• Magelang Kota Sejuta Bunga
    Berangkat dari sebutan "Sebagai Tuin Van Java" (Kota Kebun atau Tamannya Pulau Jawa), Magelang dijuluki sebagai Kota Sejuta Bunga. Ibarat bunga, Kota Magelang ...
    Read more
  • Ayo Ke Magelang
    Ayo Ke Magelang

    Never Ending Eating-eating & Walking-walking ...

  • Taman Wisata Candi Borobudur
    Taman Wisata Candi Borobudur

    Mari berkunjung ke Taman Wisata Candi Borobudur, objek wisata favorit di Indonesia...

  • Magelang (1)
    Magelang (1)
  • Magelang (2)
    Magelang (2)
  • Magelang (3)
    Magelang (3)
  • Magelang (4)
    Magelang (4)
  • Magelang (5)
    Magelang (5)
  • Magelang (6)
    Magelang (6)
  • Magelang (7)
    Magelang (7)
  • Magelang (8)
    Magelang (8)
  • Magelang (9)
    Magelang (9)
  • Magelang (10)
    Magelang (10)
  • Magelang (11)
    Magelang (11)
  • Magelang (12)
    Magelang (12)
  • Magelang (13)
    Magelang (13)

Disperpa Kota Magelang Kawal Ketat Transaksi Pupuk Bersubsidi Dengan Kartu Tani

on .

MAGELANG-Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang intensif melaksanakan pengawalan transaksi pupuk bersubsidi melalui Kartu Tani. Pasalnya program Kartu Tani di Jawa Tengah, termasuk di Kota Magelang yang sudah berjalan sejak tahun 2018 itu saat ini sudah menjadi program nasional Kementerian Pertanian. Sebanyak lebih dari 15 Provinsi di Indonesia tersebar di pulau Jawa Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara melaksanakan ujicoba penggunaan Kartu Tani.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang, Eri Widyo Saptoko kemarin (27/3) di ruang kerjanya mengatakan pihaknya terus mendorong dan melakukan edukasi melalui penyuluhan dan pertemuan kelompok tani (poktan) yang dilakukan oleh KJF Penyuluh Pertanian. Dia mengatakan kinerja Penyuluh sangat diandalkan demi suksesnya implementasi penggunaan Kartu Tani dalam pembelian pupuk bersubsidi oleh petani di Kota Magelang. “Penyuluh sangat kita andalkan dalam penyusunan kebutuhan pupuk bersubsidi (RDKK, red) hingga implementasi penebusan pupuknya melalui Kartu Tani,”katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Eri menambahkan petani di Kota Magelang sebagian sudah ada yang membeli pupuk bersubsidi dengan Kartu Tani. Namun saat ini serapannya masih rendah karena beberapa faktor. Pertama adalah masih diijinkannya proses penebusan pupuk bersubsidi oleh petani secara manual. Kedua adalah masih terbukanya kesempatan untuk pembelian pupuk bersubsidi di Kios Pupuk Lengkap (KPL) lain, padahal untuk KPL Ketiga adalah kendala air irigasi yang sampai sejauh ini saluran irigasi Kali Bening masih dalam tahap rehabilitasi dan baru selesai bulan agustus 2019. “Pemupukan itu khan harus ada pengairan, sehingga ketika ada keterbatasan air irigasi, petani otomatis tidak bisa melakukan pemupukan,”ujarnya.

           Terinformasi dari admin Kartu Tani Kota Magelang, Among Wibowo,  usulan RDKK pupuk bersubsidi Kota Magelang mulai tahun 2019 hanya urea dan NPK Phonska. Sedangkan pupuk SP-36, ZA dan pupuk organik tidak diusulkan petani dalam RDKK karena serapan pada tahun-tahun sebelumnya hampir 0%. Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Pangan Indonesia (SIMPI), Kota Magelang pada tahun 2019 mendapatkan alokasi pupuk Urea 73.325 kg dan pupuk NPK Phonska 72.710 kg. Pihaknya berharap petani di Kota Magelang dapat memanfaatkan alokasi pupuk bersubsidi yang sudah disediakan Pemerintah melalui mekanisme penyusunan RDKK dan upload data RDKK ke SIMPI. “Semua transaksi penebusan pupuk akan dapat diketahui nama petani, jenis pupuk dan jumlah pupuk yang dibelinya pada saat itu juga by system (melalui SIMPI),”tegasnya. (among_wibowo, red)

Kuartet Penyuluh Pertanian Roadshow Pertemuan Poktan Untuk Penyusunan RDKK Pupuk Bersubsidi Kota Magelang 2020

on .

MAGELANG-Penyuluh dimanapun berada rupanya masih menjadi garda terdepan dalam pembangunan pertanian di Indonesia, tak terkecuali di Kota Magelang. Kuartet Penyuluh Pertanian Kota Magelang sepanjang bulan Maret tahun 2019 intensif melaksanakan pertemuan kelompok tani (poktan) di Kota Magelang. Misi utama yang diusung tak lain untuk mendampingi lebih dari 400 petani di 18 poktan. Dengan luas areal persawahan Kota Magelanng yang masih sekitar 143 ha, penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) Pupuk Bersubsidi tahun 2020 menjadi urgent untuk memastikan kebutuhan pupuk petani terpenuhi dengan prinsip 6 Tepat. RDKK Pupuk Bersubsidi penting sebagai acuan penyediaan pupuk bersubsidi bagi petani gurem yang tergabung dalam poktan dan memiliki luas lahan garapan maksimal 2 hektar.

Koordinator Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang, Sam Wahyono mengatakan bahwa Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Penyuluh Pertanian Kota Magelang terdiri dari 4 orang yaitu Nurul Hidayati (Magelang Selatan), Among Wibowo (Magelang Tengah), Abdul Z.Rochim (Magelang Utara) dan dirinya sendiri sebagai koordinator Kota Magelang. Kuartet Penyuluh Pertanian tersebut selama bulan Maret ini sudah bekerja siang dan malam sesuai jadwal pertemuan rutin poktan. Dalam pertemuan poktan tersebut, setiap penyuluh menyelesaikan penyusunan RDKK Pupuk Bersubsidi tingkat Poktan dengan metode wawancara. Adapun jenis pupuk yang disubsidi pemerintah meliputi Urea, NPK Phonska, SP-36, ZA dan Pupuk Organik. Terinformasi sampai minggu ini tim Penyuluh Pertanian sudah selesaikan hampir 100% atau sekitar 14-15 poktan, sisanya selesai akhir bulan Maret ini. “Setelah tersusun semuanya nanti akan ada tahapan rekapitulasi masing-masing poktan,”imbuhnya.

 

 

Sementara itu, Among Wibowo, Penyuluh Kecamatan Magelang Tengah menjelaskan bahwa mekanisme penyusunan RDKK Pupuk Bersubsidi dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat petani/poktan hingga level nasional dan disusun pada tahun sebelumnya. Artinya RDKK Pupuk Bersubsidi yang disusun tahun 2019 ini digunakan untuk tahun pelaksanaan 2020, demikian seterusnya. Kota Magelang sendiri dilaksanakan melalui 3 jenjang, yaitu tingkat poktan, tingkat kecamatan dan tingkat kota. Schedule kegiatan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya dimulai bulan Maret hingga Juni 2019. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan. Pelaksanaannya secara rinci untuk RDKK tingkat poktan disusun bulan Maret, RDKK tingkat kecamatan bulan April, RDKK tingkat bulan Mei dan upload ke SIMPI dan e-RDKK Kementan bulan Juni,”tegasnya.

 

 

 

Disinggung dokumen RDKK Pupuk Bersubsidi, Among menyatakan dokumen RDKK sangat penting sebagai satu-satunya acuan bagi petani dan stake holder dalam proses penebusan pupuk bersubsidi di Kios Pupuk Lengkap (KPL). Disperpa sebagai Dinas Teknis menurutnya memiliki peran strategis untuk mengamankan proses distribusi dan penebusan pupuk bersubsidi supaya tepat sasaran (petani yang tergabung dalam poktan, red). Hal ini mengingat disparitas harga pupuk bersubsidi sangat besar sehingga bila tidak dikontrol dengan dokumen RDKK, pemerintah RI akan terlalu banyak menanggung beban subsidi pupuk yang tidak perlu bagi petani besar yang tidak masuk kriteria. Apalagi sejak tahun 2016 sudah ada dukungan adanya Perda dan Pergub Jawa Tengah tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. “Sekarang coba kita lihat perbandingan harga antara harga urea subsidi Rp 1.800/kg dengan harga urea non subsidi yang di kisaran Rp 5.000/kg. Disparitasnya khan cukup besar, hampir 300%. Kalau tidak kita kawal mulai dari tahap penyusunan RDKK. berapa besar kerugian negara yang ditimbulkan dari penjualan pupuk yang tidak tepat sasaran. Tapi untunglah sekarang sudah ada Kartu Tani,”tandasnya. (among_wibowo,red)