Tingkatkan Kualitas Olahan Ikan, Disperpa Kota Magelang Latih Pelaku Olahan Ikan

Ditulis oleh pertanian on . Posted in Berita

MAGELANG-Potensi pengolahan hasil perikanan di Kota Magelang setiap tahun mencapai kurang lebih 350 ton. Meskipun tidak memiliki sumber daya perikanan yang melimpah, potensi tersebut diharapkan dapat terus memicu berkembangnya usaha pengolahan ikan di Kota Magelang. Usaha pengolahan ikan menjadi salah satu sektor penggerak ekonomi yang strategis bagi masyarakat di Kota Magelang.

Terkait dengan potensi tersebut, Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang menyelenggarakan kegiatan pelatihan pengolahan ikan selama sehari pada senin lalu di Sentra Pengolahan Ikan (SPI), Tidar Dudan-Tidar Selatan. Peserta pelatihan sejumlah 40 orang terdiri dari PKK Kelurahan se-Kota Magelang dan pengolah hasil perikanan dari 3 Kecamatan di Kota Magelang. Narasumber pelatihan adalah Nurul Indah Khasanah, praktisi dan owner Khansa FoodYogyakarta.

Kepala Dsperpa, Eri Widyo Saptoko dalam pointer yang disampaikan Kepala Bidang Peternakan dan Perikanan, Hadiono menyatakan pihaknya secara kontinyu melakukan upaya pembinaan dan pendampingan kepada para pelaku pengolahan ikan di Kota Magelang. Hal ini tak lepas dari upaya mengawal peningkatan kualitas produk olahan ikan di Kota Magelang. "Pembinaan dan pendampingan dimaksudkan agar dalam kegiatan pengolahan ikan dapat mengikuti kaidah standar mutu kelayakan pengolahan ikan,"jelasnya.

Menurutnya kegiatan pelatihan pengolahan ikan sangat penting dan strategis demi menjaga keamanan dan mutu pangan. Melalui pelatihan selain dapat menambah kompetensi dan kapasitas peserta dalam bidang pengolahan ikan, juga dapat menumbuhkan kebiasaan para pengolah ikan agar dalam proses pengolahan ikan untuk senantiasa mengindahkan kaidah-kaidah cara pengolahan ikan yang baik (CPIB, red) beserta prosedur operasional standar sanitasimya.

Narasumber pelatihan, Nurul Indah berharap setelah pelatihan peserta lebih termotivasi untuk menerapkan hasil pelatihan sehingga dapat menjadi wirausaha perikanan yang sukses di kemudian hari. Ddalam kesempatan tersebut dia memberikan motivasi kepada peserta untuk mulai ber”bisnis”. Berbisnis yang baik, lanjutnya, dimulai dari usaha kecil yang disenangi,tidak takut gagal dan mulailah berbisnis. “Hal lain yang sangat penting adalah persetujuan dan dukungan keluarga untuk memulai bisnis,ujarnya menyemangati peserta.

Secara umum materi yang disampaikan Nurul Indah antara lain cara menyiapkan pangan yang aman dan sehat yang meliputi Sanitasi dan Higienitas, Cara Pengolahan Makanan yang Baik (CPMB, red) dan Keamanan Pangan. Peserta dilatih mengolah makanan berbahan dasar ikan yaitu Sempol Bandeng Crispy dan Stick Tulang Bandeng.Kegiatan dimulai dari pemilihan bahan baku sampai packing yang didasarkan pada standar CPIB. (amw, red)