Walikota Magelang Kurban 4 Sapi, Hari Pertama Tim Disperpa-Untidar-PDHI Langsung Awasi Pemotongan 852 Hewan Kurban

Ditulis oleh pertanian on . Posted in Berita

MAGELANG-Walikota Magelang, Sigit Widyonindito seusai shalat Idul Adha, hari jumat (31/07/2020) bersama jajarannya melakukan safari dan penyerahan sapi kurban ke 4 lokasi, masing-masing Masjid Agung, Kampung Menowo RW 2 Kelurahan Kedungsari, Kampung Dudan Kelurahan Tidar Utara, dan Samban Kidul RW 6 Kelurahan Panjang. Dalam kesempatan itu, Sigit mengajak masyarakat untuk disiplin menerapkan pola hidup sehat dan memaknai hari raya Idul Adha tahun 1441 H/2020 M sebagai momentum untuk mawas diri di tengah ujian menghadapi ancaman pandemi Covid-19. “Perayaan Idul Adha tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, kita sedang diuji betul. Masyarakat harus waspada, mawas diri, agar terhindar dari penyakit. Kalau sehat maka produktifitas kita tinggi,”tegasnya.

Sigit mengatakan, safari Idul Adha bersama Forpimda merupakan ajang memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus corona. Namun tanpa mengurangi esensi dari peringatan Idul Adha itu sendiri.“Safari kali ini sambil mengedukasi masyarakat tentang Covid-19. Kota Magelang yang sudah melandai akhir-akhir ini ada pergerakan, karena masyarakat tidak patuh.Ada pemahaman yang keliru kalau kondisi sudah biasa padahal covid-19 masih ada, masih mengancam,” tandasnya.

Sigit, lebih lanjut mengungkapkan bahwa masyarakat boleh beraktifitas, namun harus dengan protokol kesehatan yang ketat. Ia mencontohkan shalat Idul Adha di Masjid Agung kali ini, seluruh jamaah wajib pakai masker, dicek suhu tubuh sebelum masuk masjid, jaga jarak antarjamaah dan prosedur kesehatan lainnya. Termasuk saat penyembelihan, masyarakat diminta untuk memperhatikan ketentuan pencegahan Covid-19.

Sementara itu terkait pengawasan dan pemeriksaan hewan qurban tahun ini, Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang menerjunkan tim dibantu personil dosen dan mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) serta Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Kota Magelang. Secara rinci tim pengawasan dan pemeriksaan hewan kurban terdiri dari 28 personil Disperpa, 21 personil dosen-mahasiswa Untidar dan 2 personil PDHI. Setiap kelurahan rata-rata diampu 2-3 orang personil. Mereka ditugaskan ke seluruh wilayah kelurahan yang ada di Kota Magelang, kecuali daerah yang terindikasi zona merah Covid 19.

Kepala Disperpa, Eri Widyo Saptoko dalam pengarahannya sebelum pelaksanaan kegiatan di lapangan menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Untidar dan PDHI Kota Magelang atas sinergi dan kerjasama yang baik dalam kegiatan ini. Menurutnya, tujuan semua pihak yang terlibat tak lain untuk kepentingan dan kebaikan masyarakat Kota Magelang. Untuk itu Eri meminta para personilnya dapat bertugas menjalankan fungsi pendataan, pengawasan dan pemeriksaan terhadap hewan kurban di wilayah penugasan masing-masing.

       Lebih lanjut, Eri mendorong para petugas untuk tidak lelah mengingatkan masyarakat akan pentingnya penerapan protokol kesehatan Covid 19. “Data hewan kurban dicollect sebaik mungkin, lakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem sebagaimana mestinya. Dan jangan lupa selalu sampaikan masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan (jaga jarak, gunakan masker dan rajin cuci tangan, red),”pesan Eri di halaman kantor Disperpa kepada para petugas sebelum terjun ke wilayah pemantauannya.

Terkait hasil pendataan hewan kurban pada hari pertama, Kasi Peternakan, Sugiyanto menjelaskan dari hasil rekapitulasi pemotongan hewan kurban di 17 kelurahan hingga pukul 18.30, jumlah hewan kurban yang disembelih mencapai 852 ekor dengan rincian 204 ekor sapi, 575 ekor domba dan 73 ekor kambing. Dari hasil pemeriksaan post mortem, dijumpai 18 kasus cacing hati (Fasciola hepatica), 3 diantaranya afkir dan 1 kasus paru-paru afkir. “Terhadap kasus tersebut sudah dilakukan pengamanan melalui proses penyitaan dan pemusnahan,”tandasnya.

        Sugiyanto menambahkan, kegiatan petugas dalam rangka pengawasan dan pemeriksaan hewan kurban masih akan berlanjut esok hari (sabtu, 01/08/2020) hingga beberapa hari ke depan, baik pemotongan yang dilakukan di wilayah kelurahan maupun RPH Kota Magelang. Pihaknya berharap di hari kedua, Tim dapat mengoptimalkan waktu untuk penyisiran lokasi-lokasi pemotongan baru yang pada tahun lalu belum ada. (among_wibowo, red)

Pastikan Kesehatan Hewan, Disperpa Kota Magelang Sidak Depo Penjualan Hewan Qurban

Ditulis oleh pertanian on . Posted in Berita

MAGELANG – Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang bekerja sama dengan tim medis dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kota Magelang intensif melakukan sidak pengawasan dan pemeriksaan kesehatan hewan Qurban di sejumlah depo penjualan hewan Qurban. Kegiatan yang berlangsung selama seminggu sejak kamis lalu (23/07/2020) hingga hari ini (30/07/2020) dimaksudkan sebagai tindakan preventif mengantisipasi adanya penyakit hewan menular strategis (PHMS) di tubuh hewan qurban.

 


Kepala Disperpa, Eri Widyo Saptoko ditemui di ruang kerjanya hari kamis (30/07/2020) menyatakan untuk mencegah masuk dan beredarnya penyakit hewan menular strategis (PHMS) atau tidak layak konsumsi lainnya, pihaknya intensif melakukan pemeriksaan di sejumlah depo penjualan hewan qurban di Kota Magelang. Selama penyelenggaraan pemotongan hewan qurban tahun ini Disperpa ingin memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus memastikan hewan qurban yang dijual dalam keadaan layak, sehat dan aman untuk dikonsumsi. “Justru yang paling penting saat ini adalah preventif dan kewaspadaan resiko penularan Covid 19 selama perhelatan pemotongan hewan qurban tahun ini,”tegasnya.

Lebih lanjut Eri menjelaskan bahwa menyisir depo-depo penjualan hewan qurban hingga sebelum pelaksanaan Idul Adha 1441 H, 31 Juli mendatang merupakan tahap awal kegiatan rutin tahunan pengawasan dan pemeriksaan hewan qurban. “Puncaknya kami akan menerjunkan puluhan petugas pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2020 untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan ante mortem dan post mortem terhadap hewan qurban di lokasi-lokasi pemotongan yang tersebar di wilayah Kota Magelang,”jelasnya. 

Senada dengan Kadisperpa, Kepala Bidang Peternakan dan Perikanan, Hadiono didampingi Kasi Peternakan, Sugiyanto memastikan akan terus melakukan pengawasan dan pemeriksaaan ternak menjelang hingga sesudah pelaksanaan pemotongan hewan qurban. Dari hasil pemeriksaan sementara belum ditemukan ternak yang mengalami kendala kesehatan seperti sakit mata dan diare. Disinggung temuan penyakit berbahaya dan yang dapat membahayakan konsumen, ia memastikan kondisi sampai saat ini masih aman. “Kami belum temukan indikasi temuan penyakit yang berbahaya pada ternak,” tegasnya.

Sugiyanto berharap masyarakat bisa selektif memilih hewan qurban yang layak, sehat dan aman. Kepada para pedagang hewan qurban, Sugiyanto menghimbau agar tetap menjaga kesehatan ternak qurban dengan mengatur pola makan ternak secara teratur. Dia menyebutkan, masyarakat tidak perlu terlalu risau bila hewan kurbannya mengalami sakit fisik karena tidak menimbulkan efek negatif jika dikonsumsi. Kecuali, mengidap penyakit menular seperti anthrax, maka mengonsumsi daging tersebut bisa membahayakan manusia. Berita baiknya, ungkapnya, untuk penyakit menular hingga saat ini belum ditemukan dipastikan semua ternak bebas dari anthrax. “Kami akan terus mengawasi pelaksanaan pemotongan hewan qurban,” ucapnya.

       Terinformasi pemeriksaan fisik ternak dilakukan di semua tempat penjualan hewan qurban di Kota Magelang. Adapun jenis pemeriksaan yang dilakukan antara lain meliputi pemeriksaan mata, gigi, hidung, mulut, dan umur hewan. Selain itu tim Disperpa juga memberikan pengobatan untuk hewan yang mengalami sakit ringan seperti saleb mata dan suntik vitamin. Kalau ternak sakit parah, Tim Disperpa akan merekomendasikan penjual untuk mengobatinya terlebih dahulu sampai sembuh,”ungkap Arif Febriyanto, salah satu dokter hewan Puskeswan yang bertugas memeriksa depo penjualan hewan qurban. (among_wibowo, red)

Antisipasi Overload Pemotongan Hewan Qurban, RPH Kota Magelang Terapkan SOP Untuk Hindari Kerumunan Orang

Ditulis oleh pertanian on . Posted in Berita

MAGELANG–Mengantisipasi lonjakan pemotongan hewan selama penyelenggaraan Idul Adha 1441 H, Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Magelang akan menegakkan Standar Operating Procedure (SOP) dan melakukan simulasi pelaksanaan pemotongan hewan qurban. Hal ini dimaksudkan untuk kelancaran kegiatan pemotongan di RPH yang diperkirakan overload pada hari jumat-sabtu (31/07/2020-01/08/2020) mendatang. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang, Eri Widyo Saptoko didampingi Kepala UPT RPH, Diana Widiastuti, rabu (29/07/2020) di sela-sela kegiatan Rapat Koordinasi Persiapan Pengawasan dan Pemeriksaan Hewan Qurban 1441 H Tahun 2020 di aula Disperpa, Jl. Kartini Nomor 3 Magelang.

Eri memastikan RPH Kota Magelang akan siap pada hari H (jumat-sabtu, red) pelaksanaan pemotongan hewan qurban. Pihaknya menegaskan siap melayani masyarakat yang akan melakukan pemotongan hewan qurban di RPH. Lebih lanjut Eri mengatakan RPH akan melayani pemotongan hewan qurban setelah pelayanan pemotongan rutin hewan yang setiap harinya mencapai 8-10 ekor. “Strategi RPH nantinya melayani pemotongan rutin terlebih dulu, selanjutnya utk kepentingan idul adha sesuai surat masuk dan jadwal hari pemotongannya,”ujarnya.

Selain itu Eri menegaskan RPH nantinya akan menjalankan SOP yang berlaku dengan mengedepankan protokol kesehatan pengendalian Covid 19. Untuk mengantisipasi berkembangnya penularan Covid 19, kelengkapan seperti APD, masker, thermogun dan handsanitizer/sabun cuci tangan juga disiapkan. Fasilitisasi kelengkapan untuk petugas RPH tetap menjadi perhatian selama menjalankan pekerjaannya di hari-hari overload pemotongan hewan. “Nantinya saya minta kesiagaan petugas RPH hanya melayani pemotongan hewan, pengeletan hingga pemotongan besar 4-6 bagian saja sehingga dapat mengurai terjadinya kerumunan orang,”tegasnya.

 

Kepala UPT RPH, Diana Widiastuti menuturkan kesiapannya untuk menerapkan SOP selama masa berlangsungnya masa pemotongan hewan qurban. RPH sudah siap dengan protokol kesehatan, antara lain penyemprotan disinfektan sebelum pelaksanaan, thermo gun, masker dan handsanitizer/sabun cuci tangan. Diluar itu RPH juga sudah menyiapkan timbangan digital untuk memudahkan pencatatan oleh petugas. Diana menambahkan saat ini kesadaran masyarakat untuk melakukan pemotongan hewan di RPH semakin meningkat. Berdasarkan data yang masuk, hewan yang akan dipotong di RPH mencapai 43 ekor sapi dan 12 ekor domba/kambing. “Jadwal pemotongan mengikuti permintaan Panitia Qurban di masing-masing lokasi, namun secara umum akan tuntas pada hari jumat dan sabtu,”ungkapnya.

Lebih lanjut Diana memaparkan secara teknis rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk pemotongan hewan 45-60 menit. Sehingga dapat dikalkulasi kapasitas pemotongan per hari dan pengaturan pembagian pekerjaan masing-masing petugas. “Nantinya setiap petugas RPH ada yang bertugas menjadi juru sembelih halal (juleha), menguliti, mencuci jeroan, keur master dan pemeriksan laboratorium,”jelasnya.

 

        Dalam kesempatan itu, Diana menegaskan RPH sudah menyiapkan 14 orang stafnya ditambah 4 orang tenaga dari luar RPH. Direncanakan tenaga yang disiapkan RPH akan menangani pemotongan 28 ekor sapi, sisanya ditangani secara mandiri oleh masyarakat dengan pengawasan RPH. “Saat pelaksanaan untuk Takmir Masjid/Mushola yang hadir untuk melihat dibatasi 5 orang saja, sedangkan untuk pemotong daging harus membawa alat pribadi dan jumlahnya dibatasi tidak lebih dari 15 orang,”pungkasnya. (among_wibowo, red)

Waspada Gelombang Kedua Covid 19, Kadisperpa Minta Petugas Dan Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan Selama Aktivitas Pemotongan Hewan Qurban

Ditulis oleh pertanian on . Posted in Berita

MAGELANG – Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang pada penyelenggaraan Idul Adha tahun ini dipastikan tetap akan menerjunkan Tim Pengawasan dan Pemeriksaan Hewan Qurban ke kelurahan-kelurahan se-Kota Magelang. Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pengawasan dan Pemeriksaaan Hewan Qurban 1441 H tahun 2020 hari rabu (29/07/2020) di aula Disperpa Kota Magelang. Rakor dipimpin Kadisperpa dan dihadiri puluhan petugas yang akan diterjunkan mendampingi masyarakat Kota Magelang dalam kegiatan pemotongan hewan Qurban. Para petugas berasal dari ASN dan THL Disperpa, dosen dan mahasiswa Universitas Tidar serta ASN Dinas PKH Provinsi Jawa Tengah.

Kadisperpa, Eri Widyo Saptoko dalam pengarahannya menekankan para petugas untuk menjalankan amanah tugas negara dengan tetap mengedepankan implementasi protokol kesehatan di era adaptasi kebiasaan baru. Dalam kesempatan itu Eri meminta para petugas dan masyarakat untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan selama penyelenggaraan pemotongan hewan Qurban di lokasi masing-masing. “Khusus untuk panitia qurban yang dibentuk para takmir masjid, sebaiknya jumlahnya dibatasi sehingga dapat mengurangi kerumunan masyarakat. Jangan lupa sebelum tugas makan terlebih dahulu, tetap jaga jarak, gunakan masker dan rajin cuci tangan,”paparnya.

Kewaspadaan terhadap gelombang kedua Covid 19 itu bukan tanpa alasan mengingat dalam beberapa hari terakhir Kota Magelang dibayangi merebaknya kasus positif baru Covid 19 dari cluster Demak. Mengantisipasi keadaan ini, Eri meminta dibentuk koordinator tiap kecamatan dan pembuatan grup WA utk koordinasi. “Terhadap wilayah dimana muncul cluster Demak seperti Kedungsari dan Kemirirejo (Gang Kantil) nanti bisa dibuatkan surat ke Kelurahan-Kelurahan yang intinya untuk sementara waktu petugas tidak akan masuk di wilayah tersebut untuk mencegah penularan Covid 19,”jelasnya.

        Eri menambahkan, mengingat pelaksanaan penyembelihan hewan qurban tahun ini kemungkinan terjadi pada hari jumat dan sabtu, petugas dapat mulai mencicil pendataan hewan qurban di wilayah penugasan masing-masing sekaligus melakukan pemeriksaan ante mortem (pemeriksaan sebelum pemotongan hewan qurban). Sehingga nantinya pada saat hari H, lanjutnya, petugas tinggal fokus pada pemeriksaan post mortem (pemeriksaan sesudah pemotongan hewan qurban). “Saya harapkan petugas juga bisa saling support antar wilayah sehingga pengawasan, pemeriksaan dan pendataan bisa terlaksana secara akurat, tidak ada lokasi yang terlewati,”pungkasnya. (among_wibowo, red)