontes kelinci bertajuk Gandrung Terwelu ini. Menurutnya sinergi komunitas kelinci dan Disperpasebagai Dinas Teknis sangat penting dalam upaya mewujudkan kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat penggemar kelinci. Ajang kontes kelinci, lanjutnya, selain untuk meningkatkan mutu genetik uji performance juga untuk lebih memasyarakatkan konsumsi daging kelinci di Kota Magelang. “Daging kelinci perlu kita promosikan sebagai sumber bahan pangan yang sehat karena mempunyai kandungan zat gizi yang lebih baik dibandingkan dengan jenis daging lainnya. Di dalamnya terdapat kandungan protein tinggi dan rendah kolesterol,”jelasnya.

 Sementara itu, Kasi Peternakan Sugiyanto berharap acara kontes kelinci dapat menjadi motivator branding dan promosi daging kelinci bagi masyarakat. “Kerawuhan Ibu Walikota telah memberikan support dan ketertarikan terhadap kelinci. Beliau sayang, tidak takut dan wigah wigih untuk menggendong kelinci yg unik dan lucu ini,”imbuhnya.

        Terpisah Ketua Panitia Aryono Septa didampingi Humas Republik Terwelu, Agung Suwarno mengungkapkan acara ini didedikasikan bagi peternak Kelinci yang sedang mengalami ujian berat karena selama pandemi penjualan ternak kelinci terjun bebas. Ia berharap melalui kegiatan kontes kelinci ini dapat mendongkrak penjualan kelinci di level peternak. Selain itu, lanjutnya, kami harapkan lomba ini juga bisa menjadi Bench Mark bagi acara-acara serupa selanjutnya, bahwa di tengah pandemi ini acara lomba tetap bisa digelar dengan penerapan protokol kesehatan covid-19 yang baik. "Semoga dengan rawuhnya Bu Niken (istri Walikota Magelang, red) dan keluarga serta pak Imam Indra (Komisi B DPRD, red), dapat memotivasi kami untuk menggelar acara serupa dengan skala yang lebih besar, lebih menarik dan lebih edukatif bagi masyarakat, tentunya dengan penerapan protokol kesehatan covid-19,”tandasnya (among_wibowo, red).

Wujudkan Magelang Cantik, Walikota Magelang Panen Sayuran Organik di KWT Kartini

on .

MAGELANG–Walikota Magelang, dr. Muchamad Nur Aziz, SpPD hari selasa pagi (25/05/2021) menggelar panen sayuran di pekarangan seluas 200 meter persegi milik Kelompok Wanita Tani (KWT) Kartini, RW VII Pinggirejo Wates. Magelang Utara. Acara panen sayuran yang dikaitkan dengan Program 100 Hari Kerja Walikota Magelang ini dimaksudkan untuk mewujudkan percepatan Program Magelang Cantik (Magelang Cinta Organik) di setiap wilayah Kota Magelang. Terinformasi komoditas sayuran yang dipanen adalah kol bunga dan sawi putih. Walikota Magelang didampingi Sekretaris Daerah, Kepala Disperpa, Kepala Bappeda, Camat Magelang Utara, Lurah Wates dan sejumlah perwakilan masyarakat di Kelurahan Wates.

Dalam kesempatan acara, Walikota Magelang dr. Muchamad Nur Aziz, SpPD mengapresiasi aktivitas masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan kegiatan budidaya sayuran organik. Aziz menghimbau masyarakat untuk terus kreatif dan produktif di tengah pandemi covid 19 yang belum juga berlalu. Ia berharap melalui kegiatan urban farming (pertanian perkotaan), masyarakat dapat semakin mandiri dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga. “Saya harapkan setidaknya setiap kelurahan bisa ada beberapa kelompok yang seperti ini, dan komoditasnya bisa lebih lengkap. Ada sayuran, buah, ternak dan ikannya,”imbuhnya.

Sementara itu Kepala Disperpa Ir. Eri Widyo Saptoko,M.Si di sela-sela kegiatan mengungkapkan aktivitas pertanian perkotaan menjadi solusi paling tepat menjawab semakin berkurangnya lahan pertanian produktif di Kota Magelang. Sekaligus menunjukkan eksistensi sektor pertanian dan ketahanan pangan. Sejauh ini pihaknya terus fokus memaksimalkan potensi lahan sempit di perkotaan untuk kegiatan pertanian (integrated urban farming). “Aktivitas pertanian di lahan pekarangan sempit semakin penting dalam upaya memperkuat ketahanan pangan,”katanya.

Lebih lanjut Eri mendorong pelaksanaan kegiatan panen sayuran dapat menjadi inspirasi tumbuh dan berkembangnya kelompok-kelompok baru di Kota Magelang. Diharapkan tata kelola di kelompok dapat menjadi contoh praktik tata kelola yang baik (best practices) bagi kelompok-kelompok baru. Dikatakannya melalui Program Magelang Cantik (Magelang Cinta Organik), Disperpa menargetkan peningkatan produksi sayuran organik di lahan sempit masyarakat. “Kami akan memberikan pendampingan pada kelompok untuk menggenjot produksi sayuran sehingga kesejahteraan dan ketahanan pangan masyarakat semakin meningkat,”tandasnya.

     Terpisah, Ny.Sukaryadi, Ketua KWT Kartini mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan acara panen sayuran oleh Walikota Magelang di kelompoknya. Ia berharap kehadiran Pemerintah Kota Magelang dapat memberikan suntikan moral bagi anggota kelompoknya. Terkait panen sayuran, ibu dua orang anak itu menuturkan sejauh ini hasil panen sayuran sangat bermanfaat bagi anggota, selain untuk konsumsi sendiri juga dijual untuk menambah kas KWT Kartini. “Matur nuwun kerawuhan Bapak Walikota beserta jajarannya, insyaAllah kegiatan ini akan terus kami lanjutkan,”pungkasnya. (among_wibowo, red).