Polresta Bantu Saprodi, Wawali Magelang: Sektor Pertanian Masih Dominan Selama Petani Mengupayakan Pangan

Ditulis oleh pertanian on . Posted in Berita

MAGELANG – Wakil Walikota (Wawali) Magelang, Windarti Agustina hari senin (27/07/2020) menghadiri kegiatan Tatap Muka Kapolres Magelang Kota Bersama Forkopimda Kota Magelang yang digelar Polres Magelang Kota di 3 kecamatan. Kegiatan digelar di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sri Rejeki Kelurahan Magelang, Gapoktan Ngudi Makmur Kelurahan Kramat Selatan dan Gapoktan Karya Jaya/Poktan Campursari Kelurahan Tidar Selatan. Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0705 Magelang, Kejaksaan Negeri Magelang, Pengadilan Negeri Magelang, Camat, Lurah, Penyuluh Pertanian dan puluhan petani Kota Magelang.

Dalam kegiatan tersebut Polres Magelang Kota memberikan bantuan sarana produksi (saprodi) pertanian berupa benih padi, benih palawija, pupuk NPK dan handsprayer elektrik kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di setiap kecamatan. Bantuan saprodi diserahkan oleh Wakil Walikota Magelang, Kapolres Magelang Kota, Dandim 0705, Kejari Magelang, Perwakilan PN Magelang dan Kadisperpa Magelang. Selain pemberian bantuan saprodi, kegiatan juga diisi dengan sambutan pengarahan dari Wawali, Kapolresta, Dandim dan Kadisperpa Kota Magelang serta tanam padi secara simbolis di lahan sawah Tidar Selatan oleh Wawali dan Kapolres Magelang Kota.

Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina dalam sambutannya mewakili Walikota Magelang, Sigit Widyonindito, menyampaikan apresiasi Pemerintah Kota Magelang kepada Polres Magelang Kota yang mewujudkan kepeduliannya dengan memberikan bantuan saprodi kepada Gapoktan-Gapoktan yang ada di 3 kecamatan. Windarti mengungkapkan sejauh ini sektor pertanian di Kota Magelang masih sangat dibutuhkan kontribusinya untuk memenuhi ketersediaan pangan daerah. Sektor pertanian, lanjutnya, masih dominan selama petani mengupayakan pangan. Menurutnya pertanian terbukti sebagai sektor utama yang masih eksis selama pandemi covid, bahkan banyak sekali menunjang ketahanan ekonomi masyarakat. “Saya harapkan petani jangan pernah putus komunikasi dengan Disperpa ketika mengalami kendala di lapangan,”tuturnya.

Di era adaptasi kebiasaan baru ini, Windarti memotivasi petani Kota Magelang untuk tetap semangat meningkatkan produksi pertaniannya. Namun ia juga menekankan kepada petani untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan selama proses berproduksi. Antara lain jaga jarak, penggunaan masker dan rajin mencuci tangan. “Menjaga produksi pangan sangat penting, tetapi jauh lebih penting menjaga kesehatan diri selama beraktivitas dengan menjalankan protokol kesehatan,”tegasnya.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Nugroho Ari Setyawan dalam sambutannya bersyukur instansi yang dipimpinnya masih dapat berkontribusi membantu para petani pejuang pangan di Kota Magelang sekaligus meringankan beban ongkos produksi usahatani petani. Nugroho berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat untuk mendukung kegiatan produksi pangan para petani di era adaptasi kebiasaan baru. Ia menilai meskipun produksi hasil pertanian di Kota Magelang belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi di tingkat Kota, namun produksi hasil pertanian tetap harus dioptimalkan untuk mengurangi defisit kebutuhan konsumsi di tingkat Kota Magelang. “Saya senang bapak-bapak masih bersemangat menjalankan usaha pertaniannya, sekaligus menjadi garda terdepan penyedia pangan masyarakat,”katanya.

       Terpisah Kadisperpa, Eri Widyo Saptoko menandaskan Disperpa terus mencari formula dan terobosan-terobosan untuk meningkatkan produksi sektor pertanian, pangan, peternakan dan perikanan. Antara lain melalui pengembangan pertanian perkotaan terintegrasi (integrated urban farming). Hal ini dilandasi kondisi luas lahan pertanian yang semakin berkurang, per tahun konversi penggunaan lahan dari pertanian ke non pertanian sekitar 4-5 hektar. Sampai sejauh ini luas lahan pertanian masih sekitar 161,34 ha dengan rincian 142,83 ha sawah dan 18,51 ha tegalan. “Namun sesuai data BPS tahun 2019, luas lahan pekarangan di Kota Magelang mencapai 1.234,85 ha sehingga kita masih berpeluang besar untuk mengembangkan usahatani khususnya hortikultura berbasis pemanfaatan pekarangan,”pungkasnya. (among_wibowo, red)

Kawal Pelaksanaan Qurban Di Masa Pandemi Covid 19, Disperpa Terjunkan Tim Pengawasan dan Pemeriksaan Hewan Qurban

Ditulis oleh pertanian on . Posted in Berita

MAGELANG – Jelang hari raya Idul Adha 1441 Hijriah yang jatuh pada hari jumat (31/07/2020), Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang hari rabu (22/07/2020) menggelar kegiatan Rapat Koordinasi Persiapan Pengawasan dan Pemeriksaan Hewan Qurban di aula Disperpa, Jl. Kartini Nomor 3 Magelang. Rakor yang diikuti sekitar 30 orang petugas Pengawas dan Pemeriksa Hewan Qurban itu dipimpin langsung Kadisperpa dan menghadirkan 3 narasumber dokter hewan dari internal Disperpa. Kegiatan dimaksudkan sebagai pembekalan bagi para petugas Pengawas dan Pemeriksa Hewan Qurban lingkup Disperpa khususnya antisipasi pelaksanaan penyembelihan hewan qurban selama masa pandemi Covid 19.

Kepala Disperpa, Eri Widyo Saptoko menyatakan kesiapan timnya untuk mengawal kegiatan penyembelihan hewan qurban meski dalam suasana siaga Covid 19. Dalam pengarahannya, ia mengharapkan para petugas yang diterjunkan dapat menjalankan tugas negara dengan sebaik-baiknya sehingga dapat memberikan jaminan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Untuk itu Eri meminta seperti tahun sebelumnya sebelum pelaksanaan penyembelihan hewan qurban, dibentuk Tim Kecil yang nantinya memantau kesehatan ternak di sejumlah depo penjualan hewan qurban sekaligus memberikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai legalitas bagi depo yang beroperasi di Kota Magelang. “Mulai sekarang petugas pengawas dan pemeriksa hewan qurban bisa mulai melakukan mapping lokasi penyembelihan hewan qurban oleh masyarakat, minimal gunakan database tahun kemarin,”tegasnya.

Di masa pandemi Covid 19 ini, Eri juga meminta para petugas untuk menjadi teladan bagi masyarakat terutama dalam penggunaan uniform standar pencegahan penularan Covid 19. Semua petugas, lanjutnya, beresiko kontak langsung dengan Covid 19. Khusus untuk RPH Kota Magelang, Eri meminta jajarannya untuk dapat mengantisipasi beban penyembelihan ternak, manakala ada permintaan dari masyarakat untuk melakukan penyembelihan hewan qurban di RPH. “Dipersiapkan sebaik mungkin dan tetap perhatikan protokol kesehatan mulai jaga jarak, gunakan APD, masker, ficeshield dan rajin cuci tangan,”imbuhnya.

Ditempat terpisah, Kabid Peternakan dan Perikanan, Hadiono, mengatakan bahwa pihaknya seperti tahun-tahun sebelumnya akan melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan hewan ke sejumlah depo penjualan ternak dan pengawasan di masjid dan tempat ibadah lainnya yang memiliki hewan qurban. Pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan bersama dengan para dokter hewan dan paramedik veteriner di Puskeswan Kota Magelang. ”Pemeriksaan kesehatan ternak terdiri dari 2 jenis yaitu antemortem untuk melihat kesehatan hewan sebelum dipotong dan postmortem untuk melihat kesehatan ternak sesudah dipotong, dalam hal ini fokus pada kelainan organ spesifik seperti hati, limpa, paru, dan jantung,”jelasnya.

Menurut Hadiono, untuk menjamin keamanan dan kesehatannya, ternak dari luar daerah akan diperiksa dan harus memiliki SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan). Senada dengan Kadisperpa, Hadi menuturkan akan memeriksa SKKH ternak dari luar kota, dan memberikan sertifikat bagi depo penjualan ternak yang sudah melalui pemeriksaan tim Disperpa”, ungkapnya.

Dalam kegiatan itu para petugas pengawas dan pemeriksa hewan qurban menerima pembekalan dari 3 narasumber dokter hewan di Disperpa antara lain Heru Trisusila, Diana Widiastuti dan Arif Febriyanto. Narasumber pertama, Heru Trisusila menyampaikan materi Persiapan Diri Sebagai Petugas Pemeriksa Hewan Qurban di Era Covid 19. Narasumber kedua, Diana Widiastuti memaparkan materi Refresher Petugas Qurban Tahun 2020. Sedangkan Arif Febriyanto menggelar praktek Membedakan Organ Dalam Hewan Sapi seperti hati, limpa dan paru yang sehat dan sakit beserta cara penanganannya bila dijumpai organ dalam yang sakit.

Sementara itu Kasi Peternakan, Sugiyanto menambahkan dirinya berharap pelaksanaan qurban tahun ini dapat berjalan lancar. Pihaknya berharap kader Kesmavet (Kesehatan Masyarakat Veteriner) yang sudah dilatih pada tahun sebelumnya dapat berkontribusi membantu masyarakat di lingkungannya untuk dapat membedakan daging yang sehat dan tidak. “Pelaksanaan Idul Adha di masa pandemi ini diharapkan dapat terlaksana dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,”katanya.

      Untuk itu ia menghimbau Takmir Masjid untuk memperbanyak relawan guna mendukung kelancaran distribusi hewan qurban ke rumah-rumah mustahik. Selain itu, panitia qurban bentukan Takmir Masjid dianjurkan menyediakan thermo gun, menggunakan APD lengkap, masker, kacamata google atau face shield. “Titik kritisnya pada saat pembagian daging kurban sehingga panitia atau takmir masjid harus punya strategi untuk meminimalisir kerumunan masyarakat, termasuk salah satunya dengan proses distribusi langsung oleh relawan ke rumah-rumah mustahik,”pungkasnya. (among_wibowo, red)

Jalankan Amanat Permentan 11/2020, Kadisperpa Apresiasi Kinerja Tim Auditor NKV Selesaikan Verifikasi Audit Giant Magelang

Ditulis oleh pertanian on . Posted in Berita

MAGELANG–Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang, Eri Widyo Saptoko hari jumat (17/07/2020) mengapresiasi kinerja bersama tim auditor Dinas PKH Jateng dan tim Disperpa yang telah selesai melakukan verifikasi audit NKV di Giant Spm Magelang secara menyeluruh, hari Kamis (16/07/2020). Ditemui di ruang kerjanya, Eri berharap kegiatan serupa akan terus berlanjut untuk pasar modern fresh market lainnya di Kota Kupat Tahu itu. Hal ini sangat penting karena NKV merupakan bagian dari amanat Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner Unit Usaha Produk Hewan. “Nantinya saya harapkan semua pasar modern yang menjual produk asal hewan untuk menjalani verifikasi audit NKV,”katanya.

Eri memaparkan tujuan pemberian label NKV antara lain untuk mewujudkan jaminan produk hewan agar memenuhi persyaratan Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH), memberikan perlindungan kesehatan dan ketentraman batin konsumen produk hewan dan meningkatkan daya saing produk hewan domestik. Khusus bagi Pemerintah Kota Magelang, NKV merupakan sarana penelusuran sumber produk yang efektif dalam rantai keamanan pangan. “Manfaat bagi Pemerintah Kota Magelang dapat mempermudah proses penelusuran balik (traceability) terhadap temuan penyimpangan peredaran produk. Sedangkan bagi pelaku usaha pasar modern seperti Giant Spm Magelang akan memperoleh nilai tambah jaminan keamanan produk dengan mencantumkan label NKV pada produknya untuk bersaing di pasaran,”jelasnya.

 

 

Lebih lanjut, pria 58 tahun itu menjelaskan sesuai Permentan Nomor 11 Tahun 2020, yang merupakan pengganti dari Permentan No. 381 Tahun 2005 tentang Pedoman Sertifikasi Kontrol Veteriner Unit Usaha Pangan Asal Hewan, masa berlaku NKV dibatasi hanya 5 tahun saja dan setelah itu harus disertifikasi ulang. “Kalau pada aturan sebelumnya di Permentan 381 Tahun 2005, sertifikat NKV berlaku selama unit usaha masih beroperasi. Jadi sejak berlakunya Permentan yang baru, NKV berlaku untuk jangka waktu 5 tahun dan selanjutnya dapat disertifikasi kembali,”tandasnya.

 

Sementara itu terpisah Kepala Bidang Peternakan, Hadiono, didampingi Kasi Peternakan, Sugiyanto, menambahkan Nomor Kontrol Veteriner atau lebih dikenal dengan NKV merupakan sertifikat yang menjadi bukti tertulis yang sah telah dipenuhinya persyaratan higiene-sanitasi sebagai kelayakan dasar jaminan keamanan produk hewan pada unit usaha produk hewan. Setiap orang, lanjutnya, yang mempunyai Unit Usaha Produk Hewan, wajib mengajukan permohonan untuk memperoleh Nomor Kontrol Veteriner. Tujuan dilakukannya sertifikasi NKV yaitu terlaksananya tertib hukum dan tertib administrasi dalam pengelolaan usaha produk pangan asal hewan serta memastikan bahwa unit usaha telah memenuhi persyaratan higiene-sanitasi dan menerapkan cara produksi yang baik. “Sejumlah Unit Usaha Produk Hewan yang dimaksud antara lain Ritel, Kios Daging, RPH, budidaya unggas petelur dan ternak perah,serta usaha pengolahan daging, susu dan telur,”ujarnya.

 

Terkait hasil audit di Giant Spm Magelang, Kasi Peternakan, Sugiyanto menuturkan ada sejumlah temuan ketidaksesuaian antara lain coldstorage berisi produk selain produk hewan (kentang), penataan wadah terlalu dekat dengan wadah yang lain, kartu kontrol suhu tidak tertulis lengkap dan ketidaksesuaian lainnya yang perlu adanya perbaikan. “Ke depan hasil verifikasi audit NKV ini sebagai dasar pengelola ritel untuk melakukan perbaikan,”pungkasnya.

 

      Terinformasi kegiatan ini berawal dari permohonan surveilans/auditing NKV dari 3 pengelola usaha ritel di Kota Magelang, masing-masing Giant Spm Magelang (Jl. Tidar Nomor 23 Magelang), PT. Lion Superindo (Jl. Pahlawan Nomor 98 Magelang) dan PT. Lion Superindo (Jl. Gatot Subroto No. 45 Magelang) kepada Disperpa Kota Magelang. Kemudian ditindaklanjuti dengan surat permohonan Disperpa Kota Magelang kepada Dinas PKH Provinsi Jateng. Namun dalam pelaksanaan kegiatan, Tim Auditor Dinas PKH yang terdiri dari dua dokter hewan itu didampingi tim Disperpa baru dapat menyelesaikan verifikasi audit NKV terhadap ritel Kios Daging Giant Spm Magelang. Sementara verifikasi audit NKV pada ritel PT. Lion Superindo di Jl. Pahlawan No. 98 Magelang dan Jl. Gatot Subroto No. 45 Magelang akan dijadwalkan lebih lanjut, termasuk untuk usaha ritel kios daging Best Meat milik PT. Proteindotama Cipta Pangan (JAPFA) yang beroperasi di Kota Magelang dan sudah memiliki 3 cabang. (among_wibowo, red)

Ujung Tombak Poktan, Disperpa Bekali Penyuluh Swadaya Ketrampilan Public Speaking dan Budidaya Komoditas Unggulan

Ditulis oleh pertanian on . Posted in Berita

MAGELANG- Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang selama 2 hari mulai hari rabu-kamis, 15-16 Juli 2020 menggelar Pelatihan Public Speaking serta Budidaya Komoditas Unggulan di aula Disperpa, Jl. Kartini Nomor 3 Magelang. Kegiatan yang diikuti 30 penyuluh pertanian swadaya se-Kota Magelang itu bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga penyuluh pertanian swadaya di Kota Magelang khususnya dalam urusan dasar-dasar komunikasi kepada publik (public speaking) dan budidaya komoditas unggulan seperti kelengkeng dan vanili. Pemilihan kedua komoditas itu selain karena memiliki nilai ekonomi yang relatif tinggi, juga didasari tren semakin meningkatnya kebutuhan terhadap kedua komoditas tersebut. Narasumber kegiatan sebagian besar berasal dari Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Soropadan Temanggung.

 


Kepala Disperpa, Eri Widyo Saptoko dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Bidang Pertanian, Uswatun Hasanah mengungkapkan melalui kegiatan ini para penyuluh swadaya sebagai ujung tombak kelompok tani (poktan) dibekali kompetensi dan kemampuan dasar-dasar komunikasi, kemampuan manajerial, kewirausahaan dan oganisasi yang baik. Uswatun Hasanah yang akrab dipanggil Ana itu menaruh harapan besar agar para penyuluh swadaya dapat berperan sebagai agen perubahan sekaligus agen informasi di kelompok taninya masing-masing. “Kami berharap ditengah keterbatasan jumlah penyuluh pertanian ASN, para penyuluh swadaya ini dapat menjadi kepanjangan tangan Diinas dalam menyampaikan sejumlah informasi pertanian kepada para petani di kelompoknya,”katanya.

 

 

Ana menuturkan pemilihan sumber peserta didasari keterwakilan pelaku utama semua komoditas pertanian seperti petani padi sawah, penggiat komoditas hortikultura seperti tanaman hias dan tanaman obat. Lebih lanjut, Ana meminta penyuluh swadaya setelah meningkat wawasan dan ketrampilannya, disamping menjalankan usaha tani juga menjadi garda terdepan dalam transfer of knowledge kemajuan dunia pertanian. “Selain bertani mandiri, saya harapkan penyuluh swadaya dapat gethok tular wawasan, ilmu dan ketrampilan yang sudah diperolehnya kepada rekan di kelompok tani sehingga nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan petani di Kota Magelang,”jelasnya.

 

 

 

Terinformasi kegiatan pelatihan yang didanai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) TA. 2020 menghadirkan 4 narasumber yaitu Sutardi (Pemberdayaan penyuluh swadaya menyongsong kemandirian petani), Ahmad Damar Arifin (Public Speaking), Arif Dwi Wibowo (Budidaya dan Prospek Pengembangan Kelengkeng) dan Fariz Asyhar (Budidaya dan Prospek Vanili).  Pola kegiatan dilaksanakan dengan 2 pola yaitu teori dan dilanjutkan dengan demonstrasi praktek peserta. Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini khususnya dalam bahasan komoditas unggulan kelengkeng dan vanili yang memang sejauh ini memiliki prospek pasar yang masih sangat terbuka secara nasional.

 

 

        Para narasumber dalam kesempatan pelatihan ini memberikan sejumlah motivasi dan materi terkait dasar-dasar komunikasi dan tips agar penyuluhan kepada petani dapat menarik dan mencapai sasaran. Tak kalah menariknya saat pemaparan materi A sampai Z budidaya komoditas kelengkeng dan vanili yang saat ini memang sedang trending dibudidayakan masyarakat. Komoditas kelengkeng saat ini sudah banyak dikebunkan di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Magelang. Khusus vanili, pemasarannya bahkan sudah mampu menembus pasar ekspor dunia karena secara kualitas kandungan vanili lebih baik kualitasnya daripada vanili dari negara sentra dunia seperti Brasil dan Meksiko. Mendengar penjelasan dari narasumber, para peserta pelatihan tergiur dan termotivasi untuk membudidayakan kelengkeng dan vanili di lahan masing-masing. Sejumlah peserta tampak antusias dan merencanakan untuk studi lebih lanjut secara mandiri ke Bapeltan Soropadan Temanggung (among_wibowo, red)