Panen Setiap Saat Alpukat Aligator di Lahan Pekarangan

Ditulis oleh pertanian on . Posted in Teknologi Pertanian

Oleh :

Among Wibowo, SP, MMA

Penyuluh Pertanian Madya

 

Alpukat Aligator (Persea americana) adalah varian tanaman alpukat yang unik dan istimewa yang berasal dari Meksiko. Alpukat Aligator merupakan buah alpukat yang wajib dicoba dan rekomended untuk di budidayakan. Alpukat ini kerap dijuluki sebagai “Giant Avocado”. Selain itu, buah alpukat aligator dikenal dengan bentuk buahnya yang unik, bayangkan saja, bentuk buahnya bulat memanjang dan membesar di bagian bawah sedangkan bagian pangkal berukuran lebih kecil seperti bentuk hewan alligator

Buah alpukat ini ukurannya sangat besar, panjangnya mencapai 70-80 cm, dengan berat antara 700 gr-1,13 kg per buahnya. Jika dibandingkan dengan jenis alpukat pada umumnya jenis alpukat aligator ini memiliki ukuran buah yang jauh lebih besar. memiliki daging buah yang sangat tebal, dagingnya berwarna kuning mentega dengan tekstur yang lembut. rasa gurih, nikmat khas alpukat mentega Karena wujudnya yang sangat besar dan memanjang ini maka disebut juga sebagai alpukat papaya. Alpukat alligator lebih tahan terhadap cuaca dingin (toleran hingga -7oC) meskipun tetap optimal di kisaran 12,8 – 28,3oC. Tumbuh dengan baik di ketinggian 300-2.000 m dpl dengan ketinggian ideal di atas 1.000 m dpl. Memerlukan curah hujan minimum 750-1.000 mm/tahun, namun toleran terhadap iklim kering sehingga masih dapat tumbuh baik dengan curah hujan kurang dari kebutuhan selama kedalaman air tanah maksimal 2 m. Kebutuhan akan sinar matahari sekitar 40–80% dengan intensitas sepanjang hari.

Pengolahan Tanah

Gemburkan tanah dan bersihkan dari aneka tanaman liar atau gulma serta bebatuan. Buat lubang tanam 50 x 50 x 50 cm, pisahkan tanah bagian atas dengan bagian bawah.

Campurkan pupuk kandang/humus/kompos dengan tanah bagian atas, perbandingan seimbang. Benamkan kapur dolomit ke dalam lubang tanam untuk menyeimbangkan pH tanah dan biarkan beberapa hari sampai meresap. Apabila kapur sudah meresap dan bibit juga sudah siap, tutup lubang dengan lapisan tanah bagian bawah.

Pemilihan Bibit

Penanaman Bibit

Letakkan bibit yang telah diseleksi tepat di tengah lubang dengan posisi tegak, timbun dengan lapisan tanah bagian atas yang sudah dicampuri pupuk kandang/humus/kompos. Padatkan agar bibit tidak roboh. Sirami secukupnya hingga tanah basah.

Setelah mencapai enam bulan sampai tujuh bulan, bibit tanaman alpukat aligator sudah bisa dipindahkan ke lahan pekarangan. Dan salah satu keunggulan tanaman alpukat adalah bisa ditanam di pot. Setelah dipindah tanam, perawatannya bakal lebih mudah dan tidak seintensif waktu pembibitan.

Pemeliharaan

Ada tiga hal penting yang harus diperhatikan dalam perawatan alpukat aligator, yakni pemupukan, penyiraman, dan pengendalian hama penyakit.

  • Pemupukan

Pemupukan harus dilakukan rutin, setiap dua minggu sekali, karena tanaman alpukat alligator adalah tanaman buah yang butuh lebih banyak nutrisi dibanding tanaman bunga atau daun. Semakin ingin cepat berbuah, maka kadar nutrisi yang diberikan juga semakin banyak. Jika perlu diberi obat perangsang buah agar lebih cepat berbuah.

  • Penyiraman

Untuk penyiraman cukup dua hari sekali. Apabila musim kemarau bisa tiga kali sehari, tapi saat musim penghujan cukup satu kali saja. Yang harus diperhatikan, tanaman alpukat aligator tidak bisa kekurangan air karena bisa kering atau kelebihan air lantaran bisa membuat tanaman cepat layu.

  •  Pengendalian Hama dan Penyakit

Penggunaan pestisida dapat rutin dilakukan dua minggu sekali. Tanaman Alpukat aligator rentan terhadap serangan ulat dan lalat buah.

Dengan melakukan budidaya yang benar dan tepat, maka tanaman alpukat alligator ini dapat tumbuh subur, berbuah lebih cepat pada usia 2-4 tahun (tergantung varietas), menghasilkan buah yang berlimpah dan berkualitas, serta bebas serangan hama ulat. Dalam satu tahun, tanaman ini bisa dua kali panen. Untuk satu kali panen, satu pohon dapat menghasilkan 70 kg–100 kg alpukat aligator.

 

Pustaka:

Jawal Anwarudin Syah, M., 2018, Untung Berlipat dari Budidaya Alpukat Tanaman Multi Manfaat, Jakarta.

Wijaya dan NS Budiana, Membuat Stek, Cangkok, Sambung, dan Okulasi, Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta

Memilih Bahan Organik Sebagai Penyubur Tanaman Sayuran Agar Aman Dikonsumsi

Ditulis oleh pertanian on . Posted in Teknologi Pertanian

Oleh :

Among Wibowo, SP, MMA

Penyuluh Pertanian Madya

 

Sayuran yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh karena banyak mengandung vitamin dan mineral. Pada zaman modern ini, masyarakat mulai memilih bahan pangan terutama sayuran yang aman dikonsumsi. Sayuran tersebut diperoleh dengan budidaya secara organik, yaitu proses produksi tanaman dengan menggunakan bahan-bahan alami dan menghindari atau membatasi penggunaan bahan kimia sintetis untuk penyubur tanah (pupuk). Tanah subur, pertumbuhan tanaman akan subur juga.

Bahan organik penyubur tanah yang boleh digunakan dalam budidaya secara organik, antara lain:

  • Pupuk hijau, meliputi tanaman: turi, lamtoro, sesbania, orok-orok dan tanaman legum/kacang-kacangan.
  • Kotoran ternak, berasal dari ternak yang dibudidayakan secara organik. Factory farming diperbolehkan setelah mengalami proses pengomposan minimal 2 minggu.
  • Kompos sisa tanaman, dibolehkan bila berasal dari pertanaman organik, anatara lain: jerami dan sekam padi, bonggol jagung, serbuk gergaji, kulit kacang, kulit kopi, dan lain lain.
  • Urine ternak (slurry), berasal dari ternak yang dibudidayakan secara organik dan digunakan apabila telah mengalami proses fermentasi dan diencerkan. Factory farming diperbolehkan setelah mengalami proses fermentasi.
  • Kompos media jamur merang dibolehkan bila media dan jerami berasal dari pertanaman padi organik. Media jamur merang berupa campuran serbuk gergaji dan bahan organik lain seperti jerami yang merupakan sumber kalium.
  • Kompos limbah organik sayuran dibolehkan bila berasal dari pertanaman sayuran organik. Kompos dari limbah organik sayuran limbah pasar dan rumah tangga harus bebas kontaminan logam berat.
  • Azolla sumber nitrogen alami dan proses dekomposisinya cepat, 80% hara yang dikandung dilepaskan dalam waktu 8 minggu setelah tanam.
  • Blue green algae (ganggang hijau biru), sumber nitrogen alami, bersimbiosis dengan mikroba penambat N2 bebas.
  • Molase/tetes bahan organik yang ditambahkan dalam pembuatan kompos padat/cair sebagai sumber makanan dan energi mikroorganisme.
  • Pupuk hayati (biofertilizers), substansi yang mengandung mikroorganisme dengan fungsi tertentu untuk meningkatkan ketersediaan hara bagi tanaman. Sebaiknya menggunakan mikroorganisme lokal dan bukan hasil rekayasa genetika (GMO).
  • Rhizobium mikroorganisme penambat N2 udara yang bersimbiosis dengan akar tanaman legum.
  • Bakteri pengurai/decomposer, bukan hasil rekayasa genetika (GMO), bakteri pengurai (dekomposer) terutama berasal dari setempat/lokal.
  • Zat pengatur tumbuh (ZPT) alami bukan berasal dari bahan ZPT sintetis.

 

Adapun bahan penyubur tanah yang dilarang digunakan dalam budidaya organik, antara lain: Urea, Single/double/triple super phosphate, Amonium sulfat, Kalium klorida, Kalium nitrat, Sintetis, Kalsium nitrat, pupuk kimia sintetis lain, EDTA chelates, Zat pengatur tumbuh (ZPT) sintetis, biakan mikroba yang menggunakan media kimia sintetis, kotoran manusia,  kotoran babi, dan Sodium nitrat (chilean).

Uraian di atas, dapat dipelajari dan diterapkan oleh para petani sayuran dalam budidaya secara organik agar memperoleh keuntungan, antara lain: 1) Aman dikonsumsi; 2) Rasa lebih manis dan tahan lama; 3) Harga jual relatif tinggi; dan 4) Ramah lingkungan.

 

Pustaka

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2013, Pertanian Organik, Pangan Sehat, Alam Lestari, IAARD Press 50hal, Jakarta.

Titis Priyowidodo, Memulai Usaha Pertanian Organik, https://alamtani.com/pertanian-organik

Budidaya Ayam Jowo Super (Joper) Pedaging

Ditulis oleh pertanian on . Posted in Teknologi Pertanian

Oleh :

Among Wibowo, SP, MMA

Penyuluh Pertanian Madya

 

Permintaan akan daging ayam kampung dari waktu ke waktu cenderung semakin meningkat. Sementara di sisi lain jumlah pasokan masih sangat terbatas dan belum bisa mengimbanginya. Lambatnya pertumbuhan berat badan ayam kampung sehingga masa panen menjadi lebih lama menjadi salah satu kendala bagi peternak. Namun, saat ini kendala tersebut bisa terjawab dengan kehadiran ayam joper atau singkatan dari “jawa (baca : jowo) super”. Berbeda dengan ayam kampung biasa, yang umumnya baru bisa dipanen setelah berumur 60 hari, ayam joper ini bisa dipanen lebih cepat yaitu pada umur 45 hari saja.

Ayam joper merupakan hasil perbaikan genetik dengan menggunakan metode grading up. Caranya, menyilangkan ayam ras betina dengan pejantan ayam kampung. Berbagai ayam kampung dapat digunakan sebagai pejantan seperti : ayam pelung, ayam nunukan, ayam nagrak, ayam kedu, atau ayam lokal unggul lainnya. Dari persilangan tersebut didapatkan gabungan keunggulan masing-masing ayam. Diantaranya, pertumbuhannya cepat, memiliki kandungan gizi yang tinggi serta rasanya yang lezat.

Karakteristik dan tampilan ayam joper tidak jauh berbeda dengan ayam kampung pada umumnya. Yang membedakannya adalah: 1) Ayam joper jantan memiliki jengger yang besar dengan pial besar dan tegap, serta memiliki warna bulu bervariasi; 2) Warna telur ayam joper memiliki kerabang yang lebih coklat dibandingkan dengan telur ayam kampung biasa yang agak putih. Namun bentuknya tetap sama seperti layaknya telur ayam kampung biasa; 3) Ayam joper mempunyai masa panen lebih cepat. Umur 45 hari sudah siap dikonsumsi. Hal ini jauh berbeda dengan ayam kampung yang umumnya baru bisa dipanen setelah berumur 2 bulan bahkan 2,5 bulan atau lebih.

Ayam joper umumnya memiliki warna dominan putih kuning, dan beberapa muncul warna abu, coklat dan hitam, lebih tahan penyakit sehingga mortalitas lebih rendah, serta suka berkokok dan bertengger. Uniknya ayam joper mampu bertelur terus menerus seperti ayam ras, namun tidak memiliki sifat mengeram. Yang harus diperhatikan dalam budidaya ayam ini adalah : kandang, pakan, penanganan penyakit.

Kandang. Sebagai komponen penting, kondisi kandang harus baik dimulai dari pemilihan lokasi yang strategis tetapi jauh dari pemukiman penduduk dan lingkungan udara yang sesuai untuk ayam. Lingkungan yang baik dipengaruhi suhu udara dan kelembaban. Adanya sumber air merupakan hal yang sangat penting. Untuk kandang DOC perlu diberikan penghangat, agar DOC tidak kedinginan. Suhu kandang jangan terlalu panas, sekitar 30-32o C saja. Struktur, tata letak serta peralatan perkandangan yang baik juga hal yang penting. Jika ayam joper dipelihara dari DOC hingga panen dibedakan menjadi kandang pemeliharaan DOC dan kandang pembesaran.

Kandang DOC ayam joper, digunakan mulai umur 0-3 minggu. Kandang yang disediakan untuk DOC umumnya berbentuk box yang di dalamnya terdapat sumber pemanas buatan yang berfungsi sebagai penghangat. Penghangat ini berupa lampu dengan kekuatan 5-10 watt. Selain menggunakan baby box, DOC juga bisa dipelihara di kandang postal.

Kandang pembesaran ayam joper, tidak ada ukuran yang baku namun disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Pada umumnya ukuran kandang lebar 6-9 meter dan panjang 50-70 meter. Kapasitas sekitar 8 ekor/m² untuk ayam yang sudah siap panen. Perlu pengaturan agar ayam tetap dalam kondisi nyaman dan tidak berdesak-desakan. Semakin bertambah umur ayam maka dibutuhkan kandang yang lebih luas.

Pakan, tidak kalah penting untuk diperhatikan agar asupan nutrisi dan gizinya terpenuhi sehingga bisa tumbuh dengan cepat dan baik. Dengan masa pemeliharaan yang cukup singkat, ayam joper tidak membutuhkan banyak pakan. Kuantitas dan kualitas pakan sangat menentukan produktivitas ayam joper. Saat melakukan pergantian pakan ke periode selanjutnya harus dilakukan secara bertahap agar ternak dapat beradaptasi dengan kualitas pakan yang baru. Sebelum dan sesudah pergantian pakan juga berikan multivitamin seperti Vita Stress. Pemberian pakan jangan sampai terlambat karena akan berpengaruh terhadap bobot badan.

Beberapa jenis pakan ayam joper : 1) Pakan Jadi, yang dapat diberikan kepada ayam joper DOC. Hal ini karena pakan jadi mudah dicerna oleh anak ayam. Selain itu, pemberian pakan jadi juga bertujuan untuk meningkatkan nutrisi bagi ternak; 2) Dedak, merupakan by product dari proses penggilingan padi. Diberikan pada ternak karena mengandung sumber energi dan asam amino yang tinggi. Namun, pemberiannya perlu dibatasi yaitu yaitu 10-15% saja, karena mengandung serat kasar yang sulit dicerna; 3) Tepung onggok, yang berasal dari limbah olahan singkong menjadi tepung tapioka. Kandungan metabolismenya cukup tinggi, namun pemberiannya dibatasi hanya 5-10% saja; 4) Pollard, merupakan limbah olahan gandum menjadi tepung terigu. Cocok dijadikan bahan pakan ayam joper, namun harus dibatasi sekitar 5-10% saja. Meskipun kandungan energinya tergolong tinggi, tapi kandungan serat yang dimiliki dapat membuat ayam diare (mencret); 5) Jagung, merupakan biji-bijian yang disenangi ayam karena banyak mengandung karbohidrat. Pemberiannya disesuaikan dengan umur ayam dan bisa dalam bentuk utuh, jagung giling kasar ataupun jagung giling halus. Jagung berbentuk utuh bisa diberikan pada ayam joper yang sudah dewasa. Bentuk partikel terbaik yang diberikan ke ayam joper adalah berbentuk pelet. Disamping disukai karena bisa meningkatkan nafsu makan ayam juga efisiensi lebih tinggi dibandingkan dengan pakan bentuk tepung (mash). Selain pakan, air minum juga harus cukup tersedia atau ad libitum baik kuantitas maupun kualitasnya.

Kesehatan ayam, adalah satu hal sangat penting untuk dijaga baik sebelum ayam diserang penyakit maupun sesudahnya, antara lain dengan cara : 1) Menjaga kebersihan kandang dan peralatan, yang meliputi sanitasi dan desinfeksi. Terapkan pengontrolan lalu lintas orang yang keluar masuk kandang. Semprot kandang dan lingkungan sekitarnya setiap minimal dua kali seminggu dengan Medisep/Antisep/Neo Antisep serta sanitasi air minum dengan Desinsep. Bersihkan dan buang feses yang menumpuk; 2) Isolasi ayam joper yang sakit, dengan memisahkannya sehingga penularan dapat diminimalkan terutama penyakit Coryza. Sedangkan ayam joper yang mati segera dikeluarkan dari kandang dan dimusnahkan dengan cara dikubur atau dibakar; 3) Vaksinasi, yang bertujuan menggertak sistem kekebalan dalam tubuh guna menghasilkan antibodi sehingga daya tahan tubuh ayam joper lebih optimal. (Inang Sariati)

Pustaka

https://ilmubudidaya.com/cara-budidaya-ayam-joper

https://www.trubus-online.co.id/ayam-kampung-panen-30-hari-lebih-cepat/

https://www.peternakmuda.id/2019/08/beternak-ayam-joper.html

Cara Pembuatan Pakan Bebek Alternatif

Ditulis oleh pertanian on . Posted in Teknologi Pertanian

Oleh :

Among Wibowo, SP, MMA

Penyuluh Pertanian Madya

 

Pakan merupakan faktor produksi terpenting dalam usaha peternakan termasuk bebek. Faktor poroduksi yang satu ini tidak hanya sangat menentukan berhasil tidaknya usaha yang dijalani akan tetapi juga komponen terbesar dari keseluruhan biaya produksi. Bahkan, komposisinya bisa mencapai 70-85 % dari keseluruhan biaya. Untuk itu, pakan bebek harus dikelola dan dijaga ketersediaannya baik kuantitas maupun kualitas. Mengingat semakin mahalnya biaya pakan maka peternak bebek harus menyiasatinya dengan mencarikan berbagai alternatif sehingga biaya tersebut bisa ditekan tetapi kualitas pakan tetap terpenuhi sesuai standar. Salah satu caranya adalah dengan membuat sendiri atau menggunakan campuran berbagai bahan baku baik lokal maupun yang sudah jadi.

Perlu juga diingat bahwa dalam pemberian pakan ternak khususnya bebek tidak boleh dilakukan asal-asalan atau sembarangan. Sebab, jenis unggas yang satu ini sangat sensitif terhadap apa yang mereka makan, kendatipun kelihatannya mereka bisa makan apa saja. Pemberian pakan harus teratur dan sesuai fase pemeliharaannya.

Fase pemeliharaan bebek terbagi atas 3 fase. Fase pertama yakni fase starter dimana pemberian makan penuh nutrisi pada waktu 1-14 hari. Nutrisi yang tinggi akan membantu sistem kekebalan tubuh menjadi lebih baik selama perkembangan. Fase kedua yakni pemberian pakan pada umur 15-35 hari. Pada umur tersebut kebutuhan energi lebih tinggi dibanding dengan protein. Kemudian terdapat fase finisher yakni ketika bebek berumur 36-60 hari. Pada umur ini ternak lebih banyak membutuhkan mineral dan vitamin untuk menjaga kesehatan mereka agar tetap baik.

Kandungan Pakan bebek. Kandungan nutrisi dalam pakan bebek harus diperhatikan. Dalam pakan yang diberikan kepada bebek harus terpenuhi gizi yang cukup seperti karbohidrat, lemak, protein hewani dan nabati. Selain itu, dalam pakan bebek juga harus mengandung mineral dan vitamin serta kebutuhan energi juga harus tetap terjaga.

Untuk mendapatkan pakan bebek yang baik bisa dibeli yang sudah jadi produk dari pabrikan. Atau, bisa juga dengan cara diolah sendiri. Bahan baku pakan sangat beragam. Yang sering digunakan ialah : jagung, dedak padi, sorgu, beras menir, dan tepung ikan. Bahan tersebut memiliki beragam kandungan nutrisi. Dapat juga ditambahkan suplement dalam bahan pakan tersebut.

Jika kesulitan mendapatkan pakan bebek karena harganya yang tidak stabil dan cenderung semakin mahal, bisa disiasati dengan membuat pakan bebek sendiri. Cara membuat sendiri pakan bebek tersebut terbilang sangat mudah. Cukup menyediakan bahan baku pakan seperti diatas yang banyak beredar di pasaran.

Pembuatan Pakan Bebek. Pertama giling atau haluskan bahan-bahan tersebut menjadi olahan yang super kecil. Selanjutnya campurkan dengan bahan lain yang juga sama halusnya seperti dedak. Campurkan hingga merata, kemudian tuangkan air secukupnya dan aduk sampai semua tercampur.

Setelah semua bahan tercampur, bisa langsung diberikan pada ternak bebek. Untuk membuat pakan tersebut memang sangat mudah dan berbiaya relatif murah, karena semua bahan banyak tersedia dan dapat dibeli sendiri serta gizi pakan yang ada didalamnya juga tidak kalah dengan pakan jadi produksi pabrik.

Jika merasa tidak punya cukup waktu untuk membuat pakan ternak bebek olahan sendiri, sementara jika dibeli produk pabrikan harganya mahal, maka saat ini juga terdapat banyak pakan ternak organik yang tersedia di pasaran dan juga sama murahnya dengan pakan yang dibuat sendiri.

Terkadang pakan buatan pabrik harganya relatif lebih mahal dan cenderung berfluktuasi sedangkan cara membuat pakan tidak terlalu sulit dan kandungan gizi di dalamnya juga tidak lebih baik dari hasil buatan sendiri ataupun pakan organik. Untuk itu, mari kita biasakan mengolah sendiri saja pakan ternak bebeknya karena bahan baku banyak tersedia bahkan melimpah di sekitar kita. Namun yang perlu diingat, jika membuat sendiri ataupun terpaksa juga membeli pakan ternak yang sudah jadi, hal yang harus diperhatikan ialah gizi dan nutrisi yang terkandungan di dalamnya. Semoga berguna dan bermanfaat (Inang Sariati).

 

Pustaka

Dari berbagai sumber