Perkuat Image Olahan Aloe vera Khas Kota Magelang, Disperpa Tingkatkan SDM Penggiat Aloe vera Jilid 5

Ditulis oleh pertanian on . Posted in Berita

MAGELANG- Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang untuk kelima kalinya sejak 2016 sukses menggelar kegiatan Pelatihan Budidaya dan Pengolahan Hasil Lidah Buaya (Aloe vera) bagi masyarakat Kota Magelang. Rangkaian kegiatan selama 2 hari mulai selasa-rabu, 10-11 Maret 2020 itu diikuti 35 peserta dari 3 kecamatan di Kota Magelang. Kegiatan dihelat salah satunya demi memperkuat image olahan Aloe vera sebagai varian baru oleh-oleh khas Kota Magelang dan memantapkan kegiatan Pengembangan Urban Farming di Kota Sejuta Bunga. Kegiatan yang menerapkan metode pelatihan dengan komposisi 40% teori dan 60 % praktek itu menampilkan narasumber budidaya dan pengolahan Aloe vera antara lain Imam Rodli (Pimpinan P4S Rama Vera, Wates- Kulon Progo DIY) serta Nurdi Setyo Bowo dan Cory Febry Astuti (P4S Mavera Kota Magelang). Selain dilatih, setiap peserta juga memperoleh bahan percontohan berupa indukan dan bibir Aloe vera, media arang sekam, polibag dan obat-obatan pertanian.

 

Kepala Disperpa, Eri Widyo Saptoko dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini selain memperkuatkan image komoditas Aloe vera, sangat penting untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pertanian di Kota Magelang yang ujungnya terjadinya peningkatan kesejahteraan masyarakat pasca pelatihan. Selain itu kegiatan pelatihan juga dimaksudkan untuk mewujudkan pengembangan komoditas ikonik Aloe vera dalam bingkai pengembangan kegiatan Urban Farming di Kota Magelang. Sejauh ini melalui sejumlah inovasi Kota Magelang sudah memiliki produk minuman serbuk Aloe vera dalam kemasan, stik, selai hingga dawet Aloe vera. “Kami ingin pasca pelatihan ini para peserta dapat semakin inovatif, meningkat ketrampilannya dalam budidaya maupun pengolahan hasil Aloe vera. Dan ke depan kami berharap para peserta baru bisa sukses sebagai pelaku agribisnis Aloe vera di Kota Magelang,”tambahnya.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Pertanian, Uswatun Hasanah dalam laporannya menjelaskan bahwa pada hari pertama peserta menerima materi umum terkait Khasiat, Potensi Ekonomi, Pemasaran dan Teknis Budidaya Aloe vera. Selanjutnya pada hari kedua materi Variasi Olahan Aloe vera dan praktek pengolahan Aloe vera menjadi ice cream, nata de aloe, selai Aloe vera dan dawet Aloe vera. “Untuk memberikan wawasan tentang diversifikasi dan legalisasi produk, peserta selain praktek variasi pengolahan Aloe vera juga diberikan informasi Perijinan Sertifikasi P-IRT,”pungkasnya.

 

Salah satu instruktur pelatihan, Imam Rodli menjelaskan bahwa kiat sukses menjalani bisnis Aloe vera adalah niat ikhlas, ketekunan dan inovasi. Ditambahkannya, komoditas Aloe vera secara budidaya sangat mudah dirawat, sedangkan secara pasca panen relatif mudah dilakukan dan tidak memerlukan biaya yang terlalu mahal. “Dua kunci lainnya yang tak kalah penting adalah membangun jejaring antar pelaku agribisnis Aloe vera baik di dalam maupun di luar Kota Magelang dan memenuhi batas skala usaha, “tandasnya.

 

         Salah satu peserta pelatihan, Trisnawati, di sela-sela kegiatan berharap agar Disperpa secara kontinyu memberikan pembinaan dan pendampingan kepada komunitas penggiat Aloe vera di Kota Magelang. “Harapan kami, Dinas dapat menjembatani kebutuhan peserta setelah pelatihan sehingga dapat terus berinovasi mengembangkan ilmu, ketrampilan dan usahanya dalam budidaya, pengolahan dan pemasaran Aloe vera. Syukur-syukur nantinya peserta juga difasilitasi untuk kunjungan lapang ke lokasi industri Aloe vera di luar daerah serta bantuan peralatan dan mesin untuk pengolahan hasil Aloe vera,”ujarnya. (among_wibowo,red).