• Magelang Kota Sejuta Bunga
    Berangkat dari sebutan "Sebagai Tuin Van Java" (Kota Kebun atau Tamannya Pulau Jawa), Magelang dijuluki sebagai Kota Sejuta Bunga. Ibarat bunga, Kota Magelang ...
    Read more
  • Ayo Ke Magelang
    Ayo Ke Magelang

    Never Ending Eating-eating & Walking-walking ...

  • Taman Wisata Candi Borobudur
    Taman Wisata Candi Borobudur

    Mari berkunjung ke Taman Wisata Candi Borobudur, objek wisata favorit di Indonesia...

  • Magelang (1)
    Magelang (1)
  • Magelang (2)
    Magelang (2)
  • Magelang (3)
    Magelang (3)
  • Magelang (4)
    Magelang (4)
  • Magelang (5)
    Magelang (5)
  • Magelang (6)
    Magelang (6)
  • Magelang (7)
    Magelang (7)
  • Magelang (8)
    Magelang (8)
  • Magelang (9)
    Magelang (9)
  • Magelang (10)
    Magelang (10)
  • Magelang (11)
    Magelang (11)
  • Magelang (12)
    Magelang (12)
  • Magelang (13)
    Magelang (13)

Peringati Hari Air Sedunia, Disperpa Kota Magelang–DKP Jateng Tebar Benih Ikan Nila Hitam di Kali Bening

on .

MAGELANG-Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah Perikanan tahun ini kembali melakukan kegiatan tebar benih (restocking) ikan di perairan untuk memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret 2019. Kegiatan tebar benih yang dilaksanakan pada hari minggu, 24 Maret 2019 di aliran Kali Bening Kota Magelang itu difasilitasi pihak Kelurahan Potrobangsan Kecamatan Magelang Utara Kota Magelang.

Benih ikan yang ditebar sejumlah 50.000 (lima puluh ribu) ekor yang berasal dari kegiatan Pengelolaan dan Pengembangan Cabang Dinas Kelautan Wilayah Selatan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah. Komoditas ikan yang ditebar adalah nila dan nilem mengingat keduanya dikenal sebagai ikan lokal yang dapat berkembang baik di perairan Kota Magelang.

Kegiatan ini diikuti perwakilan DKP Provinsi Jawa Tengah, Disperpa Kota Magelang, pemerintah setempat, pemuka dan tokoh masyarakat, unsur Polri, Masyarakat Perikanan Kota Magelang (MPKM), mahasiswa Universitas Tidar Magelang dan warga masyarakat sekitar. Kegiatan tebar benih ikan akan menjadi kegiatan rutin berkelanjutan yang dilaksanakan di perairan umum Kota Magelang dengan melibatkan seluruh kalangan masyarakat dan sejumlah pihak terkait.

Terkait kegiatan tersebut Kabid Peternakan dan Perikanan Disperpa, Hadiono menyatakan bahwa setiap tanggal 22 Maret diperingati sebagai Hari Air Sedunia. Tema yang diusung pada tahun 2019 ini adalah Water for All, Leaving No One Behind. “Maknanya tidak lain bahwa semua orang mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan akses air bersih, tidak mengecualikan siapapun, sebab air merupakan bagian dari persyaratan standar hidup yang memadai; untuk kesehatan dan kesejahteraan manusia,”katanya.

Ditegaskannya, kepedulian masyarakat perkotaan terhadap kelestarian perairan umum saat ini, khususnya sungai, cenderung masih rendah terutama karena dampak pemukiman penduduk dan industri di perkotaan. Sungai sebagai salah satu penyangga ketersediaan air di perkotaan menurutnya sudah menurun fungsinya, terlebih dengan rusaknya ekosistem yang terdapat di dalamnya. “Perlu kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat dalammenjaga dan melestarikan ekosistem sungai, sehingga sungai dapat memberikan manfaat bagi seluruh kalangan masyarakat di perkotaan,”tandasnya.

Sementara itu Kasi Perikanan, Windo Atmoko menjelaskan bahwa kegiatan tebar benih ikan (restocking) merupakan kegiatan penebaran kembali jenis ikan asli/lokal pada berbagai stadia dan umur ke dalam populasi alam untuk memulihkan biomassa induk yang hampir punah sampai pada satu tingkat yang dapat mengulangi hasil yang substansial dan teratur. Restocking menjadi salah satu upaya jangka panjang untuk memperbaiki ekosistem perairan umum, termasuk sungai yang notabene menjadi habitat sumber daya perikanan,”tambahnya.

Menurut Windo, karena pentingnya kegiatan restocking ini, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang senantiasa bekerjasama dengan instansi vertikal DKP Provinsi Jawa Tengah untuk menyelenggarakan kegiatan tebar benih ikan (restocking) di aliran Kali Bening Kelurahan Potrobangsan Kota Magelang. Tujuannya untuk menambah populasi ikan dalam perairan, mengembangkan jenis ikan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk konsumsi atau pemancingan serta menjaga keseimbangan populasi ikan di perairan. (among_wibowo,red)

Wujudkan Generasi Cerdas dan Produktif, Disperpa Kota Magelang Gandeng Dishanpan Jateng Mantapkan Gerakan Konsumsi Pangan B2SA

on .

MAGELANG- Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Provinsi Jawa Tengah, jumat (22/3) di area Pusat Perbenihan/Perbibitan Senopati, Jurangombo Utara-Kota Magelang menyelenggarakan kegiatan yang bertajuk “Gerakan Konsumsi Pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman)” Tahun 2019. Kegiatan yang dibiayai dari APBD I Provinsi Jateng itu dihadiri langsung Kepala Disperpa Kota Magelang, pejabat struktural Dishanpan Provinsi Jawa Tengah, narasumber Chef PCPI (Persatuan Chef Profesional Indonesia), sejumlah guru dan ratusan siswa dari 4 SD terdekat yaitu SD Negeri Kemirirejo 1, SD Negeri Kemirirejo 3, SD Negeri Jurangombo 1 dan SD Negeri Jurangombo 2. Acara dimeriahkan dengan pembacaan puisi, menyanyikan jingle B2SA, demo olahan B2SA, dialog interaktif dengan siswa SD dan gerakan makan bersama dengan menu B2SA.

Kepala Disperpa, Eri Widyo Saptoko dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak - anak akan pentingnya konsumsi pangan B2SA dan mendorong anak - anak untuk mengkonsumsi aneka ragam jenis pangan dengan porsi yang seimbang. Gerakan Konsumsi Pangan B2SA ini selain untuk mengenalkan pangan lokal kepada anak-anak, juga dimaksudkan untuk memberikan penghargaan kepada pangan lokal agar lebih sejajar dengan pangan siap saji yang lain.

Manurutnya setiap individu membutuhkan pangan yang berkualitas untuk dapat hidup sehat, aktif dan produktif. Konsumsi pangan yang berkualitas, dikatakannya, dapat diwujudkan apabila makanan yang dikonsumsi sehari - hari mengandung zat gizi lengkap dengan jumlah yang berimbang antar kelompok pangan, serta memperhatikan cita rasa, daya cerna, daya terima dan daya beli masyarakat. “Dengan begitu pola konsumsi pangan sehat atau yang lebih dikenal dengan pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) bisa terwujud di level masyarakat, utamanya anak-anak. Saya yakin, dengan tekad dan kemauan yang keras segala mimpi akan dapat terwujud generasi yang sehat, cerdas, aktif dan produktif.,”ujarnya.

Ditegaskannya saat ini pola konsumsi pangan masyarakat sudah tidak lagi memperhatikan pangan lokal karena terpengaruhi oleh gaya hidup atau pola konsumsi yang sudah tidak terkendali. Padahal pangan lokal masih dapat diolah menjadi produk pangan yang sangat variatif. “Dengan kemampuan inovasi, tampilan dan rasa pangan dengan bahan baku lokal, saya kira akan dapat bersaing dengan pangan dari beras maupun bahan impor,”tandasnya.


            Kepala Dishanpan Provinsi Jawa Tengah dalam sambutan yang dibacakan Kabid Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan, Diah Kusumarini mengatakan bahwa Kebijakan Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan sebagaimana tertuang dalam Perpres No.22, ditindaklanjuti dengan Pergub No.41 tahun 2009 yang disahkan untuk peningkatan konsumsi B2SA melalui peningkatan teknologi pengolahan pangan dan pemanfaatan pekarangan perlu adanya dukungan pihak terkait dalam upaya untuk meningkatkan citra, rasa, dan inovasi pangan berbasis pangan lokal.

            Provinsi Jawa Tengah, berdasarkan data Dishanpan, kaya akan potensi pangan lokal yang telah dikenal se-nusantara, sebut saja ubi kayu, jagung, dan ubi jalar yang hampir terdapat di seluruh wilayah Jawa Tengah. Masih banyak lagi pangan lokal yang belum optimal dalam pemanfaatannya antara lain sukun, ganyong, garut, uwi dan kacang-kacangan.

Dari aspek indikator keberhasilan konsumsi pangan, skor Pola Pangan Harapan (PPH) di Jateng, tahun 2018 mencapai 87,30 dari target 87. Namun bila dicermati per kelompok jenis pangan untuk padi-padian perlu diturunkan dan umbi-umbian, buah dan sayur serta pangan hewani perlu ditingkatkan.

Untuk itu solusinya konsumsi Pangan B2SA diharapkan dapat menjadi budaya (life style ) dalam masyarakat untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif. “Saya berharap hasil dari Gerakan Konsumsi Pangan B2SA kepada anak-anak Sekolah Dasar pangan lokal dapat berdaya guna dan berhasil guna untuk mendukung peningkatan kualitas SDM Pembangunan dan mewujudkan Kedaulatan Pangan di Jawa Tengah,”ujarnya. (among_wibowo,red)

Upaya Penuhi Kroto Pakan Ternak, Disperpa Kota Magelang Gelar Pelatihan Budidaya Semut Rang-Rang

on .

MAGELANG-Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang hari selasa-rabu, 19-20 Maret 2019 di Aula Disperpa menyelenggarakan pelatihan budidaya semut rang-rang bagi masyarakat. Peserta pelatihan sejumlah 40 orang berasal dari 3 kecamatan di Kota Magelang.Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi SDM peternakan dalam budidaya semur rang-rang, mengingat potensi pasar kroto untuk sumber pakan ternak (burung) dalam trend yang positif.

 

Kepala Disperpa, Eri Widyo Saptoko, dalam samnbutannya menyatakan bahwa dalam manajement usaha budidaya ternak, pakan merupakan faktor penting untuk peningkatan produksi dan produktivitas ternak, baik ternak produksi (pangan) serta hobiis atau kesayangan. Kroto sebagai pakan burung kicau ketersediaannya sangat terbatas dan belum banyak orang yang mengusahakan budidaya semut rang-rang sebagai penghasil kroto. “Untuk memenuhi pakan burung yang berupa kroto ini, Disperpa Kota Magelang terpanggil untuk menggelar pelatihan budidaya semut rang-rang bagi masyarakat peternakan sehingga ketersediaan pakan kroto bisa dipenuhi oleh masyarakat Kota Magelang sendiri,”ujarnya.

Berkenaan dengan pelaksanaan pelatihan, Eri menyatakan bahwa pelatihan dilaksanakan selama 2 hari di Aula Disperpa dan Orientasi Lapangan (OL) ke Yogyakarta. Pada hari pertama peserta diberikan teori materi tentang budidaya semut serta teknis dan prospek bisnis budidaya semut rang-rang yang disampaikan oleh Polbangtan Magelang. Pada hari kedua peserta mengikuti praktek lapangan ,melalui kegiatan OL di pembudidaya kroto yang beralamat di Patihan, Bantul, Yogyakarta. “Kami berharap peserta dapat melihat, mengetahui dan mengaplikasikan pengetahuan budidaya semut rang-rang yang telah dipraktekkan baik dari teknis penataan kandang rak dan pemeliharaan koloni semut rang-rang,” tambahnya.

Di penghujung kegiatan, peserta pelatihan selain mendapatkan bukti sertifikat hasil pelatihan, juga mendapat bahan percontohan berupa paket toples semut rang-rang untuk dibudidayakan di rumah. Terkait bahan percontohan untuk peserta, Eri menandaskan bahwa pihaknya (Disperpa Kota Magelang) akan terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada peserta budidaya semut rang-rang sehingga bahan percontohan tersebut dapat berkembang menjadi usaha produktif yang dapat memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga petani ternak. (among_wibowo, red)