• Magelang Kota Sejuta Bunga
    Berangkat dari sebutan "Sebagai Tuin Van Java" (Kota Kebun atau Tamannya Pulau Jawa), Magelang dijuluki sebagai Kota Sejuta Bunga. Ibarat bunga, Kota Magelang ...
    Read more
  • Ayo Ke Magelang
    Ayo Ke Magelang

    Never Ending Eating-eating & Walking-walking ...

  • Taman Wisata Candi Borobudur
    Taman Wisata Candi Borobudur

    Mari berkunjung ke Taman Wisata Candi Borobudur, objek wisata favorit di Indonesia...

  • Magelang (1)
    Magelang (1)
  • Magelang (2)
    Magelang (2)
  • Magelang (3)
    Magelang (3)
  • Magelang (4)
    Magelang (4)
  • Magelang (5)
    Magelang (5)
  • Magelang (6)
    Magelang (6)
  • Magelang (7)
    Magelang (7)
  • Magelang (8)
    Magelang (8)
  • Magelang (9)
    Magelang (9)
  • Magelang (10)
    Magelang (10)
  • Magelang (11)
    Magelang (11)
  • Magelang (12)
    Magelang (12)
  • Magelang (13)
    Magelang (13)

Pamerkan Kelinci Unggul, Pengunjung Stan Disperpa Kota Magelang di CFD Rindam Membludak

on .

MAGELANG- Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang bekerjasama dengan Komunitas Republik Terwelu minggu (07/07) tampil di acara Car Free Day (CFD) Rindam Magelang. Dalam kegiatan ini ditampilkan beberapa jenis kelinci unggul seperti jenis NZ, HL dan Rex sebagai upaya pengenalan ternak kelinci kepada pengunjung. Ratusan pengunjung, tua dan muda membludak dan antusias mengenal lebih dekat berbagai jenis ternak kelinci unggul. Mereka tidak henti-hentinya secara bergantian mengunjungi stand Disperpa.

Kepala Disperpa, Eri Widyo Saptoko melalui Kepala Seksi Peternakan, Sugiyanto mengatakan tujuan utama kegiatan ini sebagai upaya sosialisasi pengembangan ternak kelinci di Kota Magelang. Menurutnya proses budidaya ternak kelinci tidak terlalu rumit dan potensi pemasaran daging kelinci sangat luar biasa baik dari segi harga jual bagi peternak maupun mutu manfaat bagi masyarakat yang mengkonsumsinya.

Dalam kesempatan CFD, pengunjung berkesempatan untuk mengkonsultasikan kendala-kendala yang dihadapinya. Selain itu pengunjung dapat belajar teknik budidaya ternak kelinci agar sukses dan mampu menekan angka mortalitas.  Meskipun sosialisasi dan edukasi ternak kelinci sudah seringkali dilaksanakan oleh Disperpa Kota Magelang  namun ternyata masih banyak masyarakat yang belum tahu. “Terbukti masih banyak pengunjung yang datang untuk konsultasi terkait dari sisi budidaya, pemasaran dan kemanfaatan produk hasil olahan serta hasil ikutannya,”ujarnya.

Di tempat terpisah, Aryono Septa Nugroho, pengurus Komunitas Republik Terwelu menegaskan kegiatan semacam ini diharapkan dapat menjadi jembatan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Banyaknya pelatihan ternak kelinci dari Disperpa Kota Magelang dan Peranan Republik Terwelu diharapkan mampu mewujudkan Urban Farming di Kota Magelang sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.

Basuki, pengurus Komunitas Republik Terwelu lainnya menambahkan kegiatan pameran kelinci di CFD Rindam memang sangat di tunggu masyarakat. Dia mengatakan masih banyak sekali masyarakat yang belum sepenuhnya mengenal dan mendalami ternak kelinci. Sudut pandang masyarakat, lanjut Basuki, hanya melihat kelinci sebagai hewan piaraan yang lucu. Namun dibalik kelucuannya ternyata banyak sekali manfaat yang bisa di kembangkan. “Urine dan kotoran kelinci sangat bagus untuk pupuk alami, belum lagi manfaat dagingnya,”tegasnya.

Terkait respon peternak, Nuryanto, salah satu peternak kelinci di Kota Magelang mengungkapkan bahwa saat ini daging kelinci mulai sangat diminati. Dia menceritakan pihaknya sering mendapat banyak pesanan daging kelinci namun belum sepenuhnya dapat memenuhi permintaan pasar. “Barang masih terbatas padahal jumlah peternak kelinci semakin banyak,”tukasnya.

Sementara itu melihat animo masyarakat yang tinggi, Ilham Giantara, dari Komunitas Republik Terwelu menuturkan bahwa ajang CFD sebagai pemanasan dan bagian dari promosi kelinci. Sesuai agenda setelah CFD ini akan di adakan lomba Kelinci tingkat Nasional bertajuk “Battle of Giant 2” yang direncanakan pada tanggal 9 November 2019 di Bakorwil Kedu, Magelang. “Semoga nantinya semakin banyak masyarakat berminat mengembangkan budidaya ternak kelinci,”timpalnya. (among_wibowo, red)

Ketua TP PKK Kota Magelang Apresiasi Kiprah Disperpa Promosikan Anggrek Magelang di SAE 2019

on .

MAGELANG- Memasuki hari ke-2 Soropadan Agro Expo (SAE) 2019,. Stan Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang hari jumat (05/07) mendapat kunjungan kehormatan dari Tim Penggerak (TP) PKK Kota Magelang. Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kota Magelang, Yetty Biakti Sigit Widyonindito memberikan apresiasi atas keikutsertaan Disperpa dalam mempromosikan produk unggulan pertanian daerah.

Yetty menyatakan kebanggaannya tanaman anggrek, salah satu komoditas unggulan pertanian Kota Magelang, semakin eksis dan diterima masyarakat khususnya kolektor dan penggemar anggrek. Dia juga mendorong Disperpa untuk terus memproduksi jenis-jenis anggrek yang berkualitas dan variatif. Saat ini, lanjutnya, penting untuk Kota Magelang mengenalkan komoditas-komoditas tanaman yang dapat memperkuat branding Magelang Kota Sejuta Bunga (MKSB) kepada masyarakat khususnya kaum hawa. “Penggemar anggrek itu mayoritas kaum perempuan. Bila ibu-ibu ini diedukasi dengan baik, anggrek dapat menjadi ikon yang memberikan warna untuk branding MKSB,”jelasnya.


Terinformasi selama penyelenggaraan SAE 2019 ini stan Disperpa Kota Magelang ramai dikunjungi kolektor dan hobiis anggrek dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Mereka berbelanja berbagai jenis anggrek mulai dendrobium, phalaenopsis hingga vanda tricolor bebrbagai ukuran. Bahkan selama pameran SAE ini menguat image di kalangan pengunjung bahwa kalau hendak membeli anggrek yang terbaik di stan Disperpa Kota Magelang. Berdasarkan pengamatan, dari keseluruhan pengunjung lebih dari 70% penyuka anggrek bergender perempuan. Kondisi ini sangat potensial sebagai basis data untuk memasyarakatkan anggrek yang sejak dulu memang sudah dikenal sebagai bunga Puspa Pesona.

        Kasi Tanaman Pangan dan Hortikultura Disperpa, Ahmad Sholikhun mengungkapkan bahwa peluang pengembangan komoditas anggrek memang masih sangat terbuka. Secara nasional kebutuhan anggrek semakin meningkat, namun produksi relatif stagnan sehingga pemenuhannya masih mengandalkan impor dari negara tetangga seperti Taiwan dan China. Menurutnya Magelang secara agroklimat sangat memungkinkan untuk pengembangan anggrek. “Namun, khusus untuk Phalaenopsis (anggrek bulan) masih diperlukan lokasi tambahan (minimal ketinggian 1000 m dpl) untuk menyerempakkan pembungaannya,”imbuhnya.

 

Terkait hal tersebut, Among Wibowo, Penyuluh Pertanian Madya pada Disperpa memaparkan bahwa untuk menyerempakkan pembungaan anggrek Phalaenopsis perlu ketepatan intensitas cahaya matahari, suhu dan kelembaban. Setiap jenis anggrek, lanjutnya, memiliki kebutuhan 3 faktor agroklimat yang berbeda-beda. Intensitas cahaya matahari untuk anggrek dendrobium 4000-5000 fc (foot candela), Phalaenopsis 2000 fc dan Cattleya 3000-4000 fc. Sebagai patokan cahaya matahari siang hari adalah 10.000 fc. “Adapun kelembaban untuk anggrek Phalaenopsis tidak boleh kurang dari 60% dengan suhu 28-30oC, sementara Dendrobium dan Cattleya tidak boleh kurang dari 50 % dengan kisaran suhu 28-32oC,”ungkapnya. (amw, red)

 

SAE Resmi Dibuka Mentan RI, Ditinjau Wawali, Ratusan Anggrek Disperpa Kota Magelang Ludes Diserbu Kolektor dan Hobiis

on .

MAGELANG- Menteri Pertanian RI yang dalam hal ini diwakili Dirjen Hortikultura, Suwandi hari ini, kamis (04/07) tepat pukul 10.00 WIB resmi membuka pameran pertanian tahunan Soropadan AgroExpo (SAE) 2019. Stan Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang langsung diserbu kolektor maupun hobiis anggrek dari sejumlah daerah di Jawa Tengah. Bahkan stok komoditas unggulan Kota Magelang ini sampai harus beberapa kali disupply kembali demi memenuhi kebutuhan pengunjung stan.

Yang lebih menarik lagi, selain memasarkan produk unggulannya stan Disperpa juga memberikan souvenir berupa welcome drink dawet Aloe vera kepada setiap pengunjung yang hadir sehingga menambah antusias masyarakat untuk berkunjung ke stan lebih lama. Setiap hari direncanakan ada pembagian souvenir yang berbeda antara lain nasi bakar, susu segar dan gethuk khas Magelang.

Berdasarkan informasi ratusan anggrek berbagai jenis dan ukuran langsung ludes dalam 6 jam pertama. Mulai anggrek Phalaenopsis (bulan), Dendrobium hingga Vanda berbagai ukuran habis diborong kolektor dan hobiis anggrek. Sejumlah produk lainnya seperti olahan aloe vera, beras TTI, telur asin, peyek peto, sambal mangut dan bandeng presto juga turut laris diminati pengunjung pameran.

Wahyu, salah satu pembeli anggrek dari Semarang mengatakan setiap tahunnya ia dan keluarga selalu membeli anggrek di stan Disperpa Kota Magelang. Menurutnya anggrek Magelang sudah kondang dan memiliki warna dan tampilan yang lebih bagus dibandingkan anggrek dari lokasi lain. “Seperti jargon di komunitas saya, apapun hobi tanamannya kalau beli anggrek pastikan anggrek Magelang,”tukas Wahyu yang saat ini sudah mengoleksi sekitar 20 jenis anggrek.

Antusiasme pengunjung terhadap stan Disperpa Kota Magelang ini tak luput dari perhatian Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina dan Kepala Disperpa, Eri Widyo Saptoko. Dalam kesempatan meninjau stan pameran Disperpa, Wakil Walikota Magelang, Windarti menyatakan kegembiraannya karena Disperpa dapat semakin eksis dalam membawa nama Kota Magelang khususnya di sektor pertanian. Windarti mengharapkan Disperpa dapat mendorong para pelaku utama dan pelaku usaha di sektor pertanian untuk menjalin sinergi. Pelaku utama dan pelaku usaha, lanjutnya, akan semakin maju dengan memanfaatkan teknologi informasi dan sejumlah aplikasi untuk pemasaran produknya. “Akan semakin banyak produk-produk unggulan pertanian, peternakan dan perikanan yang bisa dipasarkan kepada konsumen,”ujarnya.

Kepala Disperpa, Eri Widyo Saptoko menambahkan pihaknya sangat senang dan bangga Disperpa dapat terus konsisten selama 9 kali mengikuti ajang SAE. Dia menegaskan bahwa dunia pertanian tak terkecuali di Kota Magelang harus semakin mampu memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi termasuk pemanfaatan sejumlah aplikasi untuk pemasaran hasil pertanian (Agrojowo, red) yang baru saja dilaunching Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sesaat sebelum Pembukaan SAE oleh Dirjen Hortikultura Kementan. “Intinya pemasaran hasil pertanian harus semakin pendek rantai distribusinya sehingga petani dapat memperoleh margin secara optimal,”katanya.


Sementara itu, Penyuluh Pertanian Kota Magelang, Among Wibowo saat mendampingi widyawisata 20 orang petani Kota Magelang ke SAE 2019 memaparkan harus ada resep untuk meminimalkan dampak harga produk pertanian yang sewaktu-waktu bisa jatuh dan merugikan petani. Mengutip statement Dirjen Hortikultura, Suwandi, karena harga jatuh merupakan akibat maka yang perlu dicari adalah faktor pembentuk harga. Ada 5 faktor yang harus diperhatikan yaitu efisiensi input (pupuk, red) dalam sistem produksi, peningkatan kelas kelembagaan petani (koperasi, BUMP, CV dan PT), hilirisasi produk pertanian, jalinan kemitraan antara produsen (petani) dan konsumen (terutama perusahaan besar) dan penerapan One Region One Price (satu lokasi satu harga). “Bila kelimanya dapat diimplementasikan maka petani akan semakin berjaya dan sejahtera,”imbuhnya.

         Terinformasi Soropadan Agro Expo (SAE) 2019 akan berlangsung mulai hari kamis-senin, 4-8 Juli 2019 di Pusat Pelayanan Agribisnis Petani (PPAP) Sndeng prestooropadan. Jl Raya Magelang-Semarang KM.13, Soropadan, Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah menyajikan sejumlah kegiatan dan penjualan produk-produk pertanian di 120 stan pameran dari seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. (amw, red)