• Magelang Kota Sejuta Bunga
    Berangkat dari sebutan "Sebagai Tuin Van Java" (Kota Kebun atau Tamannya Pulau Jawa), Magelang dijuluki sebagai Kota Sejuta Bunga. Ibarat bunga, Kota Magelang ...
    Read more
  • Ayo Ke Magelang
    Ayo Ke Magelang

    Never Ending Eating-eating & Walking-walking ...

  • Taman Wisata Candi Borobudur
    Taman Wisata Candi Borobudur

    Mari berkunjung ke Taman Wisata Candi Borobudur, objek wisata favorit di Indonesia...

  • Magelang (1)
    Magelang (1)
  • Magelang (2)
    Magelang (2)
  • Magelang (3)
    Magelang (3)
  • Magelang (4)
    Magelang (4)
  • Magelang (5)
    Magelang (5)
  • Magelang (6)
    Magelang (6)
  • Magelang (7)
    Magelang (7)
  • Magelang (8)
    Magelang (8)
  • Magelang (9)
    Magelang (9)
  • Magelang (10)
    Magelang (10)
  • Magelang (11)
    Magelang (11)
  • Magelang (12)
    Magelang (12)
  • Magelang (13)
    Magelang (13)

Kendalikan Populasi Anjing dan Kucing, Disperpa – PDHI Cabang Jateng III Gelar Kegiatan Steril Subsidi

on .

MAGELANG – Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang bekerjasama dengan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jateng III pada hari sabtu (6/4) di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), Jl. Pahlawan Kota Magelang menggelar Kegiatan Steril Subsidi untuk ternak anjing dan kucing. Kegiatan dimaksudkan untuk menekan jumlah populasi anjing dan kucing di wilayah Magelang. Tak kurang dari 40 ekor hewan kesayanagan (2 ekor anjing dan 38 ekor kucing) berbagai spesies menjadi pasien kegiatan steril subsidi.

Kepala Disperpa, Eri Widyo Saptoko menyatakan bahwa kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun dalam upaya mengendalikan populasi hewan kesayangan khususnya anjing dan kucing. Pihaknya melalui Puskeswan menyediakan lokasi yang representatif untuk kegiatan tersebut dan memberikan discount biaya hingga 60% dari biaya normal. Dijelaskannya untuk biaya steril kucing jantan normalnya sesuai Perda mencapai 500ribu -700 ribu, dalam kegiatan ini hanya dikenai biaya 200 ribu. Demikian pula untuk kucing betina dari biaya normal 800rb -1 juta menjadi 350 rb. “Untuk anjing umumnya biaya steril mencapai lebih dari 1 juta, namun dalam kegiatan steril subsidi ini pemilik hewan kesayangan hanya perlu merogoh kocek 500 ribu – 750 ribu saja,”tandasnya.

            Terkait pelaksanaan kegiatan, Kepala Puskeswan, Heru Trisusila menjelaskan pihaknya beberjasama dengan PDHI Cabang Jateng III dan melibatkan 20 dokter hewan, 4 paramedis dan 2 mahasiswa FKH UGM. Adapun untuk mempercepat proses steril hewan kesayangan ini, Puskeswan menyiapkan 10 meja operasi untuk 20 dokter hewan dan didampingi sejumlah paramedis. Ditanya terkait tahapan yang harus dilalui hewan yang menjalani proses steril, Heru menjelaskan ada 4 tahapan mulai screening, anestesi, operasi (OH dan Kastrasi) dan pasca operasi. “Kalau perkiraan waktu yang diperlukan untuk steril, untuk kucing betina sekitar 1-1,5 jam, sedangkan untuk jantan sekitar 0,5 -1 jam,”imbuhnya.

            Di lain pihak, Ika, warga Bogeman Kelurahan Panjang menyatakan kepuasannya atas pelayanan steril untuk ternak kucingnya. Selama ini Ika selalu menantikan program seperti ini sudah cukup lama, tapi baru memperoleh informasi pada tahun ini. Dia merasa bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut karena dapat menghemat biaya yang cukup signifikan. “Ya, saya terima kasih kepada para dokter hewan yang telah memberikan pelayanan terbaik untuk kucing saya,”ujarnya. (among_wibowo,red)

Fantantis, Kota Magelang Sabet 2 Juara ECO Rabbit Contest 4 di Yogyakarta

on .

MAGELANG – Satu lagi prestasi ditorehkan keluarga besar Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang. Dua peternak kelinci Kota Magelang meraih juara pada Kontes Kelinci ECO4 Yogyakarta yang digelar minggu lalu (24/3) di Sleman City Mall. Kontes berskala nasional itu diikuti tak kurang dari 117 peserta dari sejumlah daerah seperti Bandung, Purwokerto, Solo, Semarang, Magelang, Malang dan Magetan.

Adalah kelinci milik Fuad Mochanafi (Trunan-Tidar Selatan) dan Aryono Septa (Sanggrahan-Wates) yang sukses menyabet gelar juara nasional. Kelinci milik Fuad Mochanafi menyabet juara Best Opposite Breed ( BOSB ) untuk kategory New Zealand. Sedangkan kelinci milik Aryono Septa meraih Best Of Breed ( BOB ) untuk kategory Flemish Giant. Kedua peternak kelinci asal Kota Magelang ini tergabung dalam Komunitas “Republik Truwellu”, salah satu asosiasi kelinci binaan Disperpa Kota Magelang.

            Saat dikonfirmasi, Fuad Mochanafi membenarkan prestasi yang diraihnya bersama Aryono Septa. Dirinya berharap penghargaan ini dapat memberi aura positif dan menular ke komunitas peternak di Kota Magelang. “Ya tentunya dapat menambah semangat saya dalam beternak kelinci,” ungkap Fuad bangga. Dalam kesempatan lainnya, Aryono Septa menambahkan bahwa prestasi yang diraih tersebut sebagai buah dari konsistensi perjuangan bersama komunitas kelinci di Kota Magelang. "Prestasi kami merupakan bukti bahwa kualitas kelinci Magelang dapat bersaing di tingkat Nasional, asalkan mendapat kesempatan dan edukasi yang benar," tandasnya.

            Seperti diketahui kegiatan kontes kelinci ECO 4 di Yogyakarta itu masuk dalam kalender tahunan dan berskala nasional. Pihak penyelenggara, Mulyono yang juga KPK Sehati (Komunitas Peternak Kelinci Yogyakarta,red) menyatakan bahwa visi dan misi kegiatan adalah untuk lebih mengenalkan kelinci kepada masyarakat serta menjalin silaturahmi antar peternak kelinci di berbagai daerah. “Kebetulan dalam penyelenggaraan kali ini bertajuk “Tribute To Almarhum Muhamad Azhari, Kegigihan dalam Dunia Kelinci,” ungkapnya.

Rinto selaku Ketua Panitia Kegiatan menjelaskan jenis kelinci yang di lombakan pada acara ini meliputi New Zealand, Rex, Mini Rex, Holland Loop, ND, Lion Head, Fuzzy Loop, dan Flemish Giant, dengan Juri Nasional Adi Rosdiantoro dan Adhisuryo Wibowo. Dalam kesempatan ini dirinya mengucapkan terima kasih kepada komunitas rabbit breeder seluruh Indonesia yang telah berpartisipasi dalam acara ECO Rabbit Contest 4 Yogyakarta. “Alhamdulillah berkat dukungan semua pihak, acara dapat berjalan lancar, meriah dan sukses. Semoga dapat mendorong semakin majunya perkelincian Indonesia pada umumnya dan Yogyakarta–Magelang pada khususnya," tukasnya.

            Dihubungi terpisah, Sugiyanto, Kasi Peternakan pada Bidang Peternakan Disperpa Kota Magelang mengatakan turut bangga atas prestasi yang diraih binaannya. Pihaknya akan terus mendukung aktivitas komunitas Kelinci Kota Magelang untuk menghasilkan kelinci-kelinci berkualitas dan meraih prestasi yang lebih tinggi demi mengharumkan nama Kota Magelang di kancah nasional,”katanya. (among_wibowo, red)

Animo Tanaman Hias Meningkat, Disperpa Gelar Klinik Konsultasi Agribisnis Gratis dan Penjualan Tanaman di CFD Rindam Magelang

on .

MAGELANG- Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang pada hari minggu (31/3)di area Car Free Day (CFD) Rindam Magelang kembali menggelar Klinik Konsultasi Agribisnis (KKA) secara gratis dan penjualan tanaman hias. Stand pelayanan Disperpa berukuran 3 x 3 meter itu menyediakan sejumlah tanaman hias antara lain anggrek berbagai jenis dan ukuran, aglaonema, sansiveira, violces dan bougenville. Kegiatan ini diselenggarakan tak lepas dari semakin tingginya animo masyarakat Kota Magelang terhadap komoditas tanaman hias.

Pada kesempatan tersebut ratusan masyarakat pencinta tanaman hias mengunjungi stand Disperpa untuk membeli tanaman hias atau sekedar berkonsultasi budidaya dan pemasaran tanaman. Pengunjung berasal dari segenap penjuru Kabupaten dan Kota Magelang. Pengunjung stand juga berkesempatan memperoleh brosur atau leaflet budidaya tanaman hias seperti anggrek dan tanaman hias lainnya. KKA diharapkan dapat memberikan solusi, menambah wawasan dan pengetahuan budidaya tanaman bagi hobiis ataupun pelaku usaha agribisnis di Kota Magelang.

Salah satu pengunjung, sebut saja Dedy menyatakan senang dapat berkonsultasi langsung dengan pakar tanaman Disperpa Kota Magelang. “Alhamdulillah dapat konsultasi dengan ahlinya, sehingga saya tidak gamang lagi untuk mengatasi permasalahan budidaya anggrek saya terutama pengendalian hama dan penyakitnya,”ujarnya.

Kepala Disperpa, Eri Widyo Saptoko menyatakan Disperpa menjadikan momentum CFD untuk menggiatkan aktivitas pelaku usaha agribisnis dan hobiis tanaman hias di Kota Magelang. Disperpa secara rutin dan bergantian melakukan penjadwalan antar bidang di Disperpa untuk menggelar KKA secara gratis. “Jadi mengingat di Disperpa ada 3 bidang (pertanian, peternakan dan perikanan, dan pangan), setiap ada jadwal untuk Dinas kami, setiap Bidang mendapatkan giliran untuk mensukseskan kegiatan CFD ini,”tegasnya.

Sementara itu Kabid Pertanian, Agus Dwi Windarto menyatakan dalam CFD kali ini tugas Bidang Pertanian untuk melaksanakan kegiatan di stand Disperpa. Pihaknya menyediakan anggrek Phalaenopsis, anggrek Dendrobium, anggrek Vanda tricolor, Aglaonema, Sansiveira, Violces dan Bougenville. Komoditas-komoditas ini dikatakannya mempunyai nilai ekonomi tinggi dan bila ditekuni sebagai usaha pertanian (agribisnis) akan dapat meningkatkan pendapatan para pembudidaya tanaman hias di Kota Magelang. “Tadi kita lihat sendiri banyak sekali masyarakat yang tidak hanya konsultasi tetapi juga memborong sejumlah anggrek dan tanaman hias lainnya. Artinya bisnis ini semakin menggiurkan. Apalagi Kota Magelang saat ini juga sedang mengembangkan konsep urban farming (pertanian perkotaan) untuk memanfaatkan sejumlah lahan sempit yang dimiliki masyarakat,”tandasnya.

Terinformasi bagi hobiis yang mau berkonsultasi atau membeli tanaman hias, dapat mengunjungi Disperpa di Jalan Kartini atau Kebun Bibit Senopati di Jalan Panembahan Senopati Kota Magelang. Saat ini juga sudah ada sejumlah pelaku usaha baik kelompok maupun perorangan binaan Disperpa yang sudah eksis dan membangun jejaring usaha dengan pelaku usaha di Kota Magelang maupun wilayah sekitarnya. Disperpa Kota Magelang sejak beberapa tahun lalu sudah melakukan fasilitasi terhadap Koperasi Tanaman Hias Kota Magelang. Mereka disediakan stand di area Kebun Bibit Senopati dan setiap hari melakukan transaksi penjualan tanaman hias secara langsung dengan konsumen tanaman hias. Adapun jadwal buka stand tanaman hias di Kebun Bibit Senopati mulai pagi hingga sore hari. (among_wibowo, red)