• Magelang Kota Sejuta Bunga
    Berangkat dari sebutan "Sebagai Tuin Van Java" (Kota Kebun atau Tamannya Pulau Jawa), Magelang dijuluki sebagai Kota Sejuta Bunga. Ibarat bunga, Kota Magelang ...
    Read more
  • Ayo Ke Magelang
    Ayo Ke Magelang

    Never Ending Eating-eating & Walking-walking ...

  • Taman Wisata Candi Borobudur
    Taman Wisata Candi Borobudur

    Mari berkunjung ke Taman Wisata Candi Borobudur, objek wisata favorit di Indonesia...

  • Magelang (1)
    Magelang (1)
  • Magelang (2)
    Magelang (2)
  • Magelang (3)
    Magelang (3)
  • Magelang (4)
    Magelang (4)
  • Magelang (5)
    Magelang (5)
  • Magelang (6)
    Magelang (6)
  • Magelang (7)
    Magelang (7)
  • Magelang (8)
    Magelang (8)
  • Magelang (9)
    Magelang (9)
  • Magelang (10)
    Magelang (10)
  • Magelang (11)
    Magelang (11)
  • Magelang (12)
    Magelang (12)
  • Magelang (13)
    Magelang (13)

Tegakkan Perda Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kadisperpa Apresiasi Kinerja Tim Bekerja Tanpa Dukungan APBD

on .

MAGELANG- Kepala Disperpa, Eri Widyo Saptoko memberikan apresiasi khusus untuk Tim Penertiban Penjualan Daging dan Ternak Luar Daerah atas kinerjanya dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat calon konsumen daging dan hasil ternak lainnya selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H. Ditemui di ruang kerjanya hari selasa (26/05/2020), Eri menegaskan di masa pandemi Covid 19 ini, meski tanpa dukungan APBD, Tim Yustisi internal Disperpa bersama petugas Satpol PP tetap bekerja memenuhi tugas pokok dan fungsinya untuk menjamin pangan asal hewan yang beredar di Kota Magelang khususnya daging sapi dan ayam memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).

Kadisperpa, Eri Widyo Saptoko memaparkan kegiatan Pengawasan Peredaran Pangan Asal Hewan ini didasarkan pada Peraturan Daerah No. 6 Tahun 2010 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Surat Keputusan Walikota Magelang Nomor 524.22/170/112 Tahun 2020 tentang Pembentukan Tim Penertiban Penjualan Daging dan Hasil Ternak Dari Luar Kota Magelang. Kegiatan ini bersifat rutin digelar setiap tahunnya, terutama menjelang hari raya Idul Fitri. “Ini dimaksudkan untuk menjamin kualitas daging dan hasil ternak yang dikonsumsi masyarakat ASUH sekaligus memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang berbelanja di pasar-pasar tradisional Kota Magelang,”katanya.

Terinformasi Tim Penertiban Penjualan Daging dan Ternak Luar Daerah Disperpa bersama petugas Satpol PP Kota Magelang pada jumat dini hari lalu (22/05/2020) mulai jam 01.00 WIB menggelar operasi penertiban penjualan daging. Tahun ini lokasi operasi difokuskan di pasar Gotong Royong dengan pertimbangan adanya indikasi peningkatan peredaran daging sapi dari luar daerah, utamanya dari Boyolali. Dari hasil pengawasan banyak ditemui penjualan daging dari Boyolali dalam jumlah melebihi hari-hari biasanya. Meski demikian dipastikan semua daging yang diperdagangkan memenuhi kriteria Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).

Eri saat didampingi Kabid Peternakan dan Perikanan, Hadiono dan Kasi Peternakan, Sugiyanto mengungkapkan ada sekitar 8 ekor sapi asal Boyolali yang disembelih di Boyolali dan diperdagangkan di wilayah Kota Magelang. Namun, lanjutnya, daging hasil penyembelihan di Boyolali itu sudah mengantongi surat pengantar dari daerah pengirim (Boyolali, red) sehingga aman untuk diperdagangkan dan dikonsumsi. “Hanya saja ke depannya akan lebih baik lagi kalau daging tersebut masuk RPH Kota Magelang terlebih dahulu untuk menjalani pemeriksaan ulang dan diberikan surat pengantar yang baru dari RPH Kota Magelang sesuai dengan Pasal 41 Perda Kota Magelang Nomor 6 tahun 2020 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan,”tegasnya.

Lebih lanjut Eri menerangkan, sesuai pasal 39 ayat 2 Perda Nomor 6 Tahun 2010, pemotongan hewan dan unggas yang dagingnya diedarkan memang harus dilakukan di rumah potong hewan dan mengikuti cara penyembelihan yang memenuhi kaidah kesehatan masyarakat veteriner dan kesejahteraan hewan. “Sesuai pasal 41 dan pasal 42, daging dari luar daerah harus dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan dan Asal Daging serta harus diperiksa ulang kesehatannya oleh Dokter Hewan dan atau petugas RPH setempat,”katanya.

Eri menegaskan setiap orang dilarang menjual, mengedarkan, menyimpan, mengolah daging dan atau bagian lainnya yang berasal dari daging ilegal, daging gelonggongan, daging oplosan, daging yang diberi bahan pengawet berbahaya yang dapat berpengaruh terhadap kualitas daging dan daging yang tidak memenuhi syarat-syarat kesehatan dan tidak layak konsumsi. “Jika nantinya ada yang terbukti melakukan perdagangan daging secara ilegal melanggar ketentuan pasal tersebut akan dikenai sanksi pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda hingga lima puluh juta rupiah,”paparnya.

Di tempat terpisah Kepala UPT RPH dan Laboratorium Kesmavet, Diana Widiastuti menambahkan semua daging dalam kondisi sehat dan layak konsumsi. Hal ini didasarkan pada hasil pemeriksaan organoleptik dan pengujian laboratorium, dimana daging tersebut tidak ada indikasi bermasalah, sehingga aman untuk dikonsumsi. Selain daging sapi, Diana mengatakan Tim juga melakukan pemeriksaan pada daging ayam, dan dipastikan daging tersebut Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH). “Kondisi daging masih memenuhi kriteria ASUH yang dipersyaratkan,”ungkapnya.

          Dalam kegiatan ini Tim juga melakukan pembinaan peredaran daging secara ASUH serta pendataan pedagang dan jumlah daging ayam. Ada 7 orang pedagang ayam yang berhasil disurvei, antara lain 1) Ibu Yani (Tanjung RT. 01 RW. 02) volume penjualan 700 kg, hari biasa 300 kg, 2) Ibu Purwati (Kalinegoro RTt. 01 RW. 01) volume penjualan 100 kg, 3) Ibu Riani (Tidar Dudan Rt. 03 Rw. 10) volume penjualan 500 kg, 4) Ibu Wati (Panjar Salaman Rt. 01 Rw. 02) volume penjualan 500 kg, 5) Ibu Budi Rejeki (Tidar Krajan Rt. 01 Rw. 09) volume penjualan 50 kg, 6) Ibu Tri Harsiem (Tidar Sawe Rt. 02 Rw. 06) volume penjualan 100 kg, dan 7) Ibu Siti Mutoharoh (Karet Rt. 04 Rw. 03) volume penjualan 100 kg. (among_wibowo, red)

Apel Pagi Perdana Pasca Libur Lebaran, Kadisperpa Bekali Motivasi Kerja Bagi ASN dan THL

on .

MAGELANG – Setelah lebih dari 2 bulan sejak masa ditetapkannya pandemi Covid 19 di Indonesia, Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang hari ini, selasa (26/05/2020) kembali menggelar kegiatan Apel Pagi. Kegiatan Apel Pagi yang dilaksanakan tepat pada hari perdana masuk kerja pasca libur hari raya Idul Fitri 1441 H itu dipimpin langsung Kadisperpa dan dihadiri seratusan karyawan yang terdiri dari pejabat struktural eselon III dan IV, pejabat fungsional dan para Tenaga Harian Lepas (THL) di lingkup Disperpa. Kegiatan Apel Pagi diakhiri dengan Halal Bi Halal yang dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan penggunaan masker dan jaga jarak aman (physical distancing).

Kadisperpa, Eri Widyo Saptoko dalam pengarahannya menyampaikan sejumlah motivasi bekerja bagi para ASN dan THL Disperpa, khususnya di masa pandemi Covid 19. Eri menegaskan para ASN dan THL Disperpa dapat menegakkan manajemen pemerintahan dengan penerapan protokol kesehatan Covid 19 dan menjadi teladan bagi masyarakat untuk bersama-sama mendukung Pemerintah memutus rantai penularan virus Corona (Covid 19). “Hari ini keteladanan kita semua menjadi sangat penting untuk saling menguatkan. Sekaligus menjadi contoh nyata bagi masyarakat, yang memang harus kita akui sebagiannya masih relatif rendah kesadarannya terhadap resiko penularan Covid 19,”jelasnya.

Terkait dengan kinerja para ASN dan THL, Eri mengakui pemangkasan anggaran kegiatan Disperpa sedikit banyak akan mempengaruhi kinerja mereka. Untuk itu ia menghimbau agar para ASN dan THL dapat bekerja secara efektif dan efisien di masa pandemi Covid 19 ini. “Saya berharap para karyawan dapat tetap menjalankan tugas pokok dan fungsinya meskipun saat ini secara non budgetter (baca: bekerja tanpa dukungan anggaran),”tegasnya.

Pada penutup Apel Pagi, Eri juga mengajak para karyawan Disperpa agar dapat terus berkontribusi secara bersama-sama mengurangi resiko penyebaran virus Corona dengan stay at home (berdiam diri di rumah), melaksanakan physical distancing (menjaga jarak fisik) ketika berinteraksi dengan anggota masyarakat lainnya dan meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan masing-masing. Upaya Pemerintah untuk mengatasi pandemi global ini, lanjutnya, akan dapat berjalan sukses dengan dukungan kesadaran dan ketaatan masyarakat terhadap himbauan Pemerintah. “Ayo kita budayakan pakai masker, jaga jarak fisik dan rajin CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun, red). Jangan lupa setelah apel pagi ini bersama-sama membersihkan halaman Disperpa,”tandasnya (among_wibowo, red)

Walikota Magelang Sidak Pasar Rejowinangun, Disperpa Gelar Pengujian BAH dan Rapid Test PSAT

on .

MAGELANG- Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang hari rabu (20/05/2020) menggelar sejumlah pemeriksaan dan pengujian Bahan Asal Hewan (BAH) dan rapid test pangan segar asal tumbuhan (PSAT) di Pasar Rejowinangun. Kegiatan bersamaan dengan sidak kunjungan Walikota Magelang Sigit Widyonindito beserta jajaran Forkopimda Kota Magelang ke Tempat-Tempat Keramaian menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441H. Tak tanggung-tanggung, Disperpa menerjunkan seluruh Tim Lintas Bidang untuk menangani kegiatan pemeriksaan dan pengujian BAH dan rapid test PSAT buah dan sayuran.

 

Walikota Magelang, Sigit Widyonidito menghimbau masyarakat untuk tidak berlebihan dalam berbelanja kebutuhan pokok menjelang hari raya Idul Fitri 1441H/2020. Hal ini mengingat kondisi seluruh lapisan masyarakat yang sedang fokus untuk menghadapi pandemi virus Corona (Covid 19). Sigit mengingatkan setelah berbelanja, masyarakat perlu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer di tengah pandemi Covid 19. “Alhamdulillah dari pantauan kita, semua berjalan tertib dan kondusif, sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik,”paparnya.

 

Kepala Disperpa, Eri Widyo Saptoko ditemui di sela-sela kegiatan mendampingi Walikota Magelang dan jajaran Forkopimda Magelang ke Pasar Rejowinangun menyatakan kegiatan pemeriksaan dan pengujian Bahan Pangan Asal Hewan dan rapid test pangan segar asal tumbuhan (PSAT) sangat penting untuk memastikan keamanan pangan bagi masyarakat Kota Magelang. Disperpa, lanjut Eri, menerjunkan tim lintas Bidang dari sub sektor peternakan, perikanan dan pangan. “Pemeriksaan dan pengujian terhadap BAH seperti daging sapi dan daging ayam serta PSAT seperti berbagai jenis buah dan sayuran segar penting untuk memastikan bahan makanan tersebut aman dikonsumsi oleh masyarakat sebagai konsumen, apalagi jelang lebaran yang tren tingkat konsumsinya juga meningkat,”jelasnya.

Eri memaparkan untuk pengujian BAH, Disperpa berhasil melakukan sejumlah pengujian. Antara lain uji pH, uji formalin, uji boraks, uji Kadar Air dan uji organoleptis. Sementara untuk PSAT buah dan sayuran, pihaknya sukses melakukan rapid test kadar residu pestisida pada buah dan sayuran seperti apel, pear, cabai dan tomat. “Kegiatan ini baru awal, dalam waktu dekat akan ada kegiatan pemeriksaan dan pengawasan peredaran daging dari tim internal Disperpa. Kami ingin memastikan masyarakat sebagai konsumen dapat terlindungi haknya untuk mendapatkan bahan pangan yang aman dikonsumsi,”tandasnya.

Terpisah Hadiono, Kabid Peternakan dan Perikanan didampingi Diana Widiastuti, Kepala UPT RPH dan Laboratorium Kesmavet menjelaskan hasil pengujian BAH yang sudah dilakukan di lokasi pasar Rejowinangun. Dari uji formalin dan uji boraks pada daging ayam, lanjutnya, diperoleh hasil negatif, sehingga daging tersebut layak dikonsumsi. “Selain itu juga tidak didapati pemotongan ayam yg tidak sempurna (tidak terputus sempurna 3 salurannya),”katanya.

Dalam kesempatan itu, Diana Widiastuti menambahkan pihaknya juga melakukan penyuluhan kepada masyarakat yang hadir terkait penyembnelihan halal, kewaspadaan terhadap karkas daging ayam yg memar akibat perlakuan kasar sebelum penyembelihan dan ciri-ciri daging ayam dan daging sapi segar. “Hari ini Disperpa juga berhasil melakukan penyitaan daging busuk dan paru tidak layak konsumsi sebanyak 1 kg. Kami harapkan masyarakat untuk lebih hati-hati dan teliti sebelum membeli,”tukasnya.

Sementara itu C.Dwi Ratri, Kabid Pangan didampingi Lina Wanti, Kasi Konsumsi dan Keamanan Pangan menginformasikan hari ini Tim Bidang Pangan sukses menggelar rapid test PSAT buah dan sayuran seperti apel, pear, cabai dan tomat. Selain itu Tim Bidang Pangan juga melakukan edukasi melalui demonstrasi uji residu pestisida pada buah dan sayur. Dari hasil rapid test (tes cepat) pada buah tomat didapati hasil positif adanya residu pestisida. “Namun demikian untuk memastikan kebenarannya perlu peneguhan diagnosa melalui uji mendalam secara laboratoris, mengingat rapid test hanya sebagai screening awal dari uji laboratorium,”tegasnya.

        Terkait indikasi hasil test cepat tersebut, pihaknya menghimbau masyarakat untuk memperhatikan kebersihan buah dan sayuran yang akan dikonsumsi, tidak lagi mengkonsumsi sayuran sebelum dimasak dan tidak pula mengkonsumsi buah dengan kulitnya. “Pastikan cuci buah dan sayuran di air mengalir, atau lebih bagus lagi jika dibilas atau direndam dengan air garam,”imbuhnya.  (among_wibowo, red)