• Magelang Kota Sejuta Bunga
    Berangkat dari sebutan "Sebagai Tuin Van Java" (Kota Kebun atau Tamannya Pulau Jawa), Magelang dijuluki sebagai Kota Sejuta Bunga. Ibarat bunga, Kota Magelang ...
    Read more
  • Ayo Ke Magelang
    Ayo Ke Magelang

    Never Ending Eating-eating & Walking-walking ...

  • Taman Wisata Candi Borobudur
    Taman Wisata Candi Borobudur

    Mari berkunjung ke Taman Wisata Candi Borobudur, objek wisata favorit di Indonesia...

  • Magelang (1)
    Magelang (1)
  • Magelang (2)
    Magelang (2)
  • Magelang (3)
    Magelang (3)
  • Magelang (4)
    Magelang (4)
  • Magelang (5)
    Magelang (5)
  • Magelang (6)
    Magelang (6)
  • Magelang (7)
    Magelang (7)
  • Magelang (8)
    Magelang (8)
  • Magelang (9)
    Magelang (9)
  • Magelang (10)
    Magelang (10)
  • Magelang (11)
    Magelang (11)
  • Magelang (12)
    Magelang (12)
  • Magelang (13)
    Magelang (13)

Masuki Minggu Kedua SLPHT, Disperpa Kenalkan Agroekosistem, Pembuatan Petak Petani dan Petak PHT

on .

MAGELANG – Memasuki minggu kedua pelaksanaan Sekolah Lapang Pengelolaan Hama Terpadu (SLPHT), Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang rabu (21/08/2019) memperkenalkan komponen agroekosistem sawah dan pembuatan petak petani dan petak HPT kepada petani. Kegiatan yang bertujuan untuk memberikan edukasi awal terkait konsep SLPHT ini diikuti sekitar 25 petani anggota poktan Subur Makmur Magelang, POPT dan Penyuluh Pertanian Kota Magelang. Kegiatan berlangsung menarik dan mampu menambah wawasan baru bagi petani dalam mengelola agroekosistem sawahnya secara lebih baik.

Kepala Disperpa, Eri Widyo Saptoko dalam pointers yang disampaikan Kasi Tanaman Pangan dan Hortikultura, Ahmad Sholikhun menjelaskan bahwa kegiatan yang bersumber dari dana APBD Kota Magelang itu dilaksanakan secara rutin mingguan hingga 12 kali, mulai Agustus hingga Nopember mendatang. Setiap kali pertemuan dilaksanakan menurut tema pembelajaran yang berbeda, sesuai kurikulum yang disusun fasilitator kegiatan yang ditunjuk. Adapun metode belajar yang diterapkan berbasis pengalaman dengan menitikberatkan kepada metode Pendidikan Orang Dewasa (POD) atau andragogy. “Pembelajaran petani akan berupa praktek lapang, presentasi dan diskusi kelompok dengan kemasan versi petani,”katanya.

Terkait kegiatan SLPHT minggu kedua, I Made Redana, POPT yang juga bertindak sebagai fasilitator kegiatan menekankan pentingnya petani mengenal agroekosistem sawah dan komponennya. Di dalam agroekosistem sawah, lanjutnya, petani perlu mengenal komunitas hewan dan tumbuhan yang menjadi pendukung maupun pembatas dalam produksi padi di lahan sawahnya. “ Saat ini petani harus mampu mengenali apa saja yang dinamakan hama, penyakit dan musuh alami. Kapan harus dikendalikan dan kapan harus dibasmi dengan pestisida nabati,”jelasnya.

Senada dengan Made, Abdul Z. Rochim, Penyuluh Pertanian Penyelia pada Disperpa mendorong petani untuk banyak belajar mengenali dan mampu membedakan hama, penyakit dan musuh alami. Hal ini menurut Abdul menjadi sangat penting agar petani mampu mengendalikan hama dan penyakit sesuai konsep SLPHT yang benar. “Monggo bapak ibu banyak-banyak belajar dan bertukar pikiran dengan petani yang lain dan aparat Pemerintah bagaimana mengendalikan hama/penyakit secara PHT,”ujarnya memotivasi peserta yang hadir.

Terkait jalannya kegiatan, diawali dengan pembuatan petak petani dan petak PHT. Seperti diketahui ke-25 peserta dibagi dalam 5 kelompok kecil. Masing-masing kelompok kecil membuat 10 petak petani dan 10 petak PHT. Petak petani adalah lahan sawah yang dibudidayakan menurut kebiasaan petani setempat, sedangkan petak PHT adalah lahan sawah yang dijadikan percontohan karena dibudidayakan sesuai rekomendasi Disperpa mengacu pada konsep Budidaya Tanaman Sehat (BTS). Adapun varietas padi yang digunakan pada petak petani adalah varietas IR-64, sedangkan petani PHT adalah varietas Ciherang.

Setelah pembuatan petak petani dan petak PHT, kegiatan dilanjutkan dengan pengamatan tinggi tanaman, jumlah rumpun dan keberadaan musuh alami. Masing-masing kelompok kecil membuat paparan pada kertas kerja dan mempresentasikan hasil pengamatan kelompok di hadapan seluruh peserta SLPHT. Kegiatan diakhiri dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk persiapan kegiatan minggu depan.

Terkait RTL, Among Wibowo, Penyuluh Pertanian Madya pada Disperpa akan mengawal langsung pelaksanaan kegiatan pengendalian gulma, pemupukan dasar dan penyemprotan asap cair dan pestisida nabati lainnya di petak PHT pada hari sabtu (24/08/2019) dan senin (26/08/2019). Sehingga diharapkan sudah ada perubahan yang signifikan antara petak petani dan petak PHT pada kegiatan selanjutnya. Dalam kesempatan tersebut Among juga mengingat petaninya untuk merawat proses pembibitan tanaman refugia bunga matahari dan kenikir. “Mudah-mudahan pertumbuhan bibit tanaman refugia baik dan optimal mendukung kegiatan SLPHT ini,”imbuhnya (amw,red)

Tim KP3 Kota Magelang Gelar Monitoring Penyaluran Pupuk Bersubsidi Ke KPL Magersari

on .

MAGELANG-Demi menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi di Kota Magelang, DinasPertaniandanPangan (Disperpa) Kota Magelang melalui Tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) hari ini (selasa, 20/08/2019) menggelar monitoring penyaluran pupuk bersubsidi ke Kios Pupuk Lengkap (KPL) Magersari. Selain monitoring, kegiatan dimaksudkan untuk pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani tanaman pangan (padi sawah, red) Kota Magelang. Sebelum turun ke lapangan, Tim KP3 melakukan rapat koordinasi membahas isu-isu dan sejumlah kendala yang terjadi di lapangan. Tim KP3 beranggotakan personil Bidang Pertanian dan KJF Penyuluh Pertanian Disperpa Kota Magelang.

Kepala Disperpa, Eri Widyo Saptoko dalam pointers yang disampaikan Kasi Prasarana dan Sarana Pertanian, Yhan Noercahyo Wibowo menegaskan bahwa pupuk bersubsidi di Kota Magelangharus tersedia dalam jumlah yang cukup untuk petani Kota Magelang sebagaimana yang terinci dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Disperpa, lanjutnya secara khusus menjaga stok pupuk agar tidak terjadi kelangkaan stok pada lini IV (Kios Pupuk Lengkap). Dalam pesannya, Eri meminta Tim KP3 untuk selalu melakukan pengawasan dan monitoring secara rutin sehingga stok pupuk bersubsidi untuk petani Kota Magelang aman.

Dalam kesempatan rapat koordinasi, Yhan mengatakan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi dilaksanakan dengan sistem tertutup. Maksudnya hanya petani yang tergabung dalam kelompok tani (poktan) saja yang bisa menebus pupuk bersusbidi. Pemantauan di tingkat KPL untuk memastikan pupuk subsidi di tingkat KPL terpenuhi dari unsur 6 Tepat. “Keenam Tepat tersebut yakni tepat jenis, jumlah, harga, tempat, waktu dan mutu,”katanya.

Dijelaskannya dari hasil monitoring lapangan yang dilaksanakan bersama Tim KP3 diketahui bahwa stok pupuk bersubsidi di Kios Pupuk Lengkap sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan pupuk para petani Kota Magelang, Dijelaskannya saat ini untuk membedakan kemasan pupuk subsidi dan non subsidi maka dalam kemasan pupuk subsidi diberi tulisan PUPUK BERSUBSIDI BARANG DALAM PENGAWASAN. Selain itu setiap jenis pupuk juga diberikan warna yang berbeda. Untuk pupuk Urea berwarna merah muda/pink dan pupuk ZA berwarna jingga/oranye. Tim KP3 ketika monitoring ke KPL juga melakukan monitoring dan evaluasi penggunaan Kartu Tani dalam penebusan pupuk bersubsidi oleh petani Kota Magelang. “Tim juga berupaya memetakan dan mengurai kendala lapangan dalam penggunaan kartu tani saat melakukan penebusan pupuk bersubsidi,”imbuhnya.

Sementara itu Koordinator Penyuluh Pertanian, Sam Wahyono mengungkapkan bahwa keberadaan pupuk bersubsidi ini sangat membantu kepentingan budidaya tanaman padi oleh petani Kota Magelang. Pupuk merupakan sarana produksi yang sangat berkaitan dengan produktivitas tanaman sehingga stok pupuk harus selalu ada di KPL. “Namun demikian jangan lupa ketersediaan air juga harus mencukupi kebutuhan lahan persawahan. Apalah artinya kalau pupuk cukup sementara ketersediaan air terbatas,”tukasnya.


 

        Di tempat terpisah, Among Wibowo, Penyuluh Pertanian Madya Disperpa mengingatkan kembali agar petani dapat mengoptimalkan penggunaan Kartu Tani untuk menebus pupuk bersubsidi. Hal ini penting sebagai pembiasaan petani bila suatu saat Pemerintah memberlakukan penebusan pupuk bersubsidi oleh petani secara penuh 100% dengan Kartu Tani. Dia khawatir bila petani tidak membiasakan diri dengan sistem Kartu Tani, petani mengalami kendala di kemudian hari. “Tujuan Pemerintah menerapkan Kartu Tani baik, tinggal bagaimana petani dan stake holder lainnya punya komitmen dan sikap yang senada untuk mensukseskan Kartu Tani di Kota Magelang,”ungkapnya. (amw, red)

Diwarnai Potong Nasi Tumpeng, Disperpa Kota Magelang Konsolidasi Gelaran Kontes Aglaonema Nasional Jilid 2 Pada AFE 2019

on .

MAGELANG-Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang hari minggu (18/08) menggelar konsolidasi bersama Komunitas Aglaonema Magelang di Erdi Garden, Jalan Lingkar Selatan Sidoharjo, Prumpung, Taman Agung-Muntilan. Kegiatan konsolidasi itu sekaligus untuk pemantapan persiapan Kontes Aglaonema Nusantara Jilid 2 yang akan digelar pada 22 September 2019 dalam bingkai gelaran AgriFlori Expo (AFE) 2019 tanggal 20 – 22 September 2019 di Gedung Ahmad Yani Kota Magelang. Kegiatan konsolidasi yang dihadiri pimpinan Disperpa dan puluhan perwakilan Komunitas Aglaonema Magelang itu diwarnai dengan pemotongan nasi tumpeng di sela-sela acara.

Kepala Disperpa, Eri Widyo Saptoko dalam sambutan yang disampaikan Kepala Bidang Pertanian, Agus Dwi Windarto, mengharapkan Kontes Aglaonema Nasional Jilid 2 dapat berjalansukses dan lancar.Ekspektasi kami, lanjutnya dapat memecahkan rekor nasional lagi dalam jumlah peserta seperti yang pernah terjadi tahun lalu dalam kontes Aglaonema Nasional Jilid 1. “Kontes Aglonema di Kota Magelang ini diharapkan menjadi sarana unjuk pesona dari tanaman aglaonema, yang juga dikenal dengan Sri Rejeki milik seluruh pelaku budidaya, hobbies dan kolektor tanaman aglaonema dari segenap penjuru Indonesia,”katanya.

Ditempat terpisah, Kasi Prasarana dan Sarana Pertanian, Yhan Noercahyo Wibowo selaku koordinator pelaksana kegiatan menambahkan bahwa kontes aglaonema di Kota Magelang ini selalu mengambil label Nasional. Hal ini dikarenakan memang animo peserta sangat luar biasa sepanjang penyelenggaraan tahun lalu. “Kelas yang dilombakan pun tak tanggung-tanggung, ada 6 kelas lomba mulai Pemula Lokal, Jouvenil (max 9 daun), Kocin (bebas), Rumpun Snow White, Rumpun Non Snow White hingga Tunggal Dewasa (min 10 daun),”jelasnya.

Menurutnya, sampai sejauh ini sesuaidengankonfirmasi yang sudah masuk kepada pihaknya, Kontes Aglaonema Nusantara Jilid 2 akan dihadiri oleh perwakilan komunitas dan hobbies Agalonema dari 5 provinsi. “Kelima provinsi tersebut adalah Provinsi JawaTimur, Provinsi Jawa Barat, ProvinsiJawa Tengah, Provinsi Sumatra dan Provinsi Bali. Kontes semakin qualified dengan hadirnya Juri bertaraf Nasional yang sangat professional, menjadikan event ini semakin dinanti pecinta tanaman hias aglaonema,”ungkapnya.

Di penghujung kegiatan dilakukan prosesi pemotongan tumpeng sebagai wujud syukur terlaksananya kegiatan konsolidasi. Sejumlah anggota Komunitas Aglaonema Magelang berharap kegiatan Kontes Aglaonema Nasional Jilid 2 yang sudah direncanakan diberikan kemudahan dan kesuksesan. Disaksikan segenap yang hadir, prosesi pemotongan dan penyerahan tumpeng dilakukan oleh Oyok selaku ketua Komunitas Aglonema Magelang kepada Agus Dwi Windarto selaku perwakilan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang. (among_wibowo, red)