Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Disperpa Kota Magelang Semprot Disinfektan dan Tutup Sementara Kunjungan Ke KBS

Ditulis oleh pertanian on . Posted in Berita

MAGELANG – Ditengah merebaknya pandemi virus Corona, Dinas Pertanian dan Pangan Kota (Disperpa) Kota Magelang kemarin (17/03/2020) melakukan langkah antisipatif dengan menyemprotkan cairan disinfektan di Kebun Bibit Senopati (KBS). Penyemprotan dilakukan pada bagian bangunan yang seringkali menjadi titik sentuh/kontak para pengunjung KBS. Antara lain pagar yang berbatasan langsung dengan jalan dan pagar di area pergola KBS. Tak hanya itu, salah satu ikon kebanggaan Kota Magelang itu juga ditutup sementara selama 2 minggu hingga akhir Maret mendatang.

Kepala Disperpa, Eri Widyo Saptoko ditemui di ruang kerjanya menjelaskan kegiatan penyemprotan disinfektan merupakan kegiatan tanggap darurat yang dimaksudkan untuk sterilisasi lokasi KBS. Hal ini mengingat KBS merupakan salah satu obyek yang sering dikunjungi wisatawan dari dalm dan luar daerah Kota Magelang. “Kegiatan disinfeksi semacam ini harus menjadi SOP kita bersama dalam menghadapi pandemi virus Corona,”ujarnya.

Eri menambahkan pihaknya memutuskan menutup sementara aktivitas kunjungan KBS selama 2 minggu mengikuti arahan dan kebijakan Walikota Magelang pada hari minggu malam (15/03/2020). Tujuan penutupan sementara untuk meminimalkan terjadinya kerumunan massa dan mengimplementasikan “sosial distancing” sehingga penularan wabah virus Corona dapat diminimalisir. “Penutupan KBS bersifat dinamis mengikuti perkembangan situasi kondisi sampai dengan akhir maret dan arahan lebih lanjut dari Walikota Magelang,”tandasnya.

         Terkait kegiatan penyemprotan disinfektan, Eri juga tak menampik akan dilakukan kegiatan serupa di sejumlah obyek vital Disperpa seperti kantor pusat Disperpa, Puskeswan, RPH dan BBI. “Pada prinsipnya Disperpa akan terus berkontribusi untuk mengurangi resiko penyebaran virus Corona mulai dari aset yang dikelola Disperpa dan terus mendorong ASN di Disperpa untuk meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam mendukung aktivitas kerjanya,”pungkasnya (among_wibowo, red)

Viral : Sukseskan Moncer Serius, Ada Selfie Spot Diantara Merekahnya Bunga Kuku Macan Pergola KBS Kota Magelang

Ditulis oleh pertanian on . Posted in Berita

MAGELANG- Kebun Bibit Senopati (KBS) Kota Magelang seminggu ini setiap harinya ramai menerima kunjungan masyarakat dari dalam dan luar Kota Magelang. Penyebabnya tak lain karena viral Selfie Spot di area pergola di atas jembatan KBS. Perpaduan warna hijau daun dan merekahnya bunga eksotis merah jingga dari tanaman Kuku Macan (Mucuna bennettii) yang menghiasi Pergola KBS sepanjang 40 meter itu memang sangat menarik dan sedap dipandang mata. Tak heran bila ratusan pengunjung yang datang rela antri untuk sekedar berfoto selfie dengan background bunga merah jingga di pergola KBS.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang, Eri Widyo Saptoko mengungkapkan momentum mekarnya bunga tanaman kuku macan di pergola KBS selama 2-3 minggu ke depan diharapkan dapat mendukung program Ayo Ke Magelang dengan tagline MONCER SERIUS. Mudah-mudahan masyarakat dari dalam dan luar Kota Magelang semakin tertarik untuk mengunjungi Kebun Bibit Senopati (KBS). “Di KBS, selain berfoto selfie, pengunjung dapat belajar atau edukasi perbanyakan sejumlah tanaman hias,”katanya.

Ditambahkannya sejauh ini jumlah pengunjung KBS khususnya dari sekolah-sekolah semakin meningkat, ribuan dalam seminggu. Fenomena ini sangat menggembirakan karena selain mampu mendukung “Ayo Ke Magelang”, asa untuk menumbuhkan generasi millenial pertanian di Kota Magelang masih ada, meskipun pada kashirnya tak hanya menggeluti sektor pertanian pangan saja. Terkait mekarnya bunga tanaman Kuku Macan, Eri mempersilakan penyuka foto selfie untuk hadir langsung membuktikan keindahan bunga asal Papua itu. “ Saya jamin pasti puas berfoto di sini (area Pergola KBS) karena warna dan bentuk bunganya sangat menarik. “Segera saja berkunjung ke KBS karena waktu bunga mekar juga tak lama, hanya 2-3 minggu saja” pungkasnya.

Terinformasi dari berbagai sumber, Mucuna bennettii di Indonesia dikenal sebagai tanaman bunga kuku macan. Tanaman bunga kuku macan memiliki banyak sebutan antara lain red jade vine, flame of Irian, flame of Guinea atau New Guinea creeper. Namun demikian masyarakat Thailand lebih akrab menyebutnya sebagai puang ko mane. Bunga ini diketahui banyak terdapat di Papua New Guinea meskipun aslinya datang dari Polinesia.

Tanaman bunga kuku macan merupakan tanaman perdu berkayu yang tingginya dapat mencapai 30 meter. Dengan batang yang keras, daun yang lebat berbentuk daun majemuk yang terbagi ke dalam 3-5 helai dalam satu tangkai serta pertumbuhannya yang cepat membuatnya sangat layak menjadi idola tanaman penghias pergola. Ditambah lagi dengan bunga majemuknya yang menyerupai tandan dimana setiap tandan memiliki lebih dari 50 kuntum berwarna merah jingga, membuat pergola itu bak digantungi lampion cerah merah jingga.

Berbunga 2 kali dalam satu tahun, untaian bunga kuku macan memiliki keistimewaan tidak mudah layu. Bunga flame of irian Mucuna bennettii terlihat seperti nyala api dengan warna jingga kemerahan. Bunga tersusun dalam tandan sepanjang 30 – 50 cm dan menggantung dari atap pergola. Setelah semua bunga rontok, kuncup-kuncup bunga mulai bermunculan.. Jika sedang berbunga, puluhan tandan bunga serempak memamerkan keindahannya. Yang istimewa, bunga awet mekar hingga 3 minggu. Kuntum-kuntumnya yang menyerupai kuku macan bisa dipastikan setangguh dan sekuat kuku Panthera tigris, sebutan macan dalam bahasa latin.

Tanaman ini dapat tumbuh di ekosistem terbuka dengan cahaya matahari penuh ataupun di lokasi yang agak terlindung. Di alam terbuka tanaman bunga kuku macan memiliki varian lebih dari 100 species. Namun dari segi keindahan warna kuntum bunganya, hanya ada 2 varian bunga kuku macan yang menarik, yaitu warna merah jingga (Mucuna benetii) dan warna hijau kebiruan (Strongylodon macrobotrys). Tanaman bunga kuku macan bisa tumbuh di semua kondisi dan berbunga setidaknya pada ketinggian minimal 300 m dpl. Proses pertumbuhannya umumnya dengan cara memanjat/merambat pada pohon tinggi sehingga bunganya bakal menggantung lebih indah. 

     Dari aspek pemanfaatan, tanaman bunga kuku macan selain bermanfaat dalam implementasi lanskap/taman, juga indah dan menarik sebagai penghias pergola atau tanaman rambat di pepohonan besar dan tinggi. Proses pemangkasan daun sangat perlu dilakukan agar terjadi pergantian pucuk, menjaga tanaman tidak terlalu rimbun terlebih, yang akhirnya berpotensi menghalangi proses pembungaan. Sangat penting diketahui bahwa cara perbanyakan tanaman bunga kuku macan hanya dapat dilakukan dengan biji atau cangkok. (among_wibowo, red)

Perkuat Image Olahan Aloe vera Khas Kota Magelang, Disperpa Tingkatkan SDM Penggiat Aloe vera Jilid 5

Ditulis oleh pertanian on . Posted in Berita

MAGELANG- Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang untuk kelima kalinya sejak 2016 sukses menggelar kegiatan Pelatihan Budidaya dan Pengolahan Hasil Lidah Buaya (Aloe vera) bagi masyarakat Kota Magelang. Rangkaian kegiatan selama 2 hari mulai selasa-rabu, 10-11 Maret 2020 itu diikuti 35 peserta dari 3 kecamatan di Kota Magelang. Kegiatan dihelat salah satunya demi memperkuat image olahan Aloe vera sebagai varian baru oleh-oleh khas Kota Magelang dan memantapkan kegiatan Pengembangan Urban Farming di Kota Sejuta Bunga. Kegiatan yang menerapkan metode pelatihan dengan komposisi 40% teori dan 60 % praktek itu menampilkan narasumber budidaya dan pengolahan Aloe vera antara lain Imam Rodli (Pimpinan P4S Rama Vera, Wates- Kulon Progo DIY) serta Nurdi Setyo Bowo dan Cory Febry Astuti (P4S Mavera Kota Magelang). Selain dilatih, setiap peserta juga memperoleh bahan percontohan berupa indukan dan bibir Aloe vera, media arang sekam, polibag dan obat-obatan pertanian.

 

Kepala Disperpa, Eri Widyo Saptoko dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini selain memperkuatkan image komoditas Aloe vera, sangat penting untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pertanian di Kota Magelang yang ujungnya terjadinya peningkatan kesejahteraan masyarakat pasca pelatihan. Selain itu kegiatan pelatihan juga dimaksudkan untuk mewujudkan pengembangan komoditas ikonik Aloe vera dalam bingkai pengembangan kegiatan Urban Farming di Kota Magelang. Sejauh ini melalui sejumlah inovasi Kota Magelang sudah memiliki produk minuman serbuk Aloe vera dalam kemasan, stik, selai hingga dawet Aloe vera. “Kami ingin pasca pelatihan ini para peserta dapat semakin inovatif, meningkat ketrampilannya dalam budidaya maupun pengolahan hasil Aloe vera. Dan ke depan kami berharap para peserta baru bisa sukses sebagai pelaku agribisnis Aloe vera di Kota Magelang,”tambahnya.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Pertanian, Uswatun Hasanah dalam laporannya menjelaskan bahwa pada hari pertama peserta menerima materi umum terkait Khasiat, Potensi Ekonomi, Pemasaran dan Teknis Budidaya Aloe vera. Selanjutnya pada hari kedua materi Variasi Olahan Aloe vera dan praktek pengolahan Aloe vera menjadi ice cream, nata de aloe, selai Aloe vera dan dawet Aloe vera. “Untuk memberikan wawasan tentang diversifikasi dan legalisasi produk, peserta selain praktek variasi pengolahan Aloe vera juga diberikan informasi Perijinan Sertifikasi P-IRT,”pungkasnya.

 

Salah satu instruktur pelatihan, Imam Rodli menjelaskan bahwa kiat sukses menjalani bisnis Aloe vera adalah niat ikhlas, ketekunan dan inovasi. Ditambahkannya, komoditas Aloe vera secara budidaya sangat mudah dirawat, sedangkan secara pasca panen relatif mudah dilakukan dan tidak memerlukan biaya yang terlalu mahal. “Dua kunci lainnya yang tak kalah penting adalah membangun jejaring antar pelaku agribisnis Aloe vera baik di dalam maupun di luar Kota Magelang dan memenuhi batas skala usaha, “tandasnya.

 

         Salah satu peserta pelatihan, Trisnawati, di sela-sela kegiatan berharap agar Disperpa secara kontinyu memberikan pembinaan dan pendampingan kepada komunitas penggiat Aloe vera di Kota Magelang. “Harapan kami, Dinas dapat menjembatani kebutuhan peserta setelah pelatihan sehingga dapat terus berinovasi mengembangkan ilmu, ketrampilan dan usahanya dalam budidaya, pengolahan dan pemasaran Aloe vera. Syukur-syukur nantinya peserta juga difasilitasi untuk kunjungan lapang ke lokasi industri Aloe vera di luar daerah serta bantuan peralatan dan mesin untuk pengolahan hasil Aloe vera,”ujarnya. (among_wibowo,red).

Kukuhkan Legalitas Pokdakan, Disperpa Launching Bank Kolam Patil Landep Tidar Utara

Ditulis oleh pertanian on . Posted in Berita

MAGELANG- Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang hari kamis (05/03/2020) kembali mengukuhkan kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) baru, pokdakan Patil Landep Kelurahan Tidar Utara sekaligus melakukan launching Bank Kolam di Pokdakan tersebut. Kegiatan pengukuhan pokdakan dilaksanakan di Sekretariat Pokdakan Patil Landep, Tidar Krajan RT 03 RW 08 Kelurahan Tidar Utara Kecamatan Magelang Selatan. Kegiatan dihadiri Kasi PerikananDisperpa beserta jajarannya, Camat Magelang Selatan, Lurah Tidar Utara, Penyuluh Pertanian, Ketua RW dan RT di lingkungan Tidar Krajan, Babinsa dan Babinkamtibmas Tidar Utara, MPKM, perwakilan kelompok perikanan serta perwakilan kelompok tani di Kecamatan Magelang Selatan.
Rangkaian kegiatan pengukuhan diawali dengan kunjungan ke kolam kelompok dan launching bank kolam Patil Landep, sebagai usaha bersama kelompok. Bank kolam ini juga sebagai sumber pemasukan utama bagi kelompok. Pengukuhan kelompok pada kelas pemula dilakukan oleh Lurah Tidar Utara, dengan penyerahan piagam pengukuhan kepada kelompok. Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan Ijin Usaha Mikro Kecil (IUMK) untuk pembudidaya ikan oleh Camat Magelang Selatan, Andri Rudianto dan buku administrasi kelompok oleh Kasi Perikanan, Windo Atmoko kepada pengurus kelompok.
Kadisperpa, Eri Widyo Saptoko dalam pointer yang disampaikan Kasi Perikanan, Windo Atmoko menegaskan bahwa kemandirian para pelaku utama dan pelaku usaha perikanan melalui penumbuhkembangan kelembagaan kelompok diharapkan dapat menopang keberhasilan pembangunan sektor perikanan. Menurutnya secara ideal kelompok perikanan dibentuk dengan prinsip kesamaan kepentingan, sumberdaya alam, sosialekonomi, keakraban, saling mempercayai, dan keserasian hubungan antara pelaku utama, sehingga setiap anggota kelompok dapat merasa memiliki dan menikmati manfaat sebesar-besarnya dari kegiatan berkelompok.
Diuraikan Windo lebih lanjut, penumbuhan dan pengembangan kelompok perikanan mengacupada Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor KEP.14/MEN/2012 tentang Pedoman Umum Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Pelaku Utama Perikanan. Dalam peraturan tersebut, kelompok perikanan yang tumbuh memiliki ciri diantaranya memiliki keanggotaan minimal 10 orang, mandiri dan partisipatif, memiliki aturan/norma yang disepakati dan memiliki administrasi yang baik. “Adapun fungsi kelompok perikanan antara lain sebagai wadah proses pembelajaran, wahana kerjasama, unit penyediaaan sarana dan prasarana produksi serta kesatuan swadaya dan swadana,”jelasnya.
 
Sejauh ini bentuk kelembagaan kelompok perikanan yang tumbuh dan berkembang di Kota Magelang terdiri dari 2 (dua) bentuk, yaitu kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) serta kelompok pengolah dan pemasar ikan (poklahsar). Selain itu, terdapat beberapa komunitas penghobi perikanan yang berkembang, antara lain komunitas mancing, aquascape dan ikan hias. Di tingkat kota, terdapat organisasi Masyarakat Perikanan Kota Magelang (MPKM) yang membawahi seluruh kelompok pelaku perikanan di Kota Magelang.
Koordinator Penyuluh Perikanan Kota Magelang, Kurnia Hardjanto menyampaikan bahwa penumbuhan kelompok perikanan yang dilegalisasi menjadi target sasaran kinerja penyuluh perikanan di Kota Magelang. Selain penumbuhan kelompok perikanan, target sasaran kinerja lainnya antara lain pembinaan usaha mikro dan kecil sektor kelautan dan perikanan sertapenilaian kelas kemampuan kelompok pelaku utama perikanan. “Untuk proses penilaian kelas kemampuan kelompok perikanan dilakukan setiap tahunnya sebagai implementasi dari tahapan monitoring dan evaluasi kinerja kelompok perikanan,”katanya
Kurnia mengungkapkan ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Mulai dari identifikasi potensi wilayah, sosialisasi penumbuhan kelompok perikanan, penyusunan struktur organisasi dan AD/ART, pengukuhan kelompok oleh pejabat wilayah setempat hingga kemitraan usaha hingga monitoring dan evaluasi. Ditambahkannya kelas kelompok juga dinilai dan diukur berdasarkan beberapa aspek, yaitu kemampuan perencanaan, kemampuan berorganisasi, akses kelembagaan, kemampuan wirausaha dan kemandirian. Sementara kategori kelas kelompok perikanan dari yang terendah hingga tertinggi berturut-turut yaitu pemula, madya dan utama. Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang senantiasa mendorong penguatan kelembagaan kelompok dari para pelaku utama perikanan sebagai mitra dari pembangunan sektor perikanan di Kota Magelang.
       Terinformasi sebagai bentuk pendampingan dan penguatan peran para pelaku utama perikanan, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang memfasilitasi proses penumbuhan serta pengukuhan kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) Patil Landep, yang berada di Kampung Tidar Krajan, Kel. Tidar Utara, Kec. Magelang Selatan Kota Magelang. Pemilihan nama Patil Landep terinspirasi dengan senjata pada ikan lele yang disebut Patil, dan arti kata Landep yang berarti tajam. Kelompok yang dibentuk ini diharapkan dapat berkiprah dalam pengembangan usaha budidaya ikan dan senantiasa memberikan manfaat yang dapat dirasakan setajam senjata patil pada ikan lele. Kelompok Patil Landep didirikan pada tanggal 20 Februari 2020, dengan keanggotaan berjumlah 13 (tiga belas) orang. Ketua Pokdakan Patil Landep dijabat oleh Sudjianto, dengan sekretariat di Tidar Krajan RT 03 RW 08 Kelurahan Tidar Utara, Kecamatan Magelang Selatan Kota Magelang serta nomer registrasi kelompok 1.1.33.71.01.0220.0320. Pokdakan Patil Landep memiliki usaha utama berupa pembenihan dan pembesaran ikan, dengan komoditas budidaya adalah ikan lele. Selain itu, kelompok ini akan mengembangkan usaha budidaya pakan alami ikan, seperti kutu air dan cacing sutera. (among_wibowo, red)